• Hindari Hal Ini Saat Bercanda

    A : “Lu tau nggak apa yang paling dalem di dunia ini?”

    B : “Black hole?” Jawabnya mantap, yakin benar.

    A : “Hidung lu. Hahaha”

    Pernahkah kita merasa tersinggung meski bermaksud bercanda? Seperti percakapan di atas misalnya.  Bagaimana rasanya jika kamu yang diolok-olok? Mungkin sebagian akan merasa biasa saja, luarnya. Tapi bagaimana dengan hatinya? Bisakah kita menjamin bahwa hatinya baik-baik saja? Bagaimana jika sebenarnya ia sakit hati? Nah, hal inilah yang tidak diperbolehkan dalam bercanda.

    Bukan Islam mengharamkan bercanda, justru Rasulullah adalah sosok yang humoris. Namun dalam bercanda juga perlu melihat rambu²nya agar tidak melukai satu dan lainnya.

    Berikut ini adalah 7 hal yg  harus kita hindari saat bercanda:

    1. Tidak berbohong

    Adakah diantara kita yang suka berbohong dengan niat hanya untuk bercanda? Jika ada, mari buang kebiasaan tersebut. Karena Rasulullah pernah bersabda,

    “Celakalah bagi yang berbicara lantas berdusta hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.” (HR. Abu Daud no. 4990 dan Tirmidzi no. 3315. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

    Rasulullah juga senang bercanda. Hanya saja beliau tetap mengatakan yang sebenarnya dalam candaannya.

    Abu Hurairah RA menceritakan saat para sahabat berkumpul dalam majelis Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam,”Para sahabat bertanya kepada Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam,”Wahai Rasulullah, apakah engkau jua bersenda gurau bersama kami?” maka Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam menjawab,”Tentu, hanya saja aku akan berkata benar” (HR. Ahmad)

    1. Tidak menghina dan melecehkan Islam

    Misalnya bercanda dengan membawa simbol-simbol agama Islam untuk mengundang tawa, seperti Alqur’an dan Rasulullah. Hal ini tidak dibenarkan dalam Islam. Alqur’an adalah petunjuk hidup manusia, maka isinya tak boleh dipermainkan siapapun. Berhati-hatilah, karena bercanda atau mempermainkan agama bisa membawa kita pada kekufuran.

    “Dan jangan kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan), tentulah mereka menjawab,”sesungguh nya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” katakanlah,” apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.” (At- taubah 65-66)

    1. Tidak ghibah

    Saat becanda, terkadang keburukan orang lain ikut dibawa untuk mengundang tawa. Itu ghibah namanya. Ghibah itu membicarakan keburukan orang lain. Bahasa kerennya ngerumpi. Ghibah termasuk perbuatan yang tidak terpuji. Sebelum membicarakan keburukan orang lain, lihatlah diri kita dahulu, apakah kita lebih baik darinya atau justru jauh lebih buruk? Dan tahukah kamu, bahwa ghibah diibaratkan seperti memakan bangkai saudara sendiri? Tentu kita tidak mau makan bangkai bukan?

    Allah berfirman,

    “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Al Hujurat : 12)

    1. Tidak mengambil barang orang lain

    Adakah yang senang menyembunyikan sendal atau barang temannya untuk bercandaan? Jika ada, kembalikan barang tsb dan segeralah minta maaf. Mari tinggalkan kebiasaan itu karena dapat menimbulkan amarah.

    Sesuai sabda rasul,

    Tidak boleh seorang dari kalian mengambil barang saudaranya, baik bercanda maupun serius.” (HR. Abu Daud no. 5003 dan Tirmidzi no. 2160. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

    1. Tidak menakut-nakuti

    Bagaimana jika kita berada di posisi yang ditakut-takuti? Tentu kesal bukan? Menakut-nakuti orang lain hanya untuk memancing tertawa juga tidak dibenarkan dalam Islam.

    Rasullullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim untuk menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Dawud)

    1. Tidak menghabiskan waktu dengan bercanda

    Bercanda tentu boleh, tapi tidak baik jika menghabiskan waktu hanya untuk bercandaan. Apalagi jika bercanda itu tak ada manfaatnya.

    “Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah dia meninggalkan yang tidak bermanfaat baginya.” (HR Abu Dawud)

    1. Tidak melanggar syariat

    Bercanda yang tidak melanggar syariat selain poin di atas yakni tidak menyakiti perasaan atau fisik orang lain, tidak mendzalimi makhluk lain, tidak tertawa berlebih, tidak bersentuhan dengan non-mahramnya, dll.

    Seperti sabda Rasulullah saw,

    Janganlah kalian banyak tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati.” (HR. Ibnu Majah)

    Yuk mulai hari ini, andai kita akan bercanda dengan teman, tengok kembali rambu-rambunya. Jangan sampai bercanda menjadi penghambat kita ke Surga-Nya karena tlah melanggar syariatnya. Bercandalah dengan cerdas dan berkualitas.

    Allahu a’lam

    Penulis : Layyinatul Kholiqoh

    Post Tagged with , ,

Leave a Reply