• SERAT Ismut tentang LGBT

    Bogor, Sabtu (27/02) di Masjid Al Hurriyyah tepatnya di Ruang Asma diadakan Serat (Serambi Kastrat) Kajian Ilmu Kontemporer  dengan tema “Kenali dan Waspadai LGBT”. Acara ini dimotori oleh Departemen Isu dan Keumatan Lembaga Dakwah Al Hurriyyah. Menurut Muhammad Sita, Kadep Ismut, ‘Serat’ merupakan program rutinan bulanan berupa kajian yang membahas tentang isu yang sedang merebak di bulan tersebut.

    ‘Serat’ kali ini membahas tentang LGBT dalam sudut pandang psikologi dan perspektif islam. Menurut Pak Heri, ahli psikologi asal Yogyakarta dan praktikan hipnoterapi,  dalam perspektif psikologi, LGBT merupakan pilihan yang dipilih oleh setiap individu. Setiap orang lahir dalam keadaan fitrah sebagaimana sabda Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu huairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata :

    Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “ setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi seorang Yahudi, seorang Nasrani maupun musyrik.” Lalu seorang laki-laki bertanya: “Ya Rasulullah! Bagaimana pendapat engkau kalau anak itu mati sebelum itu?” beliau menjawab : “Allah lebih tahu tentang apa yang pernah mereka kerjakan”

    Dalam perspektif Islam istilah lesbian, gay, biseksual dan transgender merupakan perbuatan yang melampaui batas dan termasuk orang yang dzalim. Allah Subhanahu wata’ala berfirman yang artinya

    “ Yang diberi tanda oleh tuhanmu. Dan sikaan itu tidaklah jauh dari rang-orang dzalim” (Hud :83).

    Dalam pembahasan kaidah fiqh, transgender mempunyai istilah tersendiri. Dalam istilah bahasa Arab, transgender disebut khuntsa dan mukhonnas. Khuntsa adalah orang yang sudah dari lahir memiliki dua jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan. Ketika sudah dewasa, seorang yang memiliki dua alat kelamin ini harus memilih salah satu dari dari kedua alat kelamin yang dimiliki guna menjadi manusia yang normal, yaitu manusia yang berkelamin laki-laki atau perempuan. Istilah kedua yaitu mukhonnas. Mukhonnas adalah istilah bahasa Arab yang diberikan kepada orang yang menyerupai lawan jenisnya, baik dalam berpakaian maupun berperilaku, cotohnya seorang pria yang berperilaku seperti wanita dan sebaliknya. Orang yang masuk kedalam golongan ini termasuk orang yang dilaknat oleh Allah Subhanahu wata’ala. Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda yang artinya

    “Terlaknatlah orang yang mencela ayahnya, terlaknatlah orang yang mencela ibunya,. Terlaknatlah orang yang menyembelih bukan karena Allah, terlaknatlah orang yang merubah batas tanah, terlaknatlah orang yang membisu (tidak mau memberi petunjuk) terhadap orang yang butayang mencai jalan. Terlaknatlah orang yang menyetubuhi binatang dan terlaknatlah orag yan berbuat seperti perbuatan kaum Luth.” (HR. Ahmad. Shahih Al Jami’. 5891)”

    Selain Allah Subhanahu wata’ala melaknat orang yang melakukan perilaku LGBT, Allah Subhanahu wata’ala juga akan menimpakan azab di dunia yang sangat dahsyat. Azab tersebut pernah Allah Subhanahu wata’ala timpakan kepada kaum Nabi Luth. Allah Subhanahu wata’ala berfirman yang artinya

    “Maka ketika keputusanKami datang. Kami menjungkirbalikkan negeri kaum luth, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang tebakar” Hud: 82

    Menurut Ustadz Wahid, ada dua hal unuk mencegah terjadinya LGBT dari dini. Kedua hal tersebut adalah memisahkan tempat tidur anak kita ketika anak kita sudah beranjak sepuluh tahun, memberikan mainan-mainan kepada anak-anak kita sesuai dengan kodratnya. Kemudian semisal sudah terkena LGBT, na’udzubillaimindzalik,  kita harus menyadari bahwa LGBT adalah penyakit, pelaku LGBT bisa sembuh, mengikuti penyembuhan, sabar dalam menjalani rehabilitasi, dan dibarengi dengan berdo’a kepada Allah Subhanahu wata’ala meminta untuk disembuhkan. (Ngudi/Nasiba)

    Post Tagged with , ,

Leave a Reply