• Gerakan Menutup Aurat 2017 Menggema di IPB

       Sebuah kesuksesan besar akan diraih seiring dengan persiapan yang matang. Sama halnya dengan kegiatan GEMAR atau Gerakan Menutup Aurat (19/2/2017). Persiapan GEMAR dilakukan kurang lebih selama satu bulan. Mulai dari mengumpulkam amunisi berupa jilbab dan pakaian syar’i, hingga pencerdasan kepada perempuan di IPB.

       Kegiatan pun dirancang sedemikian rupa agar perempuan disekitar IPB merasa tertarik dan ikut bergabung menggunakan pakaian syar’i. Longmarch dan orasi, kajian muslimah, dan stand make over hijab adalah serangkaian bentuk kegiatan GEMAR. Meskipun pada akhirnya terdapat kegiatan yang terpaksa digantikan oleh bentuk kegiatan lainnya.

       Minggu pagi wilayah Bogor diguyur hujan sangat deras. Mungkin Allah ingin menguji, seberapa tangguh para pejuang GEMAR untuk tetap membumikan hijab syar’i di lingkup IPB. Hujan bukanlah alasan tuk berhenti melangkah dalam dakwah. Air hujan tak mampu padamkan api semangat yang berkobar dalam dada. Alhasil, aksi longmarch tak bisa terlaksana dapat digantikan dengan kegiatan lain yakni Kajian Muslimah.

       Kajian dengan tema “Menutup Aurat sesuai Syariat Islam” yang disampaikan oleh Mba Nanis, Mahasiswi Pascasarjana, ternyata memikat banyak mahasiswi sekitar yang hilir mudik di Koridor Pinus. Diantaranya, para peserta Spirit-G yang sedang melakukan lomba melukis tepat di sisi kanan kajian. Mereka terlihat memperhatikan materi yang dibahas oleh Mba Nanis.

       “Sebagian wanita mungkin masih merasa risih saat hendak mengenakan hijab syar’i karena perilakunya belum mencerminkan hijabnya. Maka pelan-pelan saja, dari yang belum berhijab untuk mengenakan hijab. Dari yang masih nerawang kemudian di lapis 2 agar tidak terawang lagi. Dari yang masih ketat perlahan mulai longgarkan pakaian. Karena menutup aurat itu kewajiban. Mari sempurnakan. Jika paha ayam saja ada harganya, apakah rela jika auratmu diumbar gratis begitu saja?” Kurang lebih begitulah kata mba Nanis.

       Usai kajian, pejuang GEMAR berpencar untuk membagikan hijab kepada para perempuan yang sedang berjalan disekitar GWW (Graha Widya Wisuda)  dan pintu masuk menuju Babakan Rara (Berlin). Target pembagian hijab tak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa, namun juga ibu-ibu yang sedang bersantai. Antusias ibu-ibu tersebut sangat tinggi. Mereka menyambut dengan ramah dan menerima pemberian hijab syar’i yang insyaAllah akan dikenakan secara konsisten suatu saat nanti.

       Stand make over hijab syar’i juga didirikan di sekitar Media Center. Para perempuan diberi kesempatan untuk mix and match baju dan jilbab sesuai selera. Tak tanggung-tanggung, baju dan jilbab tersebut diberikan secara gratis bagi mereka yang telah berkunjung. Beragam pengunjung berdatangan, mulai dari anak SMA hingga bapak-bapak.

       Semoga kegiatan ini mampu mengajak muslimah untuk mengenakan jilbab sesuai syariah dan istiqomah. Selain itu dari kegiatan ini juga mencerminkan bahwa orang islam itu baik, peduli, dan senang berbagi. Bukan korupsi seperti yang ditampilkan di TV. Kedepannya, insyaAllah akan dilakukan pendataan kondisi muslimah IPB antara yang berhijab dan tidak untuk mengetahui dampak dari kegiatan ini. Semoga semakin banyak muslimah IPB yang kenakan hijab syar’i.
    ~Anggi, ketua keputrian LDK Alhurriyyah~

       Semoga kajian ini mampu menyentuh hati para pendengarnya. Pun kami selaku panitia menjadi lebih semangat dalam mengajak wanita untuk kenakan hijab
    ~Layyinatul Kholiqoh, panitia GEMAR 2017~

    Reporter : Layyinatul Kholiqoh

    Editor: MK

Leave a Reply