Yang Lebih Terluka

Posted on Posted in Pena Muslim, Puisi

sabar

Karena sang Khalik takkan beri ujian diluar mampu sang hamba

Namun yang  terjadi seringkali

Ungkapan rasa keluh hingga berpeluh sang hamba pada Rabb-nya

Padahal hanya satu pintaNya “ SABAR’

Yang terjadi seringkali

Mereka terlena kala diuji

Dengan sedikit harta dan kuasa

Padahal hanya satu yang diminta “ Syukur ”

Seolah dunia ini sempit

Dan orang orang tiada mendapat yang serupa

Seolah diri yang paling harus dikasihani

Seolah kita yang paling menderita

Padahal dulu sang Baginda

Hingga harus mengikat batu di perutnya

Menggali parit dengan kedua tangannya

Padahal dulu sang Nabi hingga harus patah giginya

Tidakkah diri sadari

Bahwa jika seolah ujian tak kunjung berpulang

Bukankah itu tanda bahwa Allah sayang

Sang Ilahi ingin kita mendekat

Ingin kita merengek, meminta

Karena diluar sana ada yang lebih terluka

Yang siang harinya dipenuhi gulita

Yang dunianya sepi tanpa suara

Yang langkahnya terbata bata

Yang perutnya harus rutin berpuasa

Dan jika pinta tak kunjung diijabah,

Bukankah Allah janjikan ganti yang lebih mulia

Atau menjadi tabungan syurga.

Allah cemburu, mengapa kau duakan Ia

Allah cemburu, dan ingin kembali berdua

Di petang hari menuju senja,

Di sujud sujud malam kita

Di antara hiruk pikuk dunia

Leave a Reply