• “Sabar adalah Ilmu Tingkat Tinggi”

    sabar

    Langit senja tak menampakkan keindahannya sore itu. Angin bertiup sangat kencang berbarengan dengan kucuran air hujan yang amat deras. Badai mampir ke kota Pemalang. Tiupan kencang sang angin mampu mengoyak pintu belakang rumahku hingga tak berbentuk lagi. Angin dan hujan dengan leluasa mengobrak-abrik sudut-sudut ruangan, membuat suasana semakin tak nyaman. Ayah sedang tak berada di rumah kala itu, sedang ibu, ia terlihat begitu histeris melihat kondisi rumah yang sudah bocor sana-sini. Kepanikannya semakin menjadi setelah adikku kembali muntah. Demamnya terasa semakin tinggi serta wajahnya terlihat pucat lesu. Adikku memang sedang terkena muntaber, sudah hampir tiga hari ia menjalani proses pengobatan namun belum ada perubahan berarti. Aku, bocah cilik yang masih duduk di bangku TK kala itu hanya bisa ikut menangis. Aku tak mengerti apa-apa hari itu.

    “Haha! Itu pintu rumah kenapa bu? Bisa sampai jebol begitu?” tawa seorang pria yang tinggal di belakang rumahku. Melihat ada orang di seberang, ibu langsung berteriak minta tolong untuk membantu memasang sebuah pintu pengganti. Pria itu bergeming di tempatnya sambil memasang senyum sinis. Ia tak peduli.

    “Nak, sabar. Allah pasti tak kan memberi ujian melebihi kemampuan hamba-Nya. Kamu pasti sembuh nak. Ibu akan carikan obat. Sabar ya,” rintih ibu sambil mengelus kening adikku.

    –∞∞–

    Kisah di atas adalah cuplikan kisah yang melanda seorang ibu yang sedang diuji kesabarannya. Setiap insan pastilah pernah mendapat ujian dari Sang Pencipta, dari tingkat mudah hingga tingkat paling sulit untuk dijalani. Namun, di titik inilah kadar keimanan seseorang akan teruji. Semakin tinggi tingkat keimanan yang ia miliki, maka semakin tinggi pula tingkat kesabaran yang akan ia dapati dalam dirinya saat menghadapi ujian. Orang yang sabar bukanlah orang yang lemah lagi tak berdaya saat menghadapi ujian yang ada. Akan tetapi seseorang yang bersabar dapat dikategorikan sebagai ksatria yang mampu bertahan dan menyerang ketika memang harus berperang.

    Allah berfirman dalam A-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 155:1

    “Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira bagi orang-orang yang sabar”

    Sabar, mudah dikatakan tapi sulit diterapkan. Hingga ada sebuah pepatah yang mengatakan “sabar adalah ilmu tingkat tinggi”. Latihannya tiap hari, tak ada batasannya hingga kapan ia berhenti. Bertahan dan menahan, dua kata yang menggambarkan arti sabar. Mampu bertahan dalam kesempitan, dan sanggup menahan ketika amarah hampir pecah. Ibnul Qayyim rahimahullah pun mengatakan, “Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh.” Bukankah Allah juga tlah menjanjikan pahala tanpa batas bagi hambanya yang mampu bersabar, seperti yang tertuang dalam Al-Qur’an Surah Az-Zumar ayat 10 yang berbunyi:

    1

    “Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Bertakwalah kepada Tuhanmu.’ orang-orang yang berbuat baik didunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”

    Begitu pentingnya peran sabar setiap kali kita harus menghadapi masalah. Dengan sikap sabar, kita akan lebh tenang dalam menghadapi ujian dan terhindar dari perilaku yang tidak diridhoi Allah. Mungkin akan sangat sulit untuk memiliki rasa sabar yang tiada batas seperti Rasulullah SAW. Namun tak ada salahnya jika kita terus berusaha meningkatkan kesabaran di setiap ujian yang ada. Jadikan sabar sebagai pakaian kita sehari-hari. Semoga Allah senantiasa menurunkan pertolongan-Nya tiap kita menghadapi masalah. Allahu a’lam.“Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Bertakwalah kepada Tuhanmu.’ orang-orang yang berbuat baik didunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”

    Reporter          : Layyinatul Kholiqoh

    Redaktur         : Andi Fikri

    Post Tagged with , , ,

Leave a Reply