• Korupsi di Pakistan: Faktor utama penyebab dihentikannya peredaran film Maalik

    Media Alhurriyyah – Pemerintah Pakistan telah melarang peredaran film Maalik di pasaran. Pelarangan ini terjadi akibat film Maalik yang mengusung tema terkait aktivitas korupsi yang terjadi di Pakistan dianggap akan memicu tindak kekerasan dan ketidakpuasan terhadap pemerintah Pakistan dari kalangan masyarakat.

    Pelarangan terhadap film Maalik oleh pemerintah yang awalnya dianggap sebagai solusi untuk menghentikan peredaran film ini ternyata berimbas pada meningkatnya permintaan terhadap film ini di pasar gelap. Hal ini diakibatkan oleh besarnya animo masyarakat Pakistan yang merasa penasaran tentang konten film dan apa yang menyebabkan para politisi di Pakistan merasa terganggu atas beredarnya film ini.

    Berdasarkan data CPI (Corruption Perception Index) tahun 2015 yang dikeluarkan oleh Transparency Internasional, Pakistan dianggap sebagai salah satu negara paling koruptif di dunia, menempati posisi ke-117 dari 175 negara.

    Mengenai film ini, beberapa warga Pakistan menyatakan bahwa mereka sangat ingin menonton langsung. Mereka juga mengatakan bahwa pelarangan yang dilakukan oleh pemerintah Pakistan terhadap film ini semata-mata karena konten yang disajikan memang benar-benar terjadi di dalam tubuh pemerintah.

    “Jika pemerintah merasa terancam akibat peredaran film ini, itu berarti secara tidak langsung pemerintah mengatakan bahwa aktivitas korupsi memang terjadi di dalam tubuh mereka,” ujar salah satu mahasiswa di Pakistan.

    Salah satu aktor dari film ini, Arif Khan, mengatakan bahwa sang sutradara merasa perlu untuk mengungkapkan kasus-kasus korupsi yang terjadi di lingkungan pemerintahan kepada masyarakat. Arif Khan juga menyatakan bahwa pelarangan film ini justru hanya akan meningkatkan permintaan pasar serta meningkatkan reputasi film tersebut di kalangan masyarakat Pakistan.

    Ashir Azeem, sutradara dari film ini, menyatakan bahwa para politisi di Pakistan sudah merasa terpojokkan akibat buruknya citra mereka di ranah internasional sehingga para politisi ini berusaha untuk melarang segala hal yang akan mengakibatkan penurunan citra mereka di mata publik Pakistan.

    “Pemerintah Pakistan sangat merasa terganggu dengan pandangan orang-orang terkait mereka, khususnya dari kalangan internasional,” ujar Azeem. “Terlebih lagi hal-hal seperti ini mungkin saja dianggap sebagai pemicu dari munculnya kesadaran masyarakat di berbagai negara atas kebobrokan pemerintahan mereka. Mungkin alasan inilah yang digunakan oleh pemerintah untuk melarang segala konten yang dianggap menyerang pemerintah maupun bersifat kontroversial.”

    Film Maalik mulai menjadi sorotan di kalangan masyarakat setelah Nawaz Sharif, perdana menteri Pakistan, tertangkap tangan menggelapkan sejumlah uang dalam jumlah yang cukup besar. (AF)

    Post Tagged with ,

Leave a Reply