• Ambisi Naik Peringkat di G 20, Saudi Harapkan Jumlah Jemaah Umrah Meningkat 3 Kali Lipat

    Riyad, (gomuslim). Penerapan Energi Baru Terbarukan (EBT) kini semakin marak di berbagai negara belahan dunia khususnya Amerika Latin yang sudah menggunakan Bahan Bakar Nabati (BBN), hal ini menjadi ancaman serius bagi peningkatan ekonomi negara-negara di Timur Tengah yang dikenal sebagai penghasil minyak terbesar di dunia. Pemerintah Arab Saudi pun menyadari hal itu, sehingga sudah mengambil langkah antisipatif untuk perekonomian negara di masa depan.

    Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan (CEDA) yang dipimpin Pangeran Muhammad bin Salman, mulai merumuskan sasaran jangka pendek dan menengah yang dikenal dengan  “Visi Arab Saudi 2030”.  Sasaran jangka pendek yang ingin dicapai adalah menaikkan peringkat Arab Saudi dari level 19 menjadi 15 dalam peringkat kelompok Negara 20 berkekuatan ekonomi besar (G 20).

    Pangeran Muhammad berambisi bahwa pada 2020 Arab Saudi sudah melepaskan ketergantungan pada minyak sebagai sumber pendapatan negara. Untuk dapat mencapai ke peringkat tersebut, pemerintah harus konsentrasi pada peningkatan sektor industri padat karya, teknologi informasi dan perhotelan. Dari aspek perhotelan, yang diharapkan adalah menaikkan jumlah jemaah umrah yang saat ini hanya sekitar 8 juta jemaah dalam setahun. Harapan ke depannya jumlah jemaah umrah diharapkan naik menjadi 30 juta jemaah.

    Rata-rata jemaah umrah dari mancanegara mencapai 450.000 jemaah tiap bulannya. Dengan jumlah tersebut belanja jemaah mencapai angka USD 5,6 miliar. Pada pertengahan Februari lalu, Menteri Urusan Haji Bandar Al Hajjar, mengungkapkan, “Arab Saudi ingin meningkatkan pemberian visa umrah tiga kali lipat dari jumlah saat ini, menjadi 1,25 juta visa per bulan,” ujarnya.

    Dengan demikian maka belanja umrah diharapkan naik menjadi USD 16 miliar, pendapatan itu bersumber dari penggerakan bisnis perhotelan serta pusat perbelanjaan di Jeddah, Mekkah, dan Madinah. Jika ini benar menjadi target pemerintah Arab Saudi, maka jemaah umrah yang datang dari mancanegara merupakan suatu sumber pendapatan besar bagi Arab Saudi  setelah minyak. Semoga rencana Arab Saudi ke depan, nantinya tidak menguras kantong jemaah dari berbagai negara termasuk Indonesia. (fh)

    by Fadli Hidayat

Leave a Reply