• Sahabat Syurga

         Punya sahabat itu memang indah tiada tara. Lebih indah lagi kalo dia adalah sahabat dunia akhirat. Lalu seperti apa sahabat yang akan  bersama-sama meraih syurga-Nya?

         Pertama, yang mencintai dan membenci karna Allah swt. Dalam Islam, persahabatan bukan untuk meraih manfaat atau simbol status sosial. Tapi untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah swt. Rasul saw bersabda: “Tidaklah kedua orang saling mencintai karena Allah swt, kecuali bahwa dia lebih mencintai sahabatnya.”(Ihya ‘Ulumu al-Dîn).

        Kedua, yang saling menghormati dan menghargai. Jalinan persahabatan tidak selalu mulus. Terkadang ada perbedaan pendapat atau perbuatan yang menyinggung. Sikap terbaik sebagai sahabat sejati adalah mendiskusikan dengan kepala dingin. Bukan mendendam atau membicarakannya di belakang. Selain untuk mengurangi prasangka buruk, juga untuk menambah kedekatan. Rasul saw mengingatkan dalam sabdanya, ”Jangan saling membenci, jangan saling memusuhi, dan jangan memutus hubungan. Jadilah kalian hamba Allah yang saling bersaudara. Tidak diperbolehkan seorang Muslim memboikot sesamanya selama lebih dari tiga hari”(HR. Muslim dan Tirmidzi).

         Ketiga, yang menyembunyikan aib saudaranya. Jika kita tahu sahabat sejati berbuat tidak pantas dan  tercela, jangan bingung apalagi malah ikut-ikutan dengan alasan solidaritas. Sahabat terbaik akan menjaga aib sodaranya alias tidak menceritakan kepada orang lain, melainkan mengingatkannya agar tidak mengulangi perbuatan tercela itu. Rasul saw bersabda, ”Siapa saja yang menyembunyikan (aib) seorang muslim, maka Allah akan menyembunyikan (aibnya) di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba yang gemar menolong saudaranya.”(HR. Muslim).

         Keempat, yang saling mengutamakan. Ada saatnya sahabat perlu uluran tangan kita. Baik waktu, tenaga, harta, atau masukan. Jadi jangan sungkan untuk menawarkan bantuan. Kiita juga bisa memberikan hadiah untuk meringankan bebannya. Itulah yang diajarkan rasul saw. “Tidaklah seorang menemani sahabatnya, meskipun hanya sesaat di siang hari, kecuali ia akan ditanya (tentang tanggung jawabnya) dalam persahabatan itu, apakah dia melaksanakan hak-hak Allah atau mengabaikannya.”(Ihya’ Ulumu al-Diin).

         Kelima, yang saling mengingatkan. Sahabat sejati pastinya akan mengajak untuk berbuat taat, bukan maksiat. Saling menasihati untuk kebaikan dunia akhirat. Karena seorang sahabat sejati, tidak ingin temannya celaka atau dibenci Allah swt. Jadi, jangan segan untuk saling mengingatkan dan menyampaikan kebenaran Islam meski terasa pahit. Semoga kita bisa menjadi atau menemukan sahabat sejati yang memenuhi kriteria di atas. Rasul saw mengingatkan, ”Orang itu mengikuti agama teman dekatnya; karena itu perhatikanlah dengan siapa ia berteman dekat”. (HR Tirmidzi).

         Dalam mencari sahabat juga harus mengutamakan yang sesama jenis. Bukan berarti anti lawan jenis. Boleh saja interaksi dengan lawan jenis selama ada keperluan yang mengharuskan adanya komunikasi. Seperti dalam hal pendidikan, belanja di pasar, atau berobat ke dokter Allah swt berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu“(QS. Ali-Imran [3]: 118).

    Temukan sahabat syurgamu!

    Post Tagged with , ,

Leave a Reply