• Hati Yang  Merindu Rumahnya

    ilustrasi-hati_20151002_102949

    Sejengkal jarak surya dengan cakrawala 
    Gurat merah segera pergi terganti gulita 
    Kalbu terpana hampa 
    Hati merana, merindu rumahnya

    Hati kini telah terbolak balik oleh Empunya
    Ujian tetiba datang kemudian hilang 
    Hati tak kuasa lalu kehilangan tiang 
    Hati merana, merindu rumahnya 

    Dan merahnya senja menyengat hati
    Sekejap saja lalu sirna 
    Dan hati ini tetap merana, merindu rumahnya 

    Hati yang hampa 
    Betapa rapuh hingga ia penuh keluh 
    terlalu lelah kemudian kehilangan arah 
    Marah !

    tak bisa taklukkan nafsu yang serakah 

    Hati ini merindu ingin kembali 
    Tapi sang kalbu sedang pergi 
    Mencari jati diri 
    Harus kemanakah ia 
    Hati yang merindu rumahnya 

    Dan kalbu mengadu pada pemiliknya,

    di sela senja 

    Aku telah berlari kian kemari 
    Mencari kepingan hilang sang hati 
    Yang terkikis oleh titik noda dosa 

    Aku tau aku kini menjauh dari-Mu 
    Tapi tak adakah kesempatan kembali 

    Senja matahari kian sirna 
    Mengecil di ujung barat hingga hampir tak terlihat 
    Air mata mengalir di antara untaian kata,

    tatkala kalbu mengadu pada pemiliknya 



    Aku memohon ketenangan agar aku dekat lagi 
    Dan agar hati yang lama menantiku pergi, 
    Dapat segera kembali pada rumahnya 

    Kalbu kini menemukan jati dirinya 
    Ia kian dekat dan lekat dengan pemiliknya 
    Damai menghiasi hari yang  cepat berganti 
    Kemudian hati tiada lagi menanti 

    Hati kini tak merana telah temukan rumahnya 
    Ia belajar bersabar untuk suatu keindahan di akhir cerita 
    Ia menemukan ketulusan pada kalbu dalam penantian

Leave a Reply