• THE STORY OF ENOCH

              Laki-laki itu dikenal dengan nama Enoch di beberapa kitab yang masih dipegang oleh manusia. Namanya tak berubah, meski sebagian besar dari kitab-kitab itu telah diubah oleh tangan-tangan tak bertanggungjawab. Enoch, sebagian ulama mengatakan bahwa dia adalah nabi dan rasul kedua setelah Adam. Sebagian lagi berkata, dia adalah rasul kedua setelah Syiths. Sebagian lagi berkata bahwa Enoch adalah rasul pertama dalam sejarah umat manusia. Allahu a’lam, Allah lebih mengetahui mana yg benar. Lalu siapakah dia?
    Dalam Al-Qur’an, Enoch dikenal dengan nama Idris as. Seorang laki-laki yang secara gamblang dikatakan bahwa Ia diangkat ke tempat yang tinggi oleh Allah swt. Abdullah Ibnu Abbas ra. menggambarkan sosok ini sebagai seorang laki-laki yang berpostur tinggi nan gagah. Raut wajahnya tenang dan meneduhkan. Idris memiliki janggut yang tumbuh lebat dan apabila berjalan ia menundukkan pandangannya. Idris adalah seorang laki-laki yang hemat bicara, hanya berucap ketika ia perlu saja.

              Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ini dikatakan bahwa Idris adalah laki-laki pertama yang menggunakan pena dan laki-laki pertama yang menggerakkan pasukan untk berjihad di jalan Allah. Dengan kata lain, tidak ada peperangan dan tidak ada tulisan sebelum zaman Idris as. Hal ini sesuai dengan literatur-literatur yang telah ditemukan umat manusia hari ini. Allahua’lam.

    Mengapa Idris diutus?

              Ingatkah Anda dengan kisah Qabil yang menjadi laki-laki pertama yang melakukan dosa besar? Idris as. diutus bukan untuk menyeru manusia untuk berhenti melakukan syirik (kegiatan menyekutukan Allah, red: perdukunan, dan lain-lain) ataupun menjelaskan tentang Allah dan Islam sebab di saat itu agama masih murni dan jelas. Rentang mereka dari Adam masih belum terlalu jauh. Lalu untuk apa? Idris diutus menjadi Rasul untuk membantu para anak-anak Adam supaya berhenti dari berbuat kerusakan. Di masa itu informasi masih murni, akan tetapi dalam diri manusia mulai muncul nafsu-nafsu yang mengajak mereka menuju kerusakan. Mereka mulai melakukan zina, mendzalimi orang lain, melakukan pembunuhan, dan perlahan mereka mulai semakin dalam melakukan dosa. Untuk itulah Idris diutus. Sampai suatu ketika, Idris menemukan kaumnya mulai menentang dan melakukan perlawanan. Mereka mengumpulkan pasukan! Akhirnya untuk menghentikan ini, Idris juga mengumpulkan pasukan baik yang berjalan kaki maupun berkuda. Inilah peperangan pertama antara haq dan bathil dalam sejarah manusia, sampai akhirnya Allah memberikan kemenangan pada mereka.

            Suatu ketika, Allah memberitahu pada Idris sebuah karunia, dimana dikatakan bahwa Idris akan dikaruniai pahala seluruh manusia yang mengikutinya dan berbuat seperti apa yang ia lakukan hingga hari kiamat. Bukan hanya itu, bahkan pahala-pahala tersebut dijadikan dua kali lipat untuknya. MasyaAllah. Idris as. Merasa sangat bahagia dan bersyukur pada Allah atas nikmat ini.

          Idris memiliki seorang teman dari kalangan malaikat. Sampai akhirnya ia merasa ajalnya sudah dekat. Ia sampaikan satu keinginannya pada malaikat itu untuk dipertemukan dengan malaikat maut. Ia ingin bertemu dengannya. Pun Idris meminta kepada Allah untuk diberi waktu sejenak, ia ingin sedikit hidup lebih lama. Maka temannya ini kemudian menggendong Idris di belakang sayapnya dan membawanya terbang sampai bertemu dengan malaikat maut di langit keempat. Malakul maut bertanya pada malaikat yang menjadi teman Idris.

    “Tapi, di mana idris?” Tanyanya.

    Teman idris menjawab, “Dia ada di belakang sayapku.”

    “Betapa mengherankan,” ujar malakul maut. “Aku dikirim untuk mencabut nyawanya di langit keempat. Aku sejak tadi berpikir bagaimana aku bisa mencabutnya di langit keempat, sedangkan ia ada di bumi.”

              Kemudian ruh Idris dicabut di langit keempat. Hal ini dikonfirmasi oleh Rasulullah saw dalam hadits yang dishahihkan oleh Imam Al-Bukhari bahwa beliau bertemu dengan Idris as. di langit keempat. Sejauh inilah kisah yang para ulama ketahui tentang Nabi Idris as. Lalu apa yg terjadi setelah itu? Idris wafat, dan waktu berlalu. Kemudian kejahatan semakin meningkat, lebih dan lebih lagi. Ribuan tahun kemudian, puluhan generasi pergi. Ribuan tahun yang diperlukan oleh iblis sampai akhirnya ia berhasil mencapai sebuah pencapaian yang besar. Ribuan tahun setelah kematian Nabi Idris, Iblis berhasil membuat manusia melakukan dosa yang tak termaafkan untuk pertama kali. Dosa syirik, alias menyekutukan Allah. Allahu a’lam.

    (AF)

    Post Tagged with ,

Leave a Reply