• Squad Fundrising and Marketing Al Hurriyyah

    “Dakwah adalah cinta”, ungkap seseorang yang hingga kini kata-katanya masih menggema di telingaku. Dakwah akan meminta segalanya darimu, baik pikiran, tenaga, maupun harta benda. Dakwah tidak hanya sekedar kata-kata, tapi dakwah yang paling baik adalah dakwah dengan perbuatan. Salah satunya adalah dakwah dengan harta benda. Harta benda adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan untuk bisa melangsungkan kehidupan di dunia, termasuk dalam sebuah organisasi, organisasi dakwah.

    Sebut saja Lembaga Dakwah Kampus (LDK), mempunyai divisi-divisi sebagai pendukung kehidupan dakwah, yang disebut departemen. Salah satu departemen tersebut ada yang bergerak dalam penggalangan dana dakwah. Departemen tersebut adalah Departement of Fundrising and Marketing, salah satu sumber keuangan LDK.  Departemen tersebut diisi oleh delapan orang yaitu Fadhli Dzil Ikram, Mudrikul Hamdi, Lutfi Ilham Pradipta, Ainaya Kresnanda, Fitria Suartini, Inarotul Khija, Sissy Nagita, dan Siti Khoeriyah.

    Departemen ini “seolah-olah” mempunyai ruang sekretariat yang berbeda dengan departemen lain, yaitu sebuah ruangan kecil di bawah tangga utama Masjid Al-Hurriyyah, di depan lantai dasar bagian teras akhwat. Ruangan tersebut adalah sebuah toko yang bernama Star BerkAH. Toko ini menyediakan aneka jajanan seperti  permen, makanan ringan, dan minuman. Ada pula sedikit alat tulis kantor, aksesoris dan jilbab. Star berkAh juga menerima penitipan barang yang harus mematuhi aturan tertentu. Barang dagangan toko akan di-restock ulang secara resmi setiap sebulan sekali.

    Selain jilbab yang ada di toko, DFM juga memasarkan jilbab dengan sistem Pre Order(PO).  Awalnya, DFM memasarkan jilbab di toko dengan bahan Catty yang berukuran 125×125 cm dan 130×130. Akan tetapi, karena dirasa kurang efektif, maka DFM memberlakukan system PO. Bahan yang DFM tawarkan yaitu Catty, Wolfis, dan Double Hicon dengan harga yang sama untuk semua ukuran, kecuali bahan yang berbeda diberi bandrol yang berbeda pula. Tanggapan pasar ternyata positif, akhirnya untuk yang ketiga kalinya DFM memproduksi jilbab kembali namun hanya bahan Catty dan Wolfis saja karena bahan kedua bahan tersebut lebih mudah untuk diproduksi.

    Selain kedua usaha tersebut, ada usaha lain yang dilakukan yaitu menjual pulsa dan pembuatan Jaket LDK. DFM akan terus berupaya mengembangkan usahanya, terutama dalam usaha konveksi karena untung yang diperoleh cukup menjamin. Semangat berdakwah! (Khoiriyah/Nasiba)

    Post Tagged with , ,

Leave a Reply