• Bagaimana Sholat Gerhana Matahari?

    Gerhana matahari total merupakan peristiwa astronomi dimana bulan menutupi matahari. Peristiwa gerhana matahari total ini tergolong peristiwa yang langka karena hanya terjadi sekitar 300 tahun sekali. Tahukah kamu, bahwa Indonesia akan mengalami gerhana matahari total di tahun 2016 ini? Badan Antariksa Internasional, NASA dan lebih dari 3.000 ilmuwan di dunia akan melakukan observasi terhadap gerhana ini di Indonesia, tepatnya di Palu, Ternate, Poso dan Belitung. Gerhana ini sudah pernah terjadi pada tahun 1983, dan diperkirakan akan terjadi lagi di tahun 2023. Peristiwa gerhana matahari total yang diprediksi terjadi tanggal 9 Maret 2016 ini dapat diamati di 12 provinsi di Indonesia. Wilayah Indonesia bagian Barat hanya dapat mengamati gerhana matahari sebagian, yang akan terjadi pada pagi hari ketika langit tidak banyak tertutup awan. Peristiwa ini kira-kira akan dimulai pada pukul 06.20, dengan puncak gerhana pada pukul 07.21, dan berakhir pada pukul 08.32 WIB.

    Dalam Islam, peristiwa gerhana matahari dan banyak kejadian alam lainnya telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman, “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui  bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yan demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang yang mengetahui, “ (QS. Yunus, ayat: 5).

    Matahari dan bulan merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang memberikan banyak manfaat untuk kehidupan di bumi, oleh karena itu perisiwa gerhana menjadi peristiwa yang istimewa sekaligus menakutkan karena cahaya yang dipancarkan ke bumi hilang saat peristiwa tersebut terjadi. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, peristiwa gerhana matahari pernah terjadi ketika beliau sedang duduk dalam lingkaran bersama para sahabatnya. Nabi Muhammad tiba- tiba beranjak menuju masjid diikuti oleh para sahabatnya, kemudian melaksanakan sholat gerhana secara berjamaah. Terdapat tata cara dalam menjalankan shalat sunnah gerhana, yang akan dijabarkan sebagai berikut:

    1. Sholat dilakukan apabila gerhana dapat terlihat oleh mata.
    2. Terdiri dari dua rakaat, setiap ruku’dan sujud dilaksanakan dua kali, sehingga dalam dua rakaat sholat dilakukan 4 kali ruku’ dan sujud.
    3. Dapat dilaksanakan sejak gerhana mulai terjadi hingga gerhana selesai.
    4. Tidak didahului oleh iqomah dan adzan.
    5. Dilaksanakan secara berjamaah.

    Sebagai seorang muslim, sunnah ini sudah selayaknya kita laksanakan. Selain itu, sangat dianjurkan untuk memperbanyak amalan yang mendekatkan diri pada-Nya antara lain sedekah, dzikir, istighfar, dan takbir. Nabi Muhammad SAW juga pernah mengatakan terkait gerhana ini, bahwa terjadinya gerhana tidak ada hubunganya dengan kematian atau kelahiran suatu makhluk. Peristiwa gerhana matahari bukanlah merupakan pertanda adanya kesialan yang akan terjadi, melainkan merupakan tanda dari kekuasaan Allah SWT.

    Wallahu’alam.(AR/TRH)

     

    Penulis             : Anggy Riskha Putri

    Redaktur         : Tria Ratu Hudzaifah

     

     

Leave a Reply