• 4 Cara “Menghilangkan” Kejeniusan di Rumah

    “Setiap anak terlahir jenius, tetapi kita memupuskan kejeniusan mereka dalam 6 bulan pertama.” -Buckminster Fuller-

    Ada empat pengaruh negatif keluarga yang dapat merusak kejeniusan anak.

    Pertama adalah karakter keluarga yang buruk. Kondisi dimana orangtua sering membentak, menghardik, atau menghina anak. Maka anak akan berada dalam ketakutan, kemudian murung dan tertekan. Akibatnya anak tidak memiliki kesempatan bereksplorasi, menemukan berbagai ide dan melakukan banyak hal yang biasa dilakukan si jenius.a

    Kedua adalah faktor kemiskinan. Banyak dari keluarga yang tidak bisa memberikan pembelajaran yang baik terhadap anak karena pendidikan orangtua yang rendah dan keterbatasan pengetahuan. Sehingga kejeniusan sang anak tidak terangsang dengan layak. Selain itu, kemiskinan juga berperan penting pada pemberian gizi yang kurang baik pada masa kehamilan, sehingga zat gizi yang seharusnya didapatkan anak semasa bayi tidak dapat dipenuhi.

    Ketiga yaitu gaya hidup serba instan. Biasanya ini terjadi pada keluarga yang secara finansial cukup mapan namun orangtua nya sibuk bekerja. Sehingga anak tidak mendapat perhatian yang cukup dan orangtua hanya memberikan pembelajaran dengan jalan pintas. Anak-anak di paksa berprestasi sebelum waktunya, les ini-les itu padahal anak masih TK, sehingga waktu bermain anak dan kreatifitas mereka terhancurkan.

    Keempat adalah ideologi keluarga yang kaku. Keluarga menerapkan sistem kepercayaan yang ketat kepada anak. Anak-anak diajarkan untuk takut terhadap cara berfikir yang berbeda dari kepercayaan yang keluarga anut dan anak diajarkan untuk membenci orang-orang yang memiliki pikiran yang berbeda. Tentu ini akan merusak kejeniusan anak, dimana seorang yang jenius adalah mereka yang mampu berfikir ‘out of the box’.

     

    Buku : Keajaiban Belajar

    Karya : Yunsirno

    Resume :Dept. Issu dan Keummatan (Al_izzah)

Leave a Reply