• Bagaimana Cara Kalian Pulang?

    Judul buku : Pulang

    Pengarang : Tere Liye

    Penerbit : Republika Penerbit

    Tahun terbit : 2015

    Cetakan : VI

    Ukuran buku : 13,5×20,5 cm

    Tebal buku : 400 halaman

    Mamak menangis tergugu melihat anggukan kepalaku.

    Siang itu, Mamak menyiapkan buntalan kain berisi pakaianku sambil menangis.

    Ia lantas mendekap kepalaku erat-erat. Berbisik lembut, “Mamak akan mengizinkan kau pergi, Bujang. Meski itu sama saja dengan merobek separuh hati Mamak. Pergilah, anakku, temukan masa depanmu. Sungguh besok lusa kau akan pulang. Jika tidak ke pangkuan Mamak, kau akan pulang pada hakikat sejati yang ada di dalam dirimu. Pulang…”  

    -Tere Liye-

              Pulang berkisah tentang kepergian seorang anak bernama Bujang ke perantauan. Di tanah rantau karir Bujang melejit dari seorang anak tanpa alas kaki yang berjalan di tengah hutan menjadi seorang pemuda gagah pemilik posisi tinggi dalam dunia ekonomi skala internasional. Sayangnya, dunia ekonomi yang dijalankan merupakan shadow economy yang erat kaitan dengan pasar gelap, pencucian uang, kekerasan, perabutan kekuasaan, serta hal-hal bernada kriminalisme lainnya.

             Berkat shadow economy ini, Bujang akhirnya memiliki keluarga dan musuh baru. Semakin rumit ketika Bujang kembali disibukkan dengan berbagai hal, bahkan ia hendak dijadikan kandidat kuat untuk menjadi pimpinan dari keluarga Tong, keluarga yang selama ini menjadi tempatnya bernaung dan menjalankan aktivitas shadow ekonomi yang dilakoninya.

          Bujang telah lapuk, nuraninya telah hilang. Meski dua berita tentang kematian Mamak dan Bapak telah ia dengar, Bujang sama sekali tak memiliki keinginan untuk kembali ke kampung halaman. Hingga pada akhirnya nasiblah yang membawanya kembali pulang, meski tak lagi ke pangkuan Mamak dan Bapaknya.

            Lagi-lagi Tere Liye berhasil membuat takjub pembacanya. Banyak hal sederhana yang terkadang luput dari mata manusia namun dikemas menjadi kata-kata apik di dalam kisah Bujang. Alur yang tidak mudah ditebak juga membuat penasaran setiap kali membuka lembar demi lembar novel ini. Berbeda dengan kebanyakan novel Tere Liye lainnya yang cenderung berbau romansa dan melankolis, Pulang memberikan sentuhan aksi-aksi menegangkan serta tema yang berbeda. Tere Liye menantang imajinasi pembaca untuk menebak kebenaran informasi di novel ini. Tere Liye juga sempat membahas pemerintahan Indonesia meski tidak secara langsung dan terang-terangan sehingga sebenarnya tidak bisa benar-benar disebut “membahas”. Namun terdapat hal yang mengganjal sampai akhir baris novel Pulang, yakni pemahaman baik yang masih tetap berada pada ruang kejahatan shadow economy.  Seolah-olah ada kisah emas yang terendam dalam lumpur.

             Novel ini cocok dibaca untuk semua kalangan. Karena sejatinya semua orang pasti akan pulang, setidaknya ada hakikat pasti kepulangan untuk sesuatu yang hidup, yakni kematian.

    (MK/AF)

    Post Tagged with , ,

Leave a Reply