Hati Yang  Merindu Rumahnya

Posted on Posted in Pena Muslim, Puisi

ilustrasi-hati_20151002_102949

Sejengkal jarak surya dengan cakrawala 
Gurat merah segera pergi terganti gulita 
Kalbu terpana hampa 
Hati merana, merindu rumahnya

Hati kini telah terbolak balik oleh Empunya
Ujian tetiba datang kemudian hilang 
Hati tak kuasa lalu kehilangan tiang 
Hati merana, merindu rumahnya 

Dan merahnya senja menyengat hati
Sekejap saja lalu sirna 
Dan hati ini tetap merana, merindu rumahnya 

Hati yang hampa 
Betapa rapuh hingga ia penuh keluh 
terlalu lelah kemudian kehilangan arah 
Marah !

tak bisa taklukkan nafsu yang serakah 

Hati ini merindu ingin kembali 
Tapi sang kalbu sedang pergi 
Mencari jati diri 
Harus kemanakah ia 
Hati yang merindu rumahnya 

Dan kalbu mengadu pada pemiliknya,

di sela senja 

Aku telah berlari kian kemari 
Mencari kepingan hilang sang hati 
Yang terkikis oleh titik noda dosa 

Aku tau aku kini menjauh dari-Mu 
Tapi tak adakah kesempatan kembali 

Senja matahari kian sirna 
Mengecil di ujung barat hingga hampir tak terlihat 
Air mata mengalir di antara untaian kata,

tatkala kalbu mengadu pada pemiliknya 



Aku memohon ketenangan agar aku dekat lagi 
Dan agar hati yang lama menantiku pergi, 
Dapat segera kembali pada rumahnya 

Kalbu kini menemukan jati dirinya 
Ia kian dekat dan lekat dengan pemiliknya 
Damai menghiasi hari yang  cepat berganti 
Kemudian hati tiada lagi menanti 

Hati kini tak merana telah temukan rumahnya 
Ia belajar bersabar untuk suatu keindahan di akhir cerita 
Ia menemukan ketulusan pada kalbu dalam penantian

Leave a Reply