• Press Release, Dauroh Code of Conduct: Kode Etik Aktivis Dakwah

    Dalam setiap permainan selalu ada rule of the game yang berlaku dan setiap pemain harus mengikuti aturan main untuk memenangkan misi. Kita pun sebagai aktivis dakwah, merupakan pemain dalam medan ini dan sudah tentu ada aturan main yang berlaku bagi kita. Salah satunya adalah aturan main dalam berinteraksi. Mengapa harus ada aturan main? Karena iman tak selalu kuat, niat tak selalu lurus, dan musuh nyata kita lebih mengetahui cela mana yang bisa mereka masuki. Selain itu perlu kita pahami, aturan main ini tidak serta merta berlaku hanya karena kita adalah seorang aktivis dakwah, namun lebih karena kita adalah seorang muslim. Oleh karena itu, menjaga interaksi sudah sepatutnya dilakukan. Semua aturan main yang ditetapkan tersebut harus jelas dan memungkinkan untuk diterapkan. Itulah sebabnya, pendahulu-pendahulu dakwah ini merumuskan apa yang hari ini kita sebut dengan Code of Conduct (CoC) atau kode etik dalam berinteraksi.

    Dauroh atau pengenalan CoC kepada pengurus LDK Al-Hurriyyah 1437 H telah dilaksanakan pada Ahad, 7 Februari 2016. Dauroh yang dilaksanakan oleh departemen Human Resource Development (HRD) ini dimulai tepat waktu pada pukul 13.00 WIB dan selesai pada pukul 16.20 WIB. Dauroh dihadiri oleh kurang lebih setengah dari jumlah pengurus LDK, yaitu 51 orang dari 109 jumlah pengurus LDK keseluruhan. Dauroh CoC ini dipimpin oleh ketua pelaksana sekaligus Master of Ceremony, Fuad Heru Setiawan, mahasiswa Teknik Mesin dan Biosistem (TMB) angkatan 52. Kegiatan dauroh dibuka dengan bacaan basmallah lalu dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran surat Ash-Shaff ayat 1-9 oleh ketua departemen HRD, Choirul Fajri. Kemudian acara disambung dengan sharing-sharing pengalaman liburan, pemutaran video, dan games ice breaking.

    Setelah ice breaking selesai, kegiatan utama, yaitu dauroh CoC dilakukan. Dauroh CoC kali ini disampaikan oleh ketua LDK Al-Hurriyyah 1435 H, Amroyanu Habib, mahasiswa Budi Daya Perikanan (BDP) angkatan 48. Dalam pemaparannya ada banyak point penting yang disampaikan oleh pemateri. Mulai dari hal-hal sederhana seperti cara bersikap saat berpapasan di jalan, khususnya ketika bertemu lawan jenis, hingga tata cara dalam rapat atau syuro departemen, termasuk di dalamnya syuro online atau interaksi melalui media sosial. Beberapa hal yang digaris bawahi oleh pemateri adalah sebagai berikut:

    1. Waktu syuro maksimal diberitahukan kepada anggota H-1 sebelum syuro dilaksanakan. Hal ini mengantisipasi agar anggota dapat mengatur agendanya sehingga tidak bertabrakan dengan agenda lain.

    1. Syuro dimulai ketika setidaknya sudah ada tiga orang yang hadir, lalu tepat waktu, dan sangat dianjurkan menggunakan hijab. Jika tidak memungkinkan menggunakan hijab, maka posisi duduk ikhwan dan akhwat dalam syuro hendaklah tidak berhadapan atau bahkan melingkar.

    1. Konfirmasi kehadiran syuro ataupun kegiatan LDK lainnya kepada kadep atau sekdep dilakukan maksimal satu jam sebelum kegiatan dimulai.

    1. Perizinan yang akan dilakukan harus merupakan perizinan syar‘i dan sesuai dengan adab perizinan yang berlaku. Yang termasuk izin syar‘i adalah sakit, terkena musibah, mengalami berita duka, ada kegiatan akademik (terutama jika mendesak dan darurat), dan liqo atau mentoring. Selain itu dalam hal perizinan ini, adab meminta izin juga sangat ditekankan. Hal ini karena mengingat maraknya fenomena mengizinkan diri sendiri yang terjadi. Banyak yang belum menyadari perbedaan antara meminta izin dengan mengizinkan diri sendiri.

    Pemateri menjelaskan, bahwa status mendapat izin adalah ketika kita sudah mendapatkan balasan dari qiyadah atau pimpinan atas izin yang diminta. Sedangkan mengizinkan diri adalah ketika kita belum medapatkan izin dari qiyadah namun kita memutuskan terlambat atau bahkan tidak hadir sama sekali. Dalam meminta izin, cara yang dibenarkan adalah menjelaskan alasan keterlambatan atau ketidakhadiran kita dengan baik kepada kadep atau sekdep menggunakan kata ‘diizinkan?’, pada akhir penjelasan. Sedangkan apabila kita mengizinkan diri sendiri, kita tidak meminta perizinan dan hanya menyebutkan alasan dari perizinan kita lantas memutuskannya sendiri tanpa ada balasan dari pimpinan. Izin yang seperti ini dianggap tidak sah.

    Selama izin kita benar dan menggunakan cara yang baik dan benar pula, qiyadah tak hendak mempersulit jundinya, sehingga in sya Allah akan diizinkan.

    1. Jam aktifitas luar akhwat dan aktifitas LDK adalah pukul 21.00 WIB. Adanya aturan jam malam ini untuk memberikan kesempatan kepada setiap anggota LDK agar dapat kembali mentsabilkan kondisi ruhiyah setelah seharian beraktifitas.

    1. Jika ikhwan dan akhwat bertemu dalam keadaan sama-sama sendiri, diharuskan untuk saling mengabaikan.

    1. Tidak menggunakan kata-kata bernada cair, meyampaikan pesan secara to the point, dan menghindari penggunaan emoticon yang berlebihan dalam berinteraksi pada media sosial.

    Setelah pembahasan mengenai pengenalan CoC selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sholat ashar dan makan bersama dengan makanan khas yang dibawa dari kampung halaman masing-masing. Kemudian acara ditutup dengan pembacaan doa robithoh oleh Hizballah Arham, TMB angkatan 52. Apresiasi yang luar biasa disampaikan oleh Choirul Fajri kepada semua peserta yang telah hadir, khususnya ikhwan yang keseluruhannya hadir tepat waktu dan lebih fokus pada jalannya acara. Draft CoC yang telah dibahas ini akan dibagikan, sehingga bagi yang belum hadir dapat membacanya dan bagi yang sudah hadir dapat lebih memahaminya. Pada akhirnya, aturan CoC tidak didesain untuk mempersulit langkah, namun dibuat untuk menjaga kita agar tetap dalam koridor yang islamiyah.

    Departemen HRD LDK Al-Hurriyyah 1437 H

    #DaunKembar37

Leave a Reply