• GEMAR (Gerakan Menutup Aurat) 2016

    FormatFactoryIMG-20160214-WA0020Gemar merupakan acara yang diadakan oleh FSLDK (Forum Silaturahhim Lembaga Dakwah Kampus) Indonesia serta berbagai komunitas kebaikan di seluruh Indonesia. Acara ini bertujuan untuk mensosialisasi, mengedukasi dan mengajak muslimah untuk berhijab syar’I dengan jargon “Move On! Ayo Hijrah!”.

    Pesrta akhwat menggunakan dresscode kerudung ungu atau pink sebagai  lambang cinta dan kasih sedangkan ikhwan memakai pakaian serba hitam. Acara ini diikuti oleh LDK di Jabodetabek serta komunitas kebaikan seperti ODOJ, komunitas sahabat muslim, mudah berdakwah badaris dan masih banyak lagi.

    Acara diawali dengan mabit di masjid Sunda Kelapa, Menteng, kemudian sekitar pukul enam, peserta  dimobilisasi menuju Monas.  Di Monas,  peserta diajari beberapa jargon-jargon yang menarik. Kemudian sekitar pukul delapan, peserta dibariskan 4 banjar dan berjalan menuju bundaran HI untuk melakukan orasi. Selama perjalanan, yel-yel dan takbir dilantunkan dengan penuh semangat. Acara ini sangat menarik banyak perhatian, banyak warga yang ikut merekam aksi ini. Panitia juga menyiapkan 5 spot pembagian hijab gratis. Hijab ini dibagikan kepada perempuan yang belum berhijab. Selain itu, disediakan stand tutorial hijab untuk para perempuan yang masih bingung memakai hijab secra syar’i yang berada di depan gedung BNI.

       Puncak aksi ini adalah orasi yang dilakukan di depan gedung BNI. Orasi diawali oleh sambutan dari Resa Rere, bintang film Tausiyah Cinta. Dalam sambutannya beliau mengungkapkan arti penting hijab serta kriteria hijab yang syar’i sesuai Al Qur’an. Resa juga berharap agar semua orang yang menyaksikan bisa belajar dengan baik bagaimana cara berhijab yang sesuai dengan tuntunan syariah.

    “InsyaAllah, mudah-mudahan panas yang dirasakan peserta aksi diganti dengan kesejukkan dan pahala yang berimpah dari Allah SWT.” Kata Resa menyemangati peserta aksi. Orasi pertama dilakukan oleh Syukron Muhtar, perwakilan dari FSLDK, kemudian dilanjutkan oleh perwakilan dari departemen pemberdayaan perempuan Jakarta, Nurul Latifah.  Beliau mengatakan bahwa, DPP sangat mengarahkan dan mendukung acara Gemar karena HTA ini diperingati di berbagai dunia. Beliau berpesan supaya kita tetap semangat menjaga visi dan misi sebagai muslimah untuk menyebarkan kebaikan pada masyarakat.

    “Jilbab merupakan konsekuensi iman.” Kata beliau. Orasi selanjutnya disampaikan oleh Babay dari RDI (Rumah Dakwah Indonesia), Rizal Wahid dari Muda Berdakwah dan Mbak Fia dari Komunitas Sahabat Muslim, Azizah dari Paskas dan Nurul Jarmusda dari FSLDK . Orasi yang disampaikan Nurul Jarmusda membuat beberapa meneteska air mata. Dalam orasinya, beliau menceritakan kisahnya saat membagikan hijab kepada salah satu perempuan. Beliau menyimpulkan bahwa muslimah yang belum berhijab bukan sepenuhnya salah dirinya, tapi salah kita karena kita tidak mau berbagi kepada mereka, tidak mau bercerita begaimana rasanya mencintai Allah, bagaimana rasanya berhijab syar’i. Orasi ini ditutup oleh pembacaan puisi oleh salah satu perwakilan dari FSLDK Indonesia. (Riyani/Nasiba)

Leave a Reply