• Press Release Dauroh Pimpinan LDK Al Hurriyyah 1439 H

    “Manajemen SDM”

    Hari, tanggal    : Sabtu, 10 Februari 2018

    Waktu               : 16.00-18.00 WIB

    Tempat             : Ruang Seminar Al Hurriyyah

    Dauroh pimpinan merupakan rangkaian kegiatan Upgrading LDK Al Hurriyyah 1439 H dengan tema “Manajemen SDM”. Tema tersebut diambil berdasarkan kebutuhan dari pimpinan LDK mengenai pengetahuan atau ilmu dalam mengelola SDM. Dauroh ini dihadiri oleh pimpinan LDK yang terdiri atas BPH, ketua departemen, sekretaris departemen, serta bendahara departemen. Pimpinan yang mengikuti dauroh sebanyak 22 orang dari 27 orang total pimpinan. Acara dibuka pada pukul 16.30 oleh MC dilanjutkan tilawah dan pemutaran video.

    Pukul 14.45 M. Farras Muhadzdzib hadir sebagai pemateri yang akan berbagi ilmu mengenai manajeman SDM. Beliau membuka materi dengan salah satu istilah dalam bahasa arab “man yazro’ yahshud” artinya barang siapa yang menanam maka ia akan menuai. Ketika kita menanam kebaikan maka yang kita petik adalah kebaikan. Istilah ini dikaitkan dengan peran dan fungsi kader dakwah, dimana setiap kita mempunyai amanah untuk selalu menanam kebaikan.

    “Jangan pernah menganggap remeh amanah dakwah ini. Karena orang-orang yang benar-benar ikhlas menjalani amanahnya akan Allah berikan kejutan-kejutan berupa keberkahan, kecukupan, dan kebermanfaatan.”

    Seperti yang terkandung dalam Q.S. Muhammad (47): 7

    “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

    1. Farras Muhadzdzib menyampaikan materi dengan suasan santai dan lebih banyak berbagi pengalaman yang telah beliau rasakan. M. Farras Muhadzdzib menyampaikan bahwasannya kita di sini adalah bentukan dari apa yang dilakukan di masa lalu. Buku yang kita baca saat ini akan menentukan kita di masa depan. Pun dengan LDK saat ini dianggap berhasil jika mampu lebih baik dari LDK sebelumnya dan mampu menghasilkan generasi penerus yang lebih baik pula.

    Acara selanjutnya yaitu brainstorming mengenai beberapa permasalahan di LDK. Triadi Aulia Rahman selaku ketua LDK Al Hurriyyah 1439 H menyampaikan bahwa salah satu masalah SDM LDK yang berulang tiap tahunnya yaitu SDM yang ilang-ilangan. Menutut Triadi anggota harus diberdayakan karena bisa jadi dia menghilang disebabkan oleh tidak adanya tugas yang jelas yang harus dikerjakan. Akan tetapi tentu di awal tidak langsung memberi beban, tetap harus mengikat hati dan membuat nyaman anggota terlebih dahulu. Selanjutnya Andini Nurfauziah yang merupakan salah satu panitia upgrading menyampaikan bahwa masalah SDM LDK yaitu anggota LDK banyak hampir 100 orang tetapi orang yang berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan LDK hanya sedikit orang dan orang yang itu-itu saja. Solusi yang disampaikan berupa pentingnya saling mengenal di awal kepengurusan dan membentuk suasana kekeluargaan.

    Dari beberapa penyampaian di atas M. Farras Muhadzdzib menanggapi, bahwasannya yang harus dicari terlebih dahulu adalah akar permasalahannya. Tapi yang paling penting adalah mengoreksi diri sendiri sebelum mengoreksi orang lain (introspeksi diri), karena bisa jadi diri kitalah sumber masalah utamanya.

    “Ingatlah, bahwa yang menanam LDK itu kita.”

    Selanjutnya, pemateri memaparkan tips pendekatan personal yang diambil dari buku Bagaimana Menyentuh Hati, yang terdiri atas:

    1. Mengenal nama. Setiap kita memiliki nama, dan mama adalah hadiah terhebat dalam hidup kita. Maka dalam organisasi sangat penting untuk mengenal siapa saja yang ada di dalamnya.
    2. Banyak mendengarkan. Kita diberi satu mulut dan dua telinga untuk lebih banyak mendengarkan dari pada berbicara.
    3. Mengapresiasi. Bak bagi pimpinanan untuk mengapresiasi capaian-capaian anggota.
    4. Penugasan baca buku

    Bagian terakhir yang disampaikan pemateri yaitu mengenai 5 Rahasia kepemimpinan Rasulullah SAW:

    1. Rasulullah SAW dibimbing oleh wahyu yaitu Al Quran dan Sunnah. Maka jika kita menemukan masalah carilah solusinya pada Al Quran dan Hadits.
    2. Senantiasa bermusyawarah. Sesederhananya amanah adalah dimintai pendapatnya. Tidak akan merugi orang yang istikhoroh dan tidak akan kecewa orang yang bermusyawarah.
    3. Ucapan=tindakan.
    4. Memiliki rasa yang sama dengan rakyat. Lihat kondsi jundi atau anggotanya dan jadilah orang yang pertama kali peduli dengan kondisinya.
    5. Tenang dalam menghadapi setiap kondisi. Seorang pimpinan harus mempunyai pendirian yang teguh dan ketenangan. Jika pemimpinnya bingung maka bagaimana dengan anggotanya.

    Beberapa penyampaian di atas menjadi penutup dari materi yang disampaikan M. Farras Muhadzdzib mengenai manajemen SDM. M. Farras Muhadzdzib menutup materi pada pukul 18.00. Agenda dilanjutkan dengan penyampaian beberapa pengumuman oleh ketua panitia upgrading Muhamad Fudoli dan sedikit disampaikan penyemangat mengenai “Istiqomah”.

    “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah.” Kemudian meneguhkan pendirian mereka (ber-istiqomah), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan oleh Allah kepadamu.” (Q.S. Fushshilat:30)

Leave a Reply