• TAKDIR AIR

    angel-falls

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. (Ibrahim :32)

     

    Air adalah induk dari kehidupan ini. Bagaimana air bisa kita gunakan untuk bersuci dalam rangka melaksanakan syariat, atau untuk kehidupan sehari-hari dalam rangka meraih ridha-Nya. Sebagian besar komponen penyusun tubuh adalah air. Betapa sentralnya fungsi air sehingga manusia mungkin bisa hidup tanpa makanan berhari-hari, namun tidak akan bisa hidup tanpa mengkonsumsi air.

     

    Ingatlah bagaimana ibunda Nabi Ismail yaitu Hajar, mencari air kesana kemari demi sang anak yang kehausan di tengah padang pasir. Maka muncullah air dari tanah di bawah kaki mungil Ismail yang kemudian disebut air zam-zam. Air zam-zam inilah yang membuat banyak musafir mampir di sekitar mata air ini sehingga terbentuk suatu perkampungan. Bahkan, mata air ini telah mengalir selama lebih dari 4000 tahun tanpa pernah habis. Terbentuknya perkampungan tersebut yang dulunya hanya lembah tandus tak berpenghuni juga menunjukkan pentingnya air bagi manusia sebagai suatu kebutuhan pokok yang tak tergantikan.

    Dalam Al-Qur’an, Allah banyak sekali menyebutkan tentang keutamaan air. Salah satunya adalah tentang di surga nanti akan banyak tempat yang di bawah-Nya mengalir sungai-sungai yang jernih. Disini Allah memperlihatkan betapa indahnya air mengalir sebagai salah satu ciptaan-Nya yang disebutkan dalam banyak ayat Al-Qur’an,

     “….sungguh, mereka akan Kami tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi [di dalam surga], yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…” (al-Ankabuut: 58)

    Selain itu, banyak kisah-kisah yang berkaitan dengan air. Salah satu yang terkenal lainnya adalah kisah nabi Musa dengan salah satu orang paling durhaka yang pernah ada di muka bumi ini, Fir’aun. Nabi Musa atas izin Allah bisa membelah Laut Merah dan menyeberanginya. Apa yang terjadi? Fir’aun tenggelam di laut merah saat Nabi Musa telah sampai di sisi yang lain. Dalam hal ini Allah menggunakan air sebagai sarana adzab Fir’aun dan para pengikutnya yang jika dikaitkan menyerupai apa yang dialami kaum Nabi Nuh yang tenggelam karena banjir besar. Maha Suci Allah yang menghendaki segala sesuatu.

    Laut tempat Fir’aun itu pula terdapat tanda-tanda kebesaran Allah yang menakjubkan yaitu  adanya  pertemuan dua arus laut yang berbeda warna, tetapi tidak menyatu. Pertemuan ini terjadi di laut Mediterania dan samudra Atlantik yang menunjukkan adanya perbedaan kedalaman, suhu, dan sifat-sifat air. Bahkan hal ini telah disebutkan dalam Al-Qur’an 14 abad yang lalu. Allah berfirman,

    Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (Ar-Rahman:19-20)

    Betapa Allah telah membuat sistem yang sempurna di dunia ini dan tidak ada sedikit pun yang luput dari-Nya. Air yang kita minum, kita gunakan untuk berwudhu, atau turun dari langit dalam bentuk bulir hujan sebagai penghidup milyaran makhluk di muka bumi ini, merupakan  anugrah yang Allah berikan secara cuma-cuma. Maka patutlah kita selalu bersyukur bahwa kadar air di tubuh kita masih tercukupi, dan hujan tak lelah untuk turun secara berkala ke bumi. Bahkan Allah pun membuat saat-saat turunnya sebagai waktu yang apabila kita berdoa pasti terkabul. Subhanallah, maka nikmat Tuhan mana yang kau dustakan?

Leave a Reply