• Press Release dan Notulensi Upgrading 1 “Dauroh Amanah dan Dakwah”

    Hari, Tanggal : Ahad, 4 Februari 2018
    Waktu : 13.30-17.45
    Ruang : Seminar Al-Hurriyyah
    Dauroh/pelatihan mengenai amanah dan dakwah merupakan rangkaian perdana
    kegiatan upgrading LDK AL-Hurriyyah 1439 H. Registrasi berlangsung dari pukul 13.00
    sampai dengan 13.30 dengan persentase kehadiran pengurus 61% (58 orang dari 95 pengurus
    aktif LDK Al Hurriyyah 1439 H), yang terdiri dari 22 ikhwan dan 36 akhwat. Pukul 13.30
    acara dibuka oleh Master of Ceremony (MC) yaitu saudara Asep Saepuloh, selaku panitia
    penyelenggara upgrading dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh saudara
    Faishal Hanin (Ketua Departemen Media 1439 H). Acara dilanjutkan dengan sambutan dan
    pengumuman oleh saudara Muhamad Fudoli, selaku ketua upgrading LDK Al Hurriyyah 1439
    H dan pemberian iqob kepada peserta yang hadir terlambat oleh saudari Farah Izdihar, selaku
    panitia penyelenggara upgrading.
    Setelah pemutaran video, acara dilanjutkan dengan kegiatan Focus Group Discussion
    (FGD) yang dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil. Tema yang dijadikan bahan diskusi
    kelompok merupakan permasalahan-permasalahan umum yang seringkali terjadi dalam
    perjalanan dakwah LDK AL Hurriyyah, diantaranya rasa kepemilikan (sense of belonging)
    yang rendah, departemenisasi, acara LDK cenderung sepi (4 L; Lo Lagi Lo Lagi), anggota yang
    hilang-hilangan, disiplin yang kurang, pengetahuan yang kurang sehingga kurang kritis dan
    kurang mau berpendapat, multi amanah, LDK yang kurang diprioritaskan, komitemen kurang,
    dan tidak konfirmasi dalam kegiatan atau slow responses. (Hasil FGD terlampir)
    Penyampaian hasil diskusi sesi pertama dibuka oleh kelompok 4 akhwat dengan tema
    “sense of belonging”, dilanjutkan oleh kelompok 2 ikhwan dengan tema “departemenisasi”.
    Lalu kelompok 2 akhwat dengan bahasan terkait “acara LDK yang cenderung sepi (4 L; Lo
    Lagi Lo Lagi)”. Diskusi sesi pertama ditutup oleh kelompok 4 ikhwan yang membahas tema
    terkait “anggota yang hilang-hilangan”.
    “Dakwah itu berat, kalo sendirian, makanya berjamaah tapi jangan ilang-ilangan”
    terakhir Dede Kismantoro selaku perwakilan kelompok 4 ikhwan menutup penyampaian hasil
    diskusi dengan meniru perkataan tokoh film yang sedang naik daun dan populer di kalangan
    remaja akhir-akhir ini.
    Penyampaian hasil diskusi dihentikan sementara, karena waktu sudah memasuki pukul
    15.28 dan adzan waktu sholat ashar sudah berkumandang. Setelah selesai menunaikan sholat
    ashar, kegiatan upgrading 1 dilanjutkan dengan agenda inti, yaitu penyampaian materi terkait
    “Amanah dan Dakwah” oleh Kak Moh. Zaiful Arifin, S.TP, M.Si. Menurut Kak Zaiful,
    konversi produktivitas seseorang dikaitkan dengan waktu. Berapa banyak manfaat dan dosa
    selama waktu 24 jam yang kita miliki menunjukkan seberapa produktif kita mengonversi
    waktu. Jika dosa lebih banyak dari manfaat, maka kita sangat jauh dari kriteria ideal seorang
    kader dakwah. Perbanyak manfaat, kurangi bahkan kosongkan dosa, itulah karakter seorang
    kader dakwah. Konversi waktu seorang da’i, bukan hanya mengerjakan aktivitas yang produktif
    tapi juga menjadi ihsan dalam setiap aktivitas. Kunci menjadi ihsan dalam setiap aktivitas yaitu
    muroqobatullah (selalu merasa diawasi Allah dalam setiap aktivitasnya). Manusia yang selalu
    merasa diawasi, akan terus berusaha meningkatkan hal-hal yang baik dalam dirinya dan
    menurunkan atau menutupi keburukannya.
