• Press Release, Hari Tutup Aurat 14 Februari: Hijab adalah Proses Ketaatan

    Langit selalu cantik dengan bintangnya dan muslimah selalu cantik dengan hijabnya. Ibarat bintang yang terlihat bersinar di langit malam, begitulah gambaran wanita berhijab yang menjadi ciri seorang muslimah. Tahukah kamu, perintah menutup aurat ini tertuang langsung dalam QS. Al-Ahzab: 59 (seruan menutup aurat) dan QS. An-Nuur: 30-31 (pedoman menjaga pandangan dari yang bukan mahram)?

     

    Bismillahirrahmannirrrahim

    “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pergaulannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan pehiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya…”

    (QS. AnNuur: 30-31)

     

    Semangat membara menyeruak Ahad pagi kali ini, di Kampus Institut Pertanian Bogor, Dramaga. Gabungan lembaga-lembaga syiar, yaitu Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Hurriyyah, Birena Al-Hurriyyah, Lembaga Dakwah Fakultas (LDF), Ikatan Keluarga Muslim PKU (IKMP), dan Forum Silaturahim Dewan Mushola Asrama (FSDMA), memenuhi lapangan parkir Masjid Al-Hurriyyah sejak pukul 06.30 WIB. Massa yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus IPB (FSLDKI) ini, ramai menggagas kegiatan Hari Tutup Aurat  (HTA) yang jatuh pada setiap tanggal 14 Februari. Lebih dari 300 orang ikut dalam barisan penyeru kebaikan ini. Acara dibuka oleh Ketua Pelaksana, Nur Faizah, mahasiswa Silvikultur angkatan 50, dengan pencerdasan mengenai pentingnya aksi Hari Tutup Aurat diselenggarakan. Tepat pukul 08.30 WIB massa melakukan long march dengan rute dari Masjid Al-Hurriyyah sampai pelataran Graha Widya Wisuda (GWW) IPB.

    Gema we share, we care, let’s cover the aurat, jelas diserukan di sepanjang jalan. Antusiasme masyarakat kampus nampak begitu terlihat, termasuk perasaan senang dan mendukung akan aksi ini. Adik-adik Birena yang ikut dalam aksi ini pun sangat gembira dan bersemangat dalam menyerukan jargon HTA. Tidak hanya long march, aksi ini juga diramaikan dengan orasi pencerdasan pentingnya menutup aurat dan berhijab syar‘i, di tiga titik keramaian, yaitu di depan Agrimart asrama putri, Berlin, dan pelataran GWW. Orasi ini dipimpin oleh Nur Faizah. Dalam orasinya, disampaikan bahwa menutup aurat merupakan hal yang harus disegerakan. Tidak harus menunggu siap atau baik terlebih dahulu, karena berhijab itu sendiri merupakan proses menuju kebaikan. Sehingga seraya berhijab, kita pun terus memperbaiki diri. Setelah massa sampai di titik akhir, yaitu pelataran GWW pada pukul 09.40 WIB, massa membagikan amunisi. Amunisi yang dibagikan berupa kerudung syar‘i, stiker, pin, bros, baju muslim, gamis, dan rok.

    Ratusan kerudung yang dikumpulkan dari para donatur disalurkan langsung kepada masyarakat yang belum menutup aurat dan yang belum sempurna menutup auratnya atau belum berhijab syar‘i. Amunisi dibagikan kepada masyarakat sekitar yang merupakan mahasiswa, pengunjung kampus, tukang ojek, pedagang, petugas kebersihan, dan masih banyak lagi. Tujuan pemberian ratusan kerudung gratis ini, yaitu untuk membantu saudara kita sekaligus menunjukkan rasa kepedulian yang kuat terhadap mereka, dalam menutup aurat sesuai syariat.

    Berbeda dengan HTA tahun lalu, HTA tahun ini memiliki sesuatu yang baru, yaitu adanya Stand Make Over Hijab Syar‘i. Ide mengadakan stand ini muncul dengan tujuan memfasilitasi dan mengenalkan masyarakat tentang bagaimana cara berhijab syar‘i. Banyak saudari kita yang ingin berhijab syar‘i, namun masih terkendala dalam ketiadaan busana dan kondisi lingkungan yang belum kondusif. Oleh karena itu, melalui Stand Make Over ini, teman-teman lembaga syiar mengubah penampilan pengunjung stand agar menjadi syar‘i, sekaligus membuat mereka merasakan pengalaman bagaimana indahnya berpakaian sesuai dengan syariat Islam. Launching stand ini diadakan di Plaza Soekarno setalah massa selesai membagikan amunisi.

    Pukul 10.40 WIB kegiatan launching Stand Make Over Hijab Syar‘i dibuka dengan basmallah oleh MC. Lalu dilanjutkan dengan pembacaan tilawah dan penyampaian materi oleh drh. Nanis Nurhidayah tentang perintah menutup aurat sesuai syariat. Dalam penyampaiannya Kak Nanis menjelaskan bahwa perintah menutup aurat ini adalah perintah langsung dari Allah dan tertuang dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 59 dan surat An-Nuur ayat 30-31. Banyak hikmah yang dapat diambil dibalik perintah menutup aurat ini. Salah satunya adalah hikmah penjagaan.

    Selain itu, menurut mahasiswi S2 Kedokteran Hewan ini, menutup aurat dapat meneguhkan keyakinan dan keimanan kita terhadap Allah. Apalagi hijab itu sendiri merupakan suatu identitas bagi muslimah sehingga mudah dikenali. “Proses memakai hijab sesuai syariat memang tidak mudah dan butuh waktu. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk mencari teman yang selalu menyemangati, mengingatkan, serta mendukung kita dalam berhijab sesuai perintah Allah,” tutur Kak Nanis seraya menyudahi pemaparannya. Usai penyampaian materi yang luar biasa dari Kak Nanis, Stand Make Over Hijab Syar’i pun resmi dibuka oleh ketua pelaksana dengan peletusan tiga balon pada pukul 11.30 WIB. Kemudian kegiatan launching berakhir dan ditutup dengan pembacaan hamdallah. Setelah kegiatan launching selesai, massa memberikan testimoni mengenai Hari Tutup Aurat pada banner besar yang sudah disiapkan.

    Stand Make Over Hijab Syar‘i ini didirikan pada dua titik, yaitu di depan Agrimart 2 dan di Media Center. Antusias masyarakat sangat tinggi dalam menyambut adanya stand ini. Hal tersebut terlihat dari ramainya pengunjung stand yang berdatangan dan memakaikan dirinya dengan pakaian syar‘i. Selain ber-make over, para pengunjung yang datang juga diperbolehkan untuk membawa pulang hasil mix and match pakaiannya ke rumah secara gratis. Kurang dari satu jam amunisi pada Stand Make Over di depan Agrimart 2 habis diserbu masyarakat, sedangkan stand pada Media Center masih ramai hingga pukul 15.00 WIB. Mahasiswa dan pegawai wanita IPB pun ikut antusias mencoba make over di stand ini.

    Sedikit pesan yang dapat kita ambil dari Hari Tutup Aurat ini adalah,

    Memulai berhijab atau berhijab syar‘i tidak harus menunggu menjadi baik, karena dengan berhijab syar‘i, in sya Allah kita akan menjadi baik. Sesuatu hal yang baik pun harus disegerakan dan tidak harus selalu menunggu siap, karena meskipun kebaikan berproses, proses tersebut memiliki batas. Dan batas tersebut adalah waktu hidup kita.

     

    Islamic Program Keputrian

    LDK Al-Hurriyyah 1437 H

     

     

Leave a Reply