• Pilihanku Tepat!!

         Siapa yang tidak mengenal istilah PEMIRA? Ya, mungkin istilah ini terdengar asing bagi sebagian mahasiswa, khususnya mahasiswa baru. PEMIRA atau Pemilihan Mahasiswa Raya merupakan ajang pemilihan Presiden Mahasiswa yang akan menjadi roda penggerak perubahan mahasiswa di lingkungan kampus, khususnya IPB. Sebagian mahasiswa mungkin heboh mempersiapkan PEMIRA ini. Memilih calon yang tepat serta dapat menentukan arah dan kebijakan stategis yang akan memberikan dampak positif bagi civitas akademika IPB. Atau sebagian yang lain hanya memilih diam tanpa mau peduli tentang sosok yang akan hadir sebagai pemimpin di periode yang akan datang. Tentunya, dalam memilih pemimpin, seorang muslim harus memahami kriteria pemimpin yang sesuai dengan ketentuan Islam. Islam mengajarkan bahwa dalam memilih dan membuat sebuah keputusan, seorang muslim harus selalu berpedoman pada al-Quran dan hadis.

         Pada prinsipnya, setiap pemimpin perlu memiliki kelebihan tertentu dalam sifatnya, di antaranya beriman dan bertakwa, sehat jasmani dan rohani, berilmu pengetahuan, berani, jujur, hikmah, memiliki akhlak mahmudah dan menghindari akhlak yang madzmumah, lapang dada, penyantun dan penyayang, serta ikhlas dan rela berkorban. Seorang pemimpin haruslah orang yang bertakwa kepada Allah. Ketakwaan merupakan acuan dalam melihat seorang pemimpin yang benar-benar akan menjalankan amanah. Bagaimana mungkin pemimpin yang tidak bertakwa dapat melaksanakan kepemimpinannya? Karena dalam terminologinya, takwa diartikan sebagai melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Takwa berarti taat dan patuh serta takut melanggar/mengingkari dari segala bentuk perintah Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan yang artinya “Abu Dzar berkata: Ya Rasulullah tidakkah kau memberi jabatan apa-apa kepadaku? Maka Rasulullah memukul bahuku sambil berkata: Hai Abu Dzar, kau seorang yang lemah, dan jabatan itu sebagai amanat yang pada hari kiamat hanya akan menjadi kemenyesalan dan kehinaan. Kecuali orang yang dapat menunaikan hak dan kewajibannya dan memenuhi tanggung jawabnya.” (HR Muslim).  Hadis tersebut menunjukkan bahwa menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah. Sebagai seorang yang paham agama, kita sudah seharusnya memilih pemimpin yang amanah dan bertanggungjawab, karena setiap pemimpin kelak ketika hari kiamat akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.

         Persoalan memilih pemimpin merupakan salah satu persoalan yang dipandang sangat penting dalam pandangan Islam. Memilih pemimpin itu tidak hanya mencakup dimensi duniawi, labih dari itu juga memiliki dimensi akidah. Karenanya, tidak selayaknya seorang muslim masih menggunakan dasar dan acuan lain selain yang telah jelas dan tegas disebutkan dalam kitab suci al-Quran. Oleh karena itu, dalam PEMIRA kali ini seorang muslim harus bias memilih dengan cerdas dan tepat agar calon yang terpilih adalah orang yang berjalan di jalan Allah.

    Post Tagged with , , ,

Leave a Reply