• Masjid Dibangun di Kutub Paling Utara, Siap Sambut Ramadhan

    Inuvik (gomuslim).  Sebuah masjid dibangun di kutub paling utara bumi di Kanada. Ini melengkapi masjid-masjid kutup di Rusia yang dibangun beberapa tahun sebelumnya. ‘Masjid Di Ujung Dunia’ ini di luar kota kecil Inuvik, berjarak 200 km dari titik nol kutub. Berdasarkan sensus penduduk setempat, populasi Inuvik 3.700 jiwa yang didominasi suku Eskimo, kurang lebih 100 jiwa di antaranya merupakan komunitas muslim dari berbagai kebangsaan.

    Pembangunan masjid ini menunjukkan bahwa dimana pun manusia memerlukan tempat ibadah. Terlebih untuk keperluan shalat jumat dan ibadah selama Ramadhan. Di Inuvik saat musim terik matahari bersinar selama kurang lebih 23 jam, sehingga umat Islam setempat makan sahur dan berbuka puasa dilakukan pada siang hari, karena ulama setempat mengambil fatwa durasi puasa mengikuti kota Mekkah. Masjid ini akan menjadi centra aktivitas muslim kutup selanjutnya.

    Ide membangun masjid bermula ketika seorang jurnalis dari Arab Saudi Husein Saud Qasti tiba di  Inuvik dan menyaksikan puluhan muslim tidak dapat melaksanakan ibadah shalat dengan wajar. Qasti yang beristrikan warga Manitoba, salah satu  provinsi di Kanada, merasakan betapa sedihnya komunitas Muslim Inuvik ketika menjalankan ibadah.

    Maka digagaslah penggalangan dana dari sejumlah komunitas Arab di Kanada dan seorang insyinyur asal Irak, Ahmed al-Khalaf yang berdomisili di Inuvik bertindah sebagai ketua panitia pembangunan. Salah seorang perempuan Saudi yang tidak mau disebutkan namanya turut menyumbang 190 dolar AS. Sejauh ini, dana yang dikumpulkan telah mencapai 500 ribu dolar.

    Ketika dana tekumpul, muncul persoalan karena bahan bangunan tidak tersedia di kutub utama. Barang-barang mahal. “Ada satu cara yang membuat pembangunan masjid hemat biaya yakni membangun kerangka masjid di Winnipeg, ibukota provinsi Manitoba. Kemudian memindahkanya ke Inuvik dengan menggunakan kapal,” papar Qasti. Dia menjelaskan untuk mengirimkan kerangka bangunan saja diperlukan waktu 45 hari dengan jarak 4.300 km dari Winnipeg. Menurut Qasti, pengiriman ini tentu berpotensi masuk dalam rekor dunia versi Guinness World Records.

    Masjid seluas 500 m2 ini mulai digagas sejak tahun 2010 lalu, dan mulai ramai dikunjungi jemaah sejak awal 2016 ini. Perlengkapan pengisi masjid dikirim melalui Edmonton, sebuah kota yang berlokasi di provinsi Alberta. Pengiriman via jalan darat ini akan memakan waktu selama sebulan dengan menempuh jarak 2.900 km.

    Biaya yang dikeluarkan selama proses pengiriman mencapai 49 ribu AS dan akan bertambah lagi 40 ribu AS ketika tiba di Inuvik. “Diawal kita akan menegakan dahulu menara dan memperbaikinya, selanjutnya membentangkan karpet dan melakukan sejumlah polesan akhir. Insya Allah Shalat pertama akan dilangsungkan dua minggu dari sekarang,” kata dia.

    Masjid pertama di kutup paling utara bumi ini dibangun dengan cara ‘kockdown’ alias bongkar pasang. Sebuah perusahaan transportasi Northern Transportation Company Ltd tiba membawa panel-panel bakal masjid. Bangunan prefabrikasi warna krem itu kemudian dirakit menjadi sebuah masjid dan pusat komunitas untuk populasi Muslim yang berkembang di wilayah ini..

    Menghadapi salju yang turun awal, kerumunan sekitar 40 Muslim menyambut dengan meriah masjid yang telah lama mereka tunggu-tunggu di galangan NTCL. Ada doa, sesi foto, pelukan dan tepuk tangan — juga isak tangis haru.

    “Ini adalah bangunan yang indah. Semua orang senang memiliki rumah kecil untuk bertemu dan untuk doa, dan untuk anak-anak yang akan bermain di dalamnya,”kata Amir Sulima, tokoh Muslim setempat pada CBC News ketika masjid itu tiba.

    Rangka masjid itu menempuh perjalanan lebih 4000 KM dan dilanjutkan dengan perjalanan sungai dari Manitoba, di mana masjid ini dibangun, melalui dua provinsi dan Northwest Territories, menyusuri Sungai Mackenzie sebelum sampai dan diterima masyarakat di utara Lingkaran Arktik.

    Disebutkan, The Zubaidah Tallab Foundation, sebuah lembaga amal Islam berpusat di Manitoba, mengumpulkan uang untuk membantu penyelesaian akhir pembangunan ini. “Ini adalah tempat simbolis bagi umat Islam,” kata Mamdouh El-Haradi, berasal dari Sudan dan salah satu sopir taksi di kota terdekat.

    Sebelum memiliki masjid, umat Islam Inuvik  beribadah di sebuah kontainer yang disulap menjadi masjid. Kontainer ini telah difungsikan lebih dari satu dekade sebagai masjid. Puluhan keluarga Muslim di Inuvik harus mengirim anak-anak mereka untuk hidup di tempat lain di Kanada karena belum ada pusat pendidikan Islam di masjid atau kota.

    Sebagai informasi, sebagian besar Muslim Inuvik berasal dari Sudan dan sisanya berasal dari Mesir, Yordania, Lebanon, dan Palestina. Sepertiga Muslim Inuvik bekerja sebagai sopir taksi, pemilik restoran, tukang cukur rambut, perusahaan keamanan dan pedagang bahan pokok. Menurut cerita Muslim Inuvik, pendatang Muslim pertama bernama Syrian Talal al-Khateeb yang tiba pertama kali 28 tahun lalu. Al-Khateeb kemudian terlibat dalam membangun komunitas Muslim Inuvik. Kisah tentang masjid-masjid di daerah yang sulit dijankau seperti ini mengingatkan kita bahwa di mana pun umat manusia butuh kepada Allah. (mm/cbc/bs)

    Post Tagged with , ,

Leave a Reply