    Kak Zaiful melanjutkan bahwa banyaknya permasalahan yang ada di sekitar kita
    menunjukkan bahwa peran seorang da’i sangat dibutuhkan untuk perbaikan umat. Jika
    lingkungan di sekitar kita tidak baik, jangan ditinggalkan tapi diperbaiki. Jangan hanya tinggal
    dilingkungan yang nyaman dan memang sudah baik, tapi berusahalah untuk meluaskan
    kebaikan tersebut sehingga menjalar ke berbagai tempat. Perhatikan perintah Allah dalam
    surah berikut,
    “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada
    kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan
    mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(Q.S Ali Imran: 104)
    … Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Tiada balasan untuk orang yang berbuat
    kebajikan, selain kebajikan itu pula. Dan tiada balasan untuk orang yang berbuat keburukan
    selain keburukan pula. Dakwah adalah agenda besar, maka kita perlu berjama’ah. Jangan
    pernah takut bergerak di jalan dakwah ini, karena Allahlah yang telah menjanjikan keteguhan
    pada hambanya.
    “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia
    akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Q.S. Muhammad: 7)
    Dakwah tujuannya adalah Allah, dengan cara hikmah dan contoh. Target lembaga
    dakwah kampus adalah mahasiswa, maka berikan hikmah dan contoh kepada mahasiswa lain,
    lingkup kecilnya adalah teman kelas dan teman sekamar di asrama.
    “Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan
    bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih
    mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui
    orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S An-Nahl: 125).
    Terakhir Kak Zaiful memberi tips terkait strategi dakwah yang dapat dilakukan dalam
    jangka waktu singkat dan panjang. Jika dalam jangka waktu singkat, maka perkuat apa yang
    tampak dari luar, contohnya public speaking, kemampuan kita berbicara dan memengaruhi
    orang lain. Namun, jika kita berdakwah pada target dan tempat yang sama dalam waktu yang
    panjang, yang dilihat adalah karakter/perilaku yang kita lakukan, jadi tampakan itu, berbuat
    baiklah dan jangan sungkan membantu orang lain. Acara-acara lembaga dakwah yang
    mengundang artis/presma hanya merupakan strategi dakwah dalam waktu singkat, sedang
    dalam jangka waktu panjang yang dilihat oleh target dakwah adalah perilaku dan akhlak yang
    ditunjukkan oleh kader dakwah tersebut.
    Setelah selesai penyampaian materi oleh Kak Zaiful, kegiatan dilanjutkan kembali
    dengan sesi penyampaian hasil diskusi kelompok yang dibuka oleh kelompok 1 ikhwan dengan
    bahasan terkait “disiplin yang kurang”. Selanjutnya, kelompok 1 akhwat dengan tema
    “pengetahuan yang kurang sehingga kurang kritis dan kurang mau berpendapat”. Kelompok 3
    ikhwan mengenai “amanah yang banyak (multi-amanah)”. Kelompok 3 akhwat terkait
    “penyebab LDK kurang diprioritaskan”. Lalu, kelompok 5 akhwat mengenai “komitmen yang
    kurang”. Dan terakhir, ditutup oleh kelompok 6 akhwat yang membahas tema terkait
    “konfirmasi (slow response)”.
    Setelah setiap kelompok memaparkan hasil diskusinya, acara dilanjutkan dengan
    pembahasan bersama terkait izin yang dibolehkan dan tidak dalam kegiatan-kegiatan LDK Al
    Hurriyyah. Dipandu oleh MC, setiap perizinan yang masuk ke panitia acara upgrading dibahas
    satu persatu yang masuk dalam kategori syar’i dan tidak, sehingga harapannya dengan
    membuat kesepakatan bersama, setiap peserta dapat lebih berkomitmen pada setiap kegiatan
    LDK Al Hurriyyah. (Hasil diskusi terlampir)
    Terakhir, acara ditutup dengan bersama mengucap istighfar dan do’a kafaratul majlis,
    serta undur diri dari MC selaku pembawa acara dan panitia upgrading LDK Al Hurriyyah 1439
    H.

Leave a Reply