KOAR KOAR PROTES KITA

Posted on Posted in Pena Muslim, Puisi
Karya : Tria Ratu Hudzaifah (KSHE 50)

Mulut mulut lapar mencaci maki,

diri diri tak suci berteriak sana sini,

“Ini hak kami!”

luntanglantung tak bersuara, sang pemabuk melempar

botol minumnya.

“Jangan sok alim kau nak!” umpatnya

sorban ustadz ditariktarik

kerudung ustadzah dicabikcabik

AlQuran diinjakinjak

“Sunnah katamu? Tak ada itu!”

Orang baik, Bungkam!

Orang bijak, HILANG!

Hujan turun

Hujan darah

Hujan merah!

Ulama dipenggal,

MATI,

Ruhnya ada, Jiwanya pergi

Lidah kelu,

Hati malu,

Kebenaran mati!

Bumi keropos,

Pezina dianggap pekerja

sekedar sambung nyawa tak mengapa,

Orok bayi mengambang di kali

juga terkubur di sini,

“Tobat? Santai saja. Nyawaku ada seribu!”

Berduaan lakiperempuan tak mengapa,

“Masa muda!” katanya

hingga firman dan sabda hanya jadi antinganting curian

yang bergoyang hingga sore

“Neraka katamu?” ujar kau, “Pesankan aku satu!”

 

Leave a Reply