• Ghouta: Penjara Besar dan Kejam di Suriah

    Ilustrasi: Peta Peperangan di wilayah Ghouta – pbs.twimg.com

    Ilustrasi: Peta Peperangan di wilayah Ghouta – pbs.twimg.com

    YOGYAKARTA, Rabu (Sahabatsuriah.com): Berapa banyak penduduk dunia yang sadar dan tahu bahwa di Suriah ada sebuah ‘penjara besar’ bernama Ghouta? Dalam ‘penjara besar’ itu, penduduk kawasan pinggiran Damascus dikepung dan dibantai rezim Bashar al-Assad dengan pesawat-pesawat perangnya, dengan helikopter-helikopter yang jatuhkan bom-bom gentong, dengan rudal-rudal dan peluru-peluru para ‘sniper’ dan dengan blokade kejam yang mematikan. Banyak orangtua berhenti menyekolahkan anak mereka karena tak mampu membiayainya. Banyak juga guru-guru – yang tetap mengajar tanpa menerima gaji – menuturkan bahwa siswa mereka tak mampu berkonsentrasi belajar karena perut yang kosong dan kelaparan.

    Yang menarik untuk diperhatikan adalah rokok, walaupun harganya juga naik 2 kali lipat, diperbolehkan melenggang masuk dari Damascus melewati berbagai titik perbatasan di Ghouta. Para ulama yang kesal dengan hal ini mengingatkan para perokok di berbagai khutbah Jum’at bahwa mereka sedang melakukan apa yang diinginkan rezim Assad dengan membuang-buang uang untuk perbuatan yang berdosa dan berbahaya bagi kesehatan.

    Terkadang tentara rezim di titik-titik checkpoints memperbolehkan masuknya beberapa barang dagangan (tentu saja dengan harga yang sangat tinggi), tetapi, kualitas dari barang dagangan tersebut sudah tak bagus atau bisa juga dikatakan: mereka membuang apa-apa yang tak laku di Damascus ke dalam Ghouta. Ghouta diperlakukan layaknya tempat sampah!

    Banyak sekali rumah, toko, pabrik dan peternakan yang ditinggal pemiliknya. Orang-orang akan masuk ke dalam rumah-rumah yang ditinggalkan pemiliknya dan mengambil apa saja yang tersisa di situ untuk dimakan.

    Di Ghouta, sulit sekali mendapatkan uang. Tetapi yang lebih sulit lagi untuk disaksikan adalah melihat orang-orang baik mulai mencuri makanan karena situasi yang begitu parah. Mereka yang tak mau mencuri makanan akan menutupi muka mereka di malam hari dan pergi keluar rumah untuk mengais-ngais tempat sampah, mencari makan.* (UI/Sahabat Suriah)

    Sumber: Sahabatsuriah.com

Leave a Reply