• [KEMATIAN ITU DEKAT]

    Rasulullah  bersabda: Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian.

    [HR Ibnu Majah, no. 4.258; Tirmidzi; Nasai; Ahmad].

    Betapa banyak peringatan Allah ﷻ dalam kitab-Nya tentang datangnya maut yang tak seorangpun mengetahui waktunya. Apakah ada manusia yang bisa mengira bahwa mereka akan meninggal sore ini, malam ini, atau mungkin satu detik kemudian? Tidak, tentu saja tidak. Kematian sudah barang tentu rahasia Allah ﷻ yang telah tertulis di lauhul mahfudz. Tidak mengenal tempat dan waktu. Ketika angan-angan manusia begitu panjang terhadap hal duniawi, banyak yang tidak sadar bahwa mungkin ajal lah yang lebih dahulu datang. Bahkan manusia lebih banyak merencanakan jodoh yang terbaik daripada kematian yang terbaik. Imam Bukhari telah meriwayatkan :

    Dari Abdullah, dia berkata: Nabi membuat garis segi empat, dan Beliau membuat garis di tengahnya keluar darinya. Beliau membuat garis-garis kecil kepada garis yang ada di tengah ini dari sampingnya yang berada di tengah. Beliau bersabda,”Ini manusia, dan ini ajal yang mengelilinginya, atau telah mengelilinginya. Yang keluar ini adalah angan-angannya. Dan garis-garis kecil ini adalah musibah-musibah. Jika ini luput darinya, ini pasti mengenainya. Jika ini luput darinya, ini pasti mengenainya.” [HR Bukhari, no. 5.938].

    Hadits diatas menunjukkan bahwa banyak manusia yang terlalu sibuk dengan dunia dan angan-angan yang panjang. Sehingga lupa bahwa ajal mengelilingi mereka dan siap memutus segalanya. Sesibuk itukah kita dengan urusan dunia sehingga lupa bahwa akhirat tempat pulang sesungguhnya dan mati adalah pintunya?

    Kita semua adalah milik Allah ﷻ dan akan kembali kepada-Nya.

    Jikalau ada seseorang yang ketika saudaranya meninggal dan ia berkata, “Ahh, seandainya fulan tidak melakukan ini maka tidak akan terjadi seperti ini.” Demi Allah apabila si fulan berada dalam perlindungan yang hebat sekalipun, maka ia akan tetap akan menemui ajalnya. Sebagaimana Allah ﷻ telah berfirman :

    Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (Q.S Al-Jumu’ah : 8)

    Manusia hanya bisa merencanakan, tetapi Allah ﷻ lah yang memutuskan. Hendaknya suatu peringatan itu membuat kita selalu waspada dan yakin bahwa setiap detik, ubun-ubun kita berada di tangan Allah ﷻ. Tidak ada gunanya lalai dan terus tertipu dengan dunia yang fana ini. Kehidupan yang hakiki menanti dan tidak ada bekal yang lebih baik kecuali taqwa dan amal kebaikan menuju Tuhan pencipta segala sesuatu, Allah ﷻ.

    Berapa banyak manusia yang masih Hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafannya sedang ditenun.  -Imam Syafi’i rahimahullah-

    -Referensi : rumaysho.combaqi

Leave a Reply