• Yang Lebih Terluka

    sabar

    Karena sang Khalik takkan beri ujian diluar mampu sang hamba

    Namun yang  terjadi seringkali

    Ungkapan rasa keluh hingga berpeluh sang hamba pada Rabb-nya

    Padahal hanya satu pintaNya “ SABAR’

    Yang terjadi seringkali

    Mereka terlena kala diuji

    Dengan sedikit harta dan kuasa

    Padahal hanya satu yang diminta “ Syukur ”

    Seolah dunia ini sempit

    Dan orang orang tiada mendapat yang serupa

    Seolah diri yang paling harus dikasihani

    Seolah kita yang paling menderita

    Padahal dulu sang Baginda

    Hingga harus mengikat batu di perutnya

    Menggali parit dengan kedua tangannya

    Padahal dulu sang Nabi hingga harus patah giginya

    Tidakkah diri sadari

    Bahwa jika seolah ujian tak kunjung berpulang

    Bukankah itu tanda bahwa Allah sayang

    Sang Ilahi ingin kita mendekat

    Ingin kita merengek, meminta

    Karena diluar sana ada yang lebih terluka

    Yang siang harinya dipenuhi gulita

    Yang dunianya sepi tanpa suara

    Yang langkahnya terbata bata

    Yang perutnya harus rutin berpuasa

    Dan jika pinta tak kunjung diijabah,

    Bukankah Allah janjikan ganti yang lebih mulia

    Atau menjadi tabungan syurga.

    Allah cemburu, mengapa kau duakan Ia

    Allah cemburu, dan ingin kembali berdua

    Di petang hari menuju senja,

    Di sujud sujud malam kita

    Di antara hiruk pikuk dunia

    Post Tagged with

Leave a Reply