• SILATURRAHIM DAKWAH LDK ALHURRIYYAH KE DAARUT TAUHID DAN GAMAIS ITB 2016

    “Mengeratkan Ukhuwah, Memajukan Dakwah Islamiyah

    MEDIA ALHURRIYYAH, BANDUNG – LDK Al-Hurriyyah IPB mengadakan Silaturrahim Dakwah ke Masjid Daarut Tauhid dan Gamais ITB. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 23-24 April 2016 ini diikuti oleh 65 mahasiswa anggota LDK. “Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjalin serta mempererat ukhuwah islamiyah antar lembaga dakwah kampus. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk study banding mengenai sistem organisasi yang diterapkan di Gamais ITB,” ujar Muhammad Fudholi, wakil ketua umum LDK Al-Hurriyyah periode 1437. Peserta kegiatan silaturrahim ini diberangkatkan dari kampus IPB Darmaga pada pukul 17.00 dengan menggunakan dua bus kampus. Selama perjalanan seluruh peserta diajak untuk melantunkan doa kemudian dilanjutkan dengan membaca al-ma’tsurat secara bersama-sama. Rombongan tiba di Ponpes Daruut Tauhid pada pukul 22.30 WIB, sedikit meleset dari waktu yang telah diperkirakan sebelumnya.

    Rangkaian kegiatan Silaturrahim Dakwah dimulai pada pukul 03.00 dengan shalat Tahajjud sebagai pembuka. Hal ini ditujukan sebagai pembiasaan bagi anggota LDK untuk tetap berusaha mendekatkan diri kepada Allah dalam kondisi apapun. Shalat Tahajjud ini dipimpin oleh salah satu pengurus DT dan diikuti oleh kurang lebih 40 orang Santri Siap Guna (SSG), masyarakat umum yang menginap, serta anggota LDK dari beberapa kampus termasuk IPB. Shalat tahajjud diakhiri pada pukul 04.30 untuk memberi jeda waktu bagi jamaah beristirahat sejenak dan mendengarkan adzan.

    Setelah shalat subuh, kegiatan dilanjutkan dengan mengikuti kajian MQ Pagi bersama ustadz Abdurrahman Yuri. Dalam ceramahnya, ustadz Abdurrahman Yuri menyampaikan tentang kiat-kiat menahan amarah. “Orang yang hebat bukanlah orang yang mampu mengalahkan musuhnya, akan tetapi orang hebat adalah mereka yang mampu menahan amarahnya,” ujar ustadz Abdurrahman Yuri. Selain itu, beliau juga menyampaikan sembilan tips untuk menahan amarah, yakni selalu siap saat menghadapi manusia karena peluang konflik selalu ada. Bersikap tenang, belajar mengendalikan emosi, serta berlatih untuk mengatur intonasi saat marah juga dapat digunakan untuk meredam emosi. Selain itu kita juga disarankan untuk berlatih mengungkapkan emosi pada suasana dan tempat yang tepat, misalnya dengan memilih suasana yang intim dan akrab sehingga permasalahan dapat diselesaikan dengan tenang. Selain itu, berlatih untuk diam dan mendengarkan pendapat lawan bicara, berlatih untuk meminta maaf lebih dulu, serta selalu mengingat persamaan diantara keduabelah pihak juga dapat menjadi kunci untuk meredam amarah yang bergejolak.

    Setelah kegiatan MQ pagi, seluruh rombongan kemudian disambut oleh pihak Daarut Tauhid dengan diskusi ringan yang dibawakan oleh ustadz Ganjar Nugraha. Kegiatan ini berlangsung di Aula Daarut Tauhid yang bertempat di lantai dasar Masjid Daarut Tauhid. Dalam diskusi ringan ini Ustadz Ganjar Nugraha lebih menekankan tentang pentingnya peranan media dalam memajukan dakwah Islam. Selain itu, beliau juga memotivasi LDK Alhurriyyah untuk terus berperan aktif dalam kegiatan syiar islam. “Media online Daarut Tauhid hanya dikelola oleh empat orang dengan tuntutan memproduksi 250 tulisan dalam satu minggu. Saya yakin media LDK Alhurriyyah juga mampu untuk itu,” ujarnya.

    Diskusi ringan ini berakhir pada pukul 10.30, kemudian rombongan melanjutkan perjalanan ke Masjid Salman ITB. Dalam kunjungan ini, peserta mendapat sambutan yang hangat dan sangat bersahabat dari pengurus Gamais ITB 2016. “Saya senang dengan kedatangan sahabat LDK Al-Hurriyyah,” ujar Aprilia, sekretaris divisi Syiar Gamais ITB.

    Acara penyambutan ini diisi dengan pemaparan program kerja, focus group discussion (FGD), serta saling bertukar inspirasi untuk perkembangan dakwah kampus kedepannya. Kegiatan FGD dihentikan tepat saat adzan dzuhur berkumandang dari arah masjid Salman ITB, peserta kemudian diarahkan untuk mengambil wudhu dan mengikuti shalat berjamaah.

    Acara dilanjutkan di koridor utara Masjid Salman ITB dengan makan siang bersama serta sesi pemaparan program kerja, rangkaian kegiatan, serta struktur Gamais dari pengurus Gamais ITB 2016. Sesi sharing ditutup dengan pemberian kenang-kenangan berupa plakat dan beberapa bingkisan lain dari kedua belah pihak.

    “Semoga tetap istiqomah dalam mempertahankan eksistensi dakwah melalui sarana-sarana dakwah yang lebih komprehensif dan terintegerasi serta hegemoni yang bersahabat dan dikuatkan oleh kerendahan hati para pejuang dakwah,” harap Harun Subkhi.

    Reporter          : Umu Nasiba

    Redaktur         : Andi Fikri

    Post Tagged with

Leave a Reply