• [PENGHARGAAN TERAKHIR PELAJAR AFGHANISTAN]

    dded7ca2d5524807196ba99de197374a
    Amerika Serikat membombardir warga Distrik Dasht-e-Archi di Provinsi Kunduz, Afghanistan. Serangan bom jatuh dari pesawat milik Amerika Serikat. Agaknya mereka lupa siapa yang bermukim di bawahnya. Sebuah madrasah tepat berada di area jatuhnya bom, serta masjid sekolah dan pemukiman penduduk berada di sekitarnya. Alhasil sebanyak 70 orang tewas dalam peristiwa tersebut termasuk ada diantaranya panglima tertinggi Taliban, menurut pejabat Distrik Dasht-e-Archi. Namun saksi mata yang lain menyebutkan lebih banyak, yakni 100 orang tewas.
    Serangan tersebut berdalih untuk memerangi pasukan Taliban, khususnya komandan top Taliban. Namun Taliban mengatakan bahwa tak ada pasukannya di madrasah ketika penyerangan terjadi. Pun kenyataannya banyak warga sipil yang terbunuh. Diantaranya pelajar madrasah, ulama, serta penduduk desa. Sebab pada saat penyerangan terjadi, senin malam (2/4/2018), sedang diadakan penghargaan dan hadiah kepada wisudawan pelajaran agama. Lantas bagian mana diantara mereka yang merupakan pasukan Taliban?
    Upacara penghargaan sedang berlangsung pada saat pengeboman terjadi. Anak-anak dan remaja yang sebagian besar laki-laki berusia sekitar 11-12 tahun sedang diberikan penghargaan. Mereka yang tak berdosa tiba-tiba diluncuri bom pada momen yang seharusnya menyenangkan itu. Ibu-ibu menangis di luar rumah sakit mendengar kabar kematian anak-anak mereka. Pun penduduk lainnya juga merasakan kepedihan yang sama. Peperangan seharusnya tak melibatkan anak-anak dan warga sipil, dunia seharusnya paham benar dengan aturan tersebut.
    Menyerang anak-anak dan warga sipil. Lalu beralasan bahwa tujuan penyerangan adalah sekelompok Taliban merupakan kebiasaan Amerika dan sekutunya, ungkap Zabihullah Mujahid.
    Sumber:

Leave a Reply