• Habiskan Jatah Gagalmu

         ini-kisah-kisah-tragis-caleg-gagal-2014     Semua orang diciptakan dengan jalan hidup yang unik. Tidak akan ada manusia yang memiliki jalan hidup yang sama persis dengan manusia lainnya sekalipun ia memiliki kembaran identik. Yang pasti, akan ada masa dimana ia dilanda kesulitan dan kegagalan. Saat dimana ia benar-benar terpuruk sampai air mata dan peluh bercucuran. Bahkan bagi sebagian yang merasa tidak kuat dan tak mampu menghadapi permasalahan hidupnya dapat berakhir dengan bunuh diri. Na‘udzubillah min dzalik. Maka saya berharap rangkaian kata ini dapat menjadi pelecut semangat bagi para pembacanya.

         Adalah sama bagi semua manusia, bahwa ketika ia masih kecil ia tidak bisa serta merta langsung berdiri. Ia akan terus mencoba berdiri ratusan kali, meskipun ia terjatuh ratusan kali pula. Hingga pada akhirnya ia benar-benar bisa berdiri. Atau jika anda tidak merasakan prosesnya saat anda kecil dahulu, ingatlah saat anda pertama kali mengendarai sepeda. Saat anda berulang kali mengayuh mencoba menjaga keseimbangan dan terjatuh, saat anda mencoba tanpa henti lalu justru tersungkur, dan saat anda tak bosan mendapatkan luka di sana sini walaupun sakit rasanya.  Hingga lagi-lagi pada akhirnya anda benar-benar bisa mengendarai sepeda. Kala itu, anda bahkan sudah menguasai tekniknya, sampai anda bisa mengendarai sepeda tanpa harus bersusah payah memikirkan caranya.

         Jika anda kembali merenungkannya, sebenarnya hal yang sama juga sangat sering terjadi pada banyak pekerjaan dalam hidup kita. Kita tahu ada banyak kesulitan yang harus kita hadapi, sedangkan kita memiliki tujuan yang ingin dicapai. Umumnya semakin besar hasil yang ingin kita dapat, maka semakin banyak pula kesulitan yang akan dijumpai. Kesulitan-kesulitan tersebut pun sangat mungkin menemui suatu kegagalan. Kegagalan-kegagalan itu pun tak jarang terjadi lebih dari satu kali, bahkan bisa jadi berkali-kali. Ibarat memanjat pohon, makin tinggi kita memanjat, makin kencang angin menerpa.

         Maka benarlah perkataan pak Dahlan Iskan berikut ini, “setiap orang memiliki jatah gagal. Habiskan jatah gagalmu ketika kamu masih muda.” Atau perkataan Albert Einstein yang mengatakan mengenai tanggapannya atas kegagalan-kegagalannya dahulu, “aku tidak gagal. Aku hanya menemukan 10.000 cara yang tidak bisa membuat lampu menyala.” Kalimat-kalimat tersebut sungguh dapat memotivasi diri. Contohnya adalah pengalaman saya sendiri. Dahulu, saat saya pertama kali mengikuti pencak silat, menendang adalah suatu hal yang susah. Pegal selalu terasa setiap usai latihan. Namun, akhirnya saat tendangan itu berhasil, saya merasakan kepuasan yang terlalu sulit untuk diungkapkan dengan kata. Hal yang sama juga saya rasakan di IPB ketika saya berhasil mendapatkan IPK 4,00 di tahun pertama.

    Sebenarnya saya hari ini adalah akumulasi dari semua kegagalan pada masa lalu saya. Yaitu dari semenjak SMA dimana saya pertama kali  mendapatkan nilai matematika dengan angka 36, hingga akhirnya bisa mencapai hal yang baru saja saya katakan. Maka saat ini pula saya berusaha untuk tidak menanggapi kegagalan yang saya dapatkan dengan kesedihan yang berlebihan. Karena justru dari kegagalan itu kita akan belajar dan menjadi semakin kuat. Tidak peduli seberapa banyak kita terjatuh, yang penting adalah seberapa banyak kita mampu bangkit setelah terjatuhnya kita itu.

         Kita harus percaya bahwa kita dipilih oleh Allah menjadi manusia atas suatu tujuan. Ketahuilah, sejak kita belum menjadi segumpal daging kita telah beruntung dapat mengalahkan jutaan sel sperma lainnya saat memperebutkan sel ovum. Maka keberuntungan yang sudah Allah berikan ini sudah seharusnya dipertanggungjawabkan. Diri kita sendiri dan hidup yang sudah Allah beri adalah amanah yang harus dijaga, khususnya dengan selalu berusaha menjadi insan yang bermanfaat dan tak melupakan tujuan utama dari hidup kita, yaitu beribadah kepada Allah. Hal tersebut sesuai dengan Al-Quran surah Adz-Dzariyat ayat 56 yang berbunyi, “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”

         Kita juga harus percaya bahwa tidak ada manusia yang diciptakan Allah secara sia-sia. Saat kita merasa terpuruk, ingatlah bahwa manisnya perjuangan berada pada prosesnya dan sepanjang apa kita berusaha maka sepanjang itu pula hasilnya akan kita dapatkan. Tak lupa kita juga meyakini bahwa dalam setiap kesungguhan dan keikhlasan hati tersimpan keberkahan. Selain itu, Allah akan senantiasa membersamai orang-orang yang sabar. Termasuk bersabar dalam kegagalannya. Ya, tidak ada manusia yang diciptakan untuk gagal. Yang ada manusia tersebutlah yang tidak mau bangkit dan berhenti berjuang. Ia yang memilih untuk menyerah dan akhirnya ia pula yang membusuk dalam keterpurukannya. Jadi, yuk bangkit dan habiskan jatah gagal kita hingga tak bersisa!

    -AH-

    Post Tagged with , ,

Leave a Reply