• MANAGEMENT DAKWAH

     

    Sumber : http://www.masjumat.com/

    Pernahkah Anda menjadi pengurus suatu organisasi di sekolah atau di tempat tinggalmu? Pasti pernah bukan? Entah itu dari mengurus acara kecil hingga acara besar yang menguras dana berjuta-juta rupiah. Menjadi seorang aktivis memang sangat menyenangkan, karena mempunyai tingkat kepuasan tersendiri apalagi untuk seorang organisatoris yang gila dengan organisasi. Bahkan mereka lebih sering menghabiskan waktunya dengan berorganisasi. Lantas apa manfaatnya?

    Hasil penelitian dari Harvard University menyimpulkan bahwa kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh pengetahuan keterampilan teknis (hardskill), melainkan oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain. Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20% dari hardskill dan 80% ditentukan oleh softskill. Nah, apakah softskill itu? Softskill merupakan kemampuan berkomunikasi, kemampuan mengambil keputusan, kepemimpinan, disiplin, dan lain sebagainya. Softskill inilah yang didapatkan seorang aktivis sebagai manfaat dari aktiv berorganisasi.

    Kita sudah mengetahui bahwa Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Melalui organisator di ataslah, sedikit demi sedikit akan muncul aktivis-aktivis Islami yang siap untuk mendakwahkan agama Allah ke seluruh pojok-pojok nusantara bahkan ke penjuru dunia.

    Dakwah, kebanayakan orang memandang bahwa dakwah adalah berceramah di atas mimbar dan hanya dilakukan oleh pemuka agama Islam dan tokoh-tokoh Islam yang sudah menghafal Qur’an, mengkaji As-sunnah, dan memahami seluk beluk Islam. Namun, coba pikirkan dengan logika. Bila hanya dilakukan oleh beliau-beliau tadi, kapan kita berkesempatan untuk berdakwah? Jika hanya di atas mimbar, bagaimana dengan mereka yang tidak berkesempatan mendengar?

    Dunia dakwah itu luas, lebih luas dari dunia. Mengapa demikian? Dakwah merupakan suatu penyampaian. Tentu menyampaikan hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi orang lain, dan dakwah tidak selamanya tentang agama. Bukan hanya di ats mimbar, namun dakwah juga melalui setiap perbuatan yang kita lakukan. Dakwah juga bukan berarti seseorang yang mampu memualafkan iseseorang. Namun hal kecil yang kita lakukan asal membawa kebaikan adalah dakwah. “Kerjakan soalnya dengan jujur ya.” itu pun salah satu dakwah karena merupakan ajakan ke arah yang lebih baik.

    Tentunya untuk menjadi seorang aktivis dakwah ada beberapa karakter atau kepribadian yang harus dimiliki agar apa yang disampaikan membawa kebaikan.

    1. Dekat dengan Allah

    Mereka yang dekat dengan Allah adalah mereka yang bertaqwa kepada-Nya. Yakni mereka yang selalu melaksanakan segala perintah dan menjauhi laranganNya. Hal tersebut merupakan jaminan baiknya pikiran dan perbuatan perbuatan seorang muslim. Hal tersebut yang kemudian menajdi modal utama dalam berdakwah.

    1. Jasmani yang kuat

    Seorang muslim harus memiliki jasmani yang kuat agar dakwah dapat dilakukan secara maksimal.

    1. Cerdas

    Mempunyai pengetahuan yang banyak mengenai sesuatu hal termasuk salah satu karakter pendakwah, sehingga kita mampu menjelaskan secara detail kepada orang-orang yang kita dakwahi.

    1. Dapat memanajemen diri

    Seorang agen dakwah harus bisa memanajemen diri dalam hal, waktu, keuangan, dan diri sendiri.

    (Karya Fitria Suartini dan Nasiba)

Leave a Reply