• PENGAKUAN SEHELAI BULU MATA.

    Hakikat Rasa Takut Kepada Allah swt.

    Seorang ahli fiqh bernama Abu Laits pernah berkata, “Allah swt. mempunyai malaikat-malaikat yang ada di langit. Sejak mereka diciptakan, mereka selalu sujud kepada Allah swt, sampai hari kiamat.” Para malaikat ini begitu taat. Perasaan takut mereka akan menyalahi perintah Allah swt, menyebabkan persendian makhluk yang tercipta dari nur ini menjadi gemetar. Kepala mereka baru akan diangkat dari sujudnya, hanya saat hari kiamat telah tiba. Saat itu mereka berkata, ”Maha Suci Engkau, rasanya kami belum mengabdi sepenuhnya kepada-Mu.” Padahal, malaikat selalu menundukkan kepala, memuji keagungan Allah swt. Allah swt. berfirman,

    Mereka takut kepada Tuhan mereka yang berkuasa atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).” (QS.An-Nahl:50).

    Maksud dari ayat ini adalah mereka tidak pernah mendurhakai Allah swt, walau barang sekejap mata. Rasulullah saw. pun menambahkan dalam sabdanya,

    Ketika tubuh seseorang tergetar karena takut kepada Allah swt, maka dosa-dosanya menjadi berguguran, sebagaimana rontoknya dedaunan dari suatu pohon.”

    airSesungguhnya Allah senantiasa terjaga, Dia tidak mengantuk dan tidak pula tidur. Allah selalu melihat kita. Oleh sebab itu, sudah sepatutnya Allah yang kita takuti. Tidak ada yang luput dari penglihatan-Nya. Setiap perlakuan kita diamati, seolah terdapat kamera CCTV tak terlihat di sudut manapun. Setiap tingkah laku kita dicatat dalam buku amal, lantas di yaumil hisab kelak segala perbuatan pun dipertanggungjawabkan. Apabila kebaikan lebih banyak dikerjakan, selamatlah ia dan dihantarkan dirinya menuju surga. Namun sebaliknya, apabila kejahatan yang berbuah dosa lebih berat timbangannya, maka imbalannya adalah neraka. Hanya rahmat Allah-lah yang menyelamatkannya.

    Diterangkan dalam kitab Daqa’iquk Akhbar, bahwa pada hari kiamat akan didatangkan seorang hamba. Hamba tersebut lalu ditimbang seluruh amal perbuatannya. Setelah ditimbang apa-apa yang telah ia kerjakan, ternyata kejahatannya lebih berat daripada kebaikannya. Maka, ia diperintahkan untuk dibawa ke neraka. Saat ia akan disongsong menuju jahannam, sehelai bulu matanya berbicara, “Ya Tuhanku, Rasul-Mu, Muhammad pernah bersabda: Barangsiapa yang pernah menangis karena takut kepada Allah swt, maka Allah mengharamkan matanya tersentuh api neraka.” Sesungguhnya mata sang hamba itu pernah menangis karena teringat akan dosanya. Akhirnya Allah swt, Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang mengampuni dosa-dosa hamba itu dan menyelamatkannya dari siksa api neraka, berkat pengaduan sehelai rambut yang biasa menangis karena takut kepada Allah swt.

    Demikianlah keistimewaan rasa takut terhadap Allah swt. Mata yang pernah dibasahi oleh airmata penyesalan akan dosa, dapat menyelamatkan diri dari azab neraka. Oleh karena itu, marilah kita sama-sama merenungi perbuatan yang kita kerjakan, lantas memohon ampun pada Allah. Tanamkan rasa takut akan murka-Nya. Mudah-mudahan, insya Allah, tangis penyesalan kita menjadi asbab dihindarkannya diri kita dari jilatan api neraka. Aamiin ya Rabbal Alamin.

    Penulis: Miftah Faozar

    Editor: Tria Ratu H

    Post Tagged with , ,

Leave a Reply