• UPGRADING LDK AL-HURRIYYAH 1437H

    Upgrading LDK AL-HURRIYYAH 1437H merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh kolaborasi antara SPV dan departemen HRD. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kekompakan antar anggota LDK, mengenal satu sama lain, membangun rasa cinta dan rasa memiliki yang mendalam untuk LDK. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 21 Februari 2016 di Lapangan Masjid Al-Hurriyyah dan Lapangan Taiwan ADS IPB. Kegiatan ini diikuti oleh sebagian pengurus LDK.

    Acara berlangsung dengan seru. Diawali dengan senam pagi di Lapangan Al-Hurriyyah dan dilanjutkan dengan sarapan bersama. Setelah sarapan, peserta diberikan waktu untuk melaksanakan sholat dhuha. Kemudian peserta melakukan long march menuju Lapangan Taiwan dengan menyanyikan jargon kelompok mereka masing-masing. Sesampainya di Taiwan, peserta langsung dibariskan oleh Muhammad Faaruq dari SPV yang kemudian dilanjutkan perjalanan ke pos-pos yang sudah dipersiapkan. Pada setiap pos, peserta diajak untuk bermain games yang seru, menarik, menantang adrenaline, dan tentu saja memiliki makna. Pada pos pertama, peserta bermain games “Spider Web”, di pos ini peserta harus melewati rintangan dari tali ‘rafia’ yang telah diatur sedemikian rupa sehingga susah untuk dilewati, layaknya jaring laba-laba.

    Pos kedua, peserta harus melewati jalur rintangan dengan berlari, merayap, dan juga jalan jongkok di arena yang berlumpur. Di pos ini peserta ditantang untuk bergerak cepat dan tangkas walaupun arena yang ada cukup sulit. Pos ketiga peserta harus memasukkan bolpen yang telah diikat dengan 6 buah tali ‘rafia’ ke dalam botol air yang telah tersedia tanpa melihat/dengan menghadap ke belakang. Peserta dipandu oleh satu teman mereka. Di pos ini peserta harus mendengarkan instruksi dari temannya dan mau bekerja sama agar bolpen tersebut dapat masuk dengan cepat. Permainan ini mengajarkan salah satu nilai dalam arkanul bai’at. Tsiqoh atau percaya. Percaya pada komando dari pimpinan.

    Namun terkadang, ternyata kita tak lupa bahwa tsiqoh adalah tahap akhir. Ada sembilan tahap arkanul bai’at yang seharusnya kita lewati sebelum tsiqoh. Salah satu yang terpenting adalah tahap pertama yakni, paham. Setidaknya semua pihak harus paham tujuan apa yang ingin dicapai bersama oleh kepengurusan ini, barulah kemudian tsiqoh pada semua instruksi selama itu tidak bertentangan dengan tujuan akhir bersama. Selain itu, permainan ini mengingatkan pada salah satu penugasan upgrading, menghapal nama pengurus. Untuk memberikan instruksi, kita harus mengenal siapa yang kita inginkan untuk bergerak dan hal apa yang harus dilakukannya. Tentu saja salah satu point penting lain adalah dapat menyelesaikan tugas sesuai intruksi. Instruksi tujuan yang harus dicapai adalah memasukkan pulpen ke dalam botol. Oleh karena itu, meski kelompok lain sudah lebih dulu memasukkan pulpen, kelompok rival tetap harus menyelesaikan tugas.

    Sebelum menuju pos 4, peserta diharuskan berjalan melewati saluran irigasi dengan menutup mata, namun dengan arahan dari ketua kelompok. Di sini peserta diminta untuk jujur karena tidak disediakan penutup mata. Setelah itu, mereka juga harus melewati terowongan berlumpur dengan menutup mata. Tepat sebelum pos 4, terdapat perumahan warga. Peserta yang telah membawa sembako diminta untuk memberikan sembako kepada warga sekitar dan melakukan wawancara tentang permasalahan yang ada di desa tersebut.

    Tepat di pos ke-empat adalah ‘Estafet Air’ peserta harus berbaris memanjang untuk mengisi ember yang ada di ujung belakang barisan. Peserta tidak diperbolehkan melihat ke belakang ketika memberikan airnya. Pos terakhir adalah “Pos Keislaman” di mana seorang peserta dari salah satu kelompok harus menjawab apa yang diperagakan oleh teman satu kelompoknya. Pos ini akan mengetes pengetahuan peserta seputar keislaman.

    Upgrading ini memberikan kesan tersendiri bagi para peserta. Dengan adanya upgrading ini mereka mulai mengenal satu sama lain, memecahkan tantangan, bekerjasama, menjaga teman dalam satu kelompok, dan belajar menjadi tim yang kompak. Setelah games selesai, maka acara selanjutnya adalah sholat dhuhur dan makan siang bersama. Setelah makan siang, peserta diberikan waktu istirahat sejenak, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi dari SPV.

    Suasana mulai tegang karena SPV yang tegas dalam mendisiplinkan peserta, terutama tentang masalah konfirmasi kehadiran. Ditegaskan bahwa seluruh kader LDK Al-Hurriyyah IPB harus bisa bertahan, bareng-bareng maju, dan rukun, sesuai dengan tagline cabinet ‘In Action’ LDK Al Hurriyyah. Ketua Departemen HRD, Choirul Fajri mengapresiasi kehadiran peserta dalam upgrading kali ini.

    Berakhirnya suasana tegang maka peserta diajak kembali untuk santai dengan adanya pengumuman peserta terbaik, kelompok terbaik, kriya terbaik, dan jargon terbaik. Selain itu, SPV juga memberikan apresiasi kepada para kader yang memiliki prestasi akademik. Peserta berdiri melingkar saling berangkulan menyanyikan lagu ‘Doa Robitoh’ dan ‘Bingkai Kehidupan’ kemudian saling bersalaman. Upgrading ditutup dengan doa oleh Imam Arif Kurnia Harahap dari departemen Islamic Program. (Ayuning Tyas/Nasiba)

    Post Tagged with

Leave a Reply