• Rohingya, Etnis Paling Menderita di Dunia

    ALHURRIYYAH (2/9) – Negara tetangga kita, Myanmar tengah berduka. Pembantaian dan pembakaran pada umat muslim tak berdosa terjadi lagi. Konflik terhadap etnis Rohingya kembali membara. Namun dunia seakan diam, tuli, dan tak peduli.

    PBB menyebut etnis Rohingya sebagai etnis paling menderita di dunia. Etnis minoritas ini tinggal di Rakhine, salah satu provinsi di Myanmar. Namun etnis ini tak diakui kewarganegaraannya oleh Myanmar karena dianggap imigran ilegal dari Bangladesh, meski mereka mengklaim bahwa akar budaya mereka sudah ada di Myanmar sejak berabad-abad silam. Sementara di Bangladesh sendiri, mereka  di tolak karena dianggap sebagai warga Myanmar. Para tentara Myanmar yang seharusnya melindungi mereka justru menembaknya membabi buta.

    Konflik ini bukan terjadi yang pertama kali. Menurut detiknews.com, sejak tahun 1982 Etnis Rohingya  telah mengalami persekusi dan pengusiran berulang kali.

    Beberapa bulan lalu, kekerasan di Rohingya sempat mereda. Namun baru-baru ini konflik kembali membara ketika ada sebuah kelompok gerilyawan menyerang pos-pos-pos polisi yang menewaskan 12 petugas pada Jumat dini hari pekan lalu. Kelompok tersebut adalah Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), dan mengaku mereka bertanggungjawab atas serangan itu dengan dalih sebagai sikap pembelaan terhadap warga Rohingya.

    Koran Republika menginformasikan bahwa Dewan Rohingya Eropa (ERC), pada Senin (28/8), mengatakan bahwa ribuan Muslim Rohingya telah terbunuh dalam tiga hari terakhir di Rakhine, Myanmar. Menurutnya, hal ini jelas merupakan tanda-tanda genosida yang dilakukan oleh militer Myanmar.

    Sebagai sesama muslim, tak seharusnya kita diam dan tak peduli. Meski berbeda etnis dan negara, tapi umat Islam dimanapun tetaplah bersaudara. Mari lakukan hal apapun untuk bisa meringankan penderitaan etnis Rohingya. Jika tak bisa membantu dengan rezeki, masih ada doa yang siap mengetuk pintu langit tertinggi. Tak lupa, mari sebarkan informasi mengenai Rohingya agar semakin banyak warga dunia yang mendoakannya. (LAY/NASIBA)

Leave a Reply