• Dakwah itu  Mengajak

    colouring-witt-dakwahSebelum anda membaca tulisan saya, alangkah baiknya jika anda tahu bahwa tulisan ini saya kutip dari tausiyah Bapak Rofiq Iqbal, S.T., M. Eng , Ph.D., saat beliau berkunjung bersama rombongannya dari ITB ke masjid Al Hurriyyah IPB. Beliau adalah dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB.  Alhamdulillah, Allah memperkenankan saya untuk mendengarkan ceramah beliau. Banyak pelajaran penting yang saya dapatkan dari ceramah beliau yang hanya sekitar 45 menitan. Namun, kali ini saya akan membahas pendapat beliau mengenai dakwah.

    Dakwah secara bahasa berarti mengajak. Lebih jauh lagi, dakwah dalam agama Islam dapat diartikan sebagai mengajak untuk melakukan kebaikan dan meninggalkan kemaksiatan. Banyak ayat dalam Al Quran yang memerintahkan hal ini. Pada kesempatan itu, beliau mengutip potongan ayat terakhir dari Surah Al Kautsar yang menyatakan bahwa salah satu ciri orang yang tak merugi adalah mereka yang saling menasihati. Hal inilah yang sekarang justru ditinggalkan oleh generasi masa kini. Mereka membiarkan kemaksiatan menggurita di sekitar mereka. Kadang mereka memang tak peduli. Tetapi, tak sedikit pula yang sesungguhnya ingin mengubah keadaan, namun mereka merasa belum memiliki cukup ilmu.

    Nah, Ustadz Rofiq melanjutkan bahwa dakwah tak selamanya harus dilakukan saat kita berilmu tinggi. Analogikan saja dengan bermain bola. Untuk mengajak orang lain bermain bola, kita tak harus benar-benar lebih hebat daripada orang lain. Asal memiliki sedikit kemampuan dan kemauan saja sudah cukup. Demikian pula dengan dakwah. Asal kita tahu hal yang dilakukan objek dakwah kita salah menurut agama, maka kita sudah layak untuk memperingatkannya.

    Pun begitu, tak selamanya dakwah berjalan mulus. Tetapi kewajiban kita hanyalah menyampaikan. Hasil akhirnya Allah yang menentukan. Dakwah memang sesederhana itu. Namun, bayangkanlah jika objek dakwah kita berhasil  kita ajak melakukan kebaikan. Rasulullah pernah bersabda, “barangsiapa yang menyeru kepada kebaikan, maka ia mendapatkan kebaikan sebagaimana kebaikan orang yang melakukannya”(HR Muslim). Belum lagi jika orang tersebut terus meneruskan nasihat kebaikan dari kita.  Jadilah yang demikian itu sebagai amal jariyah kita.  Secanggih-canggihnya sistem MLM, tidak akan mampu menandingi pahala berantai yang Allah tawarkan.

    Masih ragu untuk berdakwah?  (AH/TRH)

    Post Tagged with

Leave a Reply