• Bercermin Melalui Akhlak

    Belakangan ini banyak berita-berita yang menyayat hati telah dikabarkan. Kasus-kasus yang membuat geram, miris, dan pilu seakan mewarnai hari dengan datang silih berganti. Kasus pembunuhan dan pemerkosaan begitu marak seolah pelakunya kehilangan akal pikiran. Yang menyedihkan, banyak diantaranya adalah pemuda. Saking banyaknya kasus pembunuhan, terutama pemerkosaan yang terjadi, dalam sebuah tulisan di antaranews.com, anggota Komisi X DPR RI mengatakan bahwa Indonesia darurat kejahatan seksual.

    Betapa mengerikannya saat para pelaku yang mayoritas adalah pemuda, bahkan yang usianya masih di bawah 20 tahun, melakukan tindakan-tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan. Lantas apa yang bisa kita ambil dari kejadian yang mengiris hati dan menjenuhkan pikiran, ini?

    Ya, salah satunya adalah fakta bahwa pendidikan akhlak di Indonesia masih rendah. Lalu, bagaimana Islam mengajarkan mengenai akhlak dan urgensinya dalam kehidupan kita?

    Secara umum akhlak adalah suatu sikap dan perilaku spontan yang tidak dibuat-buat. Imam Al-Ghazali mengatakan, “akhlak adalah keadaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa terlebih dahulu melalui pemikiran dan pertimbangan.”

    Rasulullah SAW bersabda, “yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Bukhari No. 5688). Selain itu dalam hadits yang lain Rasulullah juga bersabda, “maukah kalian aku beri tahu orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempatnya dariku nanti di Hari Kiamat? Yaitu orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian.” (HR. Ahmad 2/185).

    Demikianlah posisi akhlak menjadi amat mulia dan diutamakan. Hingga muncul pertanyaan, mengapa Rasulullah SAW tidak mengatakan bahwa hamba yang paling baik adalah yang paling taat atau paling banyak beribadah? Mengapa Rasul tidak berujar bahwa yang akan menemani ia di surga adalah yang paling lama sholatnya, paling banyak puasanya, dan paling rutin sedekahnya? Maka tak lain jawabannya adalah karena akhlak merupakan cerminan dari ibadah itu sendiri. Akhlak yang baik adalah manifestasi dari iman yang rapi, kokoh, dan tertata. Sedangkan akhlak yang buruk adalah manifestasi dari lemah dan rapuhnya iman. Sungguh, sosok yang lemah imannya akan mudah tergelincir kepada perbuatan buruk yang merugikan diri sendiri.

    Berbagai macam bentuk ibadah sebagaimana terangkum dalam rukun Islam, seperti sholat, puasa, zakat, dan haji, serta ibadah-ibadah sunnah lainnya adalah program-program yang telah diajarkan oleh Islam. Semua program ibadah itu ditetapkan sebagai sarana untuk mensucikan jiwa dan memelihara kehidupan manusia dalam cahaya iman dan taqwa. Sehingga bagi jiwa-jiwa yang dalam kesehariannya dipenuhi oleh cahaya itu, akan cenderung berperilaku santun, berbudi pekerti baik, dan juga berakhlak mulia.

    Akhlak adalah buah dari amalan yang ditanam. Akhlak adalah tujuan, sedangkan amalan adalah jalannya. Baik atau buruknya kualitas amalan ibadah seseorang akan tercermin dari akhlaknya. Sebab sesungguhnya ibadah tidak bernilai apa-apa bila tanpa melahirkan akhlak yang baik.

    Terjadinya pembunuhan dan pemerkosaan yang diiringi oleh kebiasaan meminum minuman keras, dapat dikategorikan sebagai kerusakan akhlak. Sedangkan kerusakan akhlak itu sendiri adalah penyakit dan penyakit yang ada sudah tentu harus diobati dan tidak boleh terus dibiarkan. “Tidaklah Allah turunkan penyakit kecuali Allah turunkan pula obatnya.” (HR. Bukhari). Maka begitulah Allah yang Maha Pengasih telah memberikan obat bagi penyakit kerusakan akhlak ini. Obat itu kita kenal sebagai sholat. “Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar.” (QS. Al-Ankabut: 45). Sholat di sini bukan sekedar sholat untuk menunaikan kewajiban, tapi lebih dari itu, yaitu dengan memperhatikan niat serta pelaksanaannya sehingga tidak ada yang cacat atau rusak. Sebab sholat itu sendiri merupakan bentuk ibadah yang utama dan beribadah merupakan tujuan dari penciptaan manusia.

    Oleh karena itu, jadilah ibadah sebagai juru kunci untuk membuka kebaikan akhlak. Ia akan menjaga kita dari perbuatan yang buruk sehingga kita jauh dari hal-hal yang diharamkan dan tidak disukai Allah. Mari memperbaiki akhlak dengan membenahi sholat dan ibadah kita!

    Wallahu ‘alam bish shawab.

    (SFK)

Leave a Reply