• MENTAFAKURI KISAH NUH AS DALAM QS. NUH AYAT 21-28

    Kajian Rutin Al-Hurriyyah

    Kamis, 5 Mei 2016

    Umat Nabi Nuh tidak pernah mendengarkan ajakan beliau untuk memeluk Islam. Dakwah Nabi Nuh diabaikan, didustakan secara berlebihan. Bahkan saking didustakannya, Nabi Nuh AS sampai mencurahkan kegelisahannya kepada Allah. Namun, beliau begitu sedih karena melihat kaumnya yang tidak mengikuti ajarannya, dan hanya mengikuti pemimpin-pemimpin mereka yang zalim. Mereka hanya mengikuti ajakan para pemimpin mereka untuk mengeluarkan harta dan anak-anaknya untuk hal yang merugikan diri mereka sendiri.

    Selain mendustakan ajaran Nabi Nuh AS, kaum Nabi Nuh juga mengajak kepada pengikut Nabi Nuh untuk kembali ke jalan mereka dalam menyembah tuhan mereka. Mereka membuat makar yang besar agar Nabi Nuh tidak memiliki pengikut. Mereka sangat berlebihan dalam membela kedustaan mereka, kesalahan mereka, kesesatan mereka, dengan segala makar dan tipu daya. Mereka menempuh berbagai cara untuk menggoyahkan keimanan para pengikut Nabi Nuh. Sebagaimana keadaan umat Islam masa kini, kaum kafir berusaha menjauhkan umat muslim dari kebenaran.

    Begitu kuat kesesatan yang kaum Nabi Nuh serukan. Begitu banyak orang-orang yang mereka sesatkan. Mereka perindah jalan menuju kesesatan sehingga banyak orang yang terjerumus kembali ke jalan yang salah. Hingga pada saatnya mereka ditenggelamkan oleh Allah, dan mereka dimasukkan ke neraka. Di sanalah mereka akan menyadari keseatan mereka. Di sanalah tempat tidak ada pertolongan selain pertolongan Allah.

    Itulah wujud pengabulan doa Nabi Nuh kepada kaumnya. “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tingga, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka hanya akan melahirkan anak-anak jahat dan tidak tahu bersyukur” (QS. Nuh : 26-27). Pada akhirnya, Nabi Nuh meminta pengampunan kepada Allah untuk dirinya, kaumnya yang beriman laki-laki maupun perempuan, serta meminta tambahan kehancuran untuk orang-orang yang zalim. (FH)/Nasiba

Leave a Reply