• Nikmat Turunnya Hujan

    94rain-hd-wallpapersHujan adalah peristiwa turunnya butir-butir air dari langit ke permukaan bumi. Ia merupakan salah satu nikmat tak terbilang yang Allah berikan kepada seluruh makhluk dan hamba-Nya. Hujan juga menjadi fenomena yang sangat penting bagi kelangsungan hidup di bumi. Dengan adanya hujan, tempat yang tandus menjadi subur dan menjadi rumah yang nyaman bagi semua makhluk hidup. Lalu, munculah dari tempat yang tandus itu, tetumbuhan yang menghasilkan buah yang lezat dimakan dan bunga yang harum baunya. Namun, tak sedikit di antara kita yang masih menganggap hujan sebagai sebatas hal yang biasa saja atau dengan kata lain hal umum yang terjadi sehari-hari. Bahkan, ada juga yang menganggap hujan sebagai hal yang mendatangkan bencana alam seperti banjir dan erosi lahan. Lantas, bagaimanakah seharusnya sikap kita sebagai seorang muslim atas keberadaan hujan?

    Allah SWT menjelaskan proses terjadinya hujan dalam surat An-Nuur ayat 43 yang artinya:

    “Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk,lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, dan Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”

    Firman Allah di atas menjelaskan bahwa proses terjadinya hujan berawal dari awan yang saling bertindihan atau bertumpuk-tumpuk. Kemudian butiran-butiran es atau air keluar dari celah awan yang menggumpal dan turun ke permukaan bumi. Dalam firman ini juga dikatakan bahwa turunnya hujan disertai oleh kilat, yaitu cahaya menyilaukan yang hampir dapat menghilangkan penglihatan. Firman Allah tersebut sangat sesuai dengan proses terjadinya hujan yang dijelaskan secara ilmiah.

    Allah Sang Maha Rahman berfirman dalam surat Al-A’raaf ayat 57 yang artinya:

    “Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Maka Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.”

    Ayat tersebut menjelaskan bahwa hujan adalah rahmat Allah dan kabar gembira bagi hamba-Nya. Di dalamnya dikatakan, daerah yang tandus menjadi subur karena turunnya hujan. Kemudian, di daerah tersebut tumbuh tanaman-tanaman yang menghasilkan buah-buahan. Berbagai macam peristiwa yang berkaitan dengan hujan, seperti siklus hujan, macam-macam hujan, dan intensitas hujan, hendaknya dijadikan suatu pelajaran bagi hamba-Nya yang mau berpikir dan beriman. Hujan ini pun sangat bermanfaat dalam segala bidang kehidupan. Tidak hanya untuk pertanian, tetapi juga untuk peternakan. Selain itu, bermacam-macam hasil bumi dapat diperoleh melalui turunnya hujan. Ya, inilah hujan sebagai salah satu tanda kekuasaan dan kebesaran Allah SWT dalam mengatur kehidupan di muka bumi.

    Allahu Razaq berfirman dalam surat An-Nahl ayat 10 dan 11 yang artinya:

    “Dia lah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya menyuburkan tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam-tanaman,  zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat  tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.”

    Lalu, mengapa banyak bencana alam yang terjadi akibat hujan? Dan mengapa beberapa orang menganggap hujan yang turun dengan deras sebagai musibah? Allah berfirman dalam surat Ar-Rum ayat 41: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan  manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” Telah jelas ayat ini berkisah, bencana alam yang diakibatkan oleh hujan sebenarnya adalah dampak dari perilaku manusia yang tidak menjaga dan merawat lingkungannya dengan baik. Contoh sederhana adalah banjir yang menggenangi kota-kota besar di Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan, seperti memperbaiki saluran air, melakukan pengerukan sungai untuk mencegah pendangkalan, dan pembebasan daerah aliran sungai. Namun, upaya tersebut sia-sia jika masih ada pihak yang tidak peduli dengan lingkungan seperti membuang sampah sembarangan dan membangun rumah di daerah aliran sungai. Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa segala kerusakan yang ada di permukaan bumi adalah akibat dari perbuatan manusia yang sewenang-wenang, sekalipun hanya tidak mengindahkan hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya.

    Allah SWT berfirman dalam surat  Al-Furqon ayat 50: “Dan sungguh, Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (dari padanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat).” Banyak orang yang menganggap bahwa hujan hanyalah peristiwa sederhana tanpa mengambil hikmah berharga dibaliknya. Hal tersebut menyebabkan mereka mengingkari nikmat turunnya hujan. Padahal, hujan adalah salah satu nikmat luar biasa yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Melalui hujan, Allah menunjukkan tanda kekuasaan-Nya. Oleh karena itu, kita patut mensyukurinya. Terlebih Rasulullah SAW pun menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak doa ketika hujan turun.

    Lantas, tindakan apa saja yang dapat kita lakukan dalam rangka mensyukuri nikmat hujan ini?  Berikut adalah contohnya:

    1. Menjaga serta merawat lingkungan dengan baik. Pastikan lingkungan tempat tinggal kita bersih dan nyaman untuk ditinggali. Termasuk memperhatikan saluran air di dekat tempat tinggal kita agar tidak menimbulkan genangan air saat hujan.
    2. Memperbanyak penanaman pohon. Air hujan akan tersimpan dengan baik di dalam tanah jika kita menanam banyak pohon. Air hujan juga tidak mengalir begitu saja ke sungai, tetapi akan ditahan terlebih dahulu oleh akar-akar pohon.
    3. Tidak membuang sampah ke saluran air, termasuk ke sembarang tempat. Sampah yang menumpuk di sungai membuat aliran air terhambat. Selain itu, pendangkalan sungai akibat pembuangan sampah sembarangan menyebabkan banjir cepat terjadi ketika hujan deras tiba. Sebagai sesama masyarakat yang peduli akan lingkungan, apalagi sebagai seorang muslim, sebaiknya kita saling mengingatkan satu sama lain, untuk senantiasa membuang sampah pada tempatnya.
    4. Tidak berlebihan atau mubazir dalam menggunakan air. Sudah seharusnya air digunakan seperlunya saja, karena kita tahu bahwa jumlah pemakai air di dunia amatlah banyak. Hal tersebut tidak lain karena air merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, bahkan juga makhluk hidup lainnya. Dengan menggunakan air secara bijak, kita akan lebih memahami bahwa masih banyak saudara-saudara kita di pelosok daerah yang kesulitan air bersih.

    Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat berkah melalui nikmat hujan dan mampu mengambil hikmah darinya. Aamiin Allahuma Aamiin.

     

    -ARP-

    Post Tagged with

Leave a Reply