• GOLPUT BUKAN JAWABAN

    Logo Pemilu FLSDK Edit

    http://www.youtube.com/watch?v=-foOPXBd3mE

    (Videp tentang #KamiAntiGolput)

    Umat Islam di Indonesia mempunyai tanggung jawab moral untuk memilih pemimpin. Sebab itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) minta agar kaum muslimin dapat berpartisipasi aktif guna mensukseskan  pemilihan umum legislative dan pemilihan Presiden pada 2014. Ketua Harian Majelis Ulama Indonesia Pusat KH Ma’ruf Amin menegaskan dalam khotbah Arafah tahun 1434 H/2013 M,  di Arafah, Arab Saudi, 9 Zulhijah. menegaskan bahwa  kepemimpinan (al-imamah) merupakan pengganti kenabian dalam menjaga agama dan mengatur dunia. Itu sebabnya, memilih orang yang menduduki kepemimpinan tersebut hukumnya adalah wajib menurut ijmak (kesepakatan) ulama. ”Umat Islam sebagai bagian terbesar di Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk memilih pemimpin yang mempunyai integritas, kapabilitas, ketegasan, amanah, dan berakhlakul karimah,” katanya.

    Dalam Islam  memilih pemimpin adalah perkara penting karena sang pemimpin inilah yang akan memegang kendali komando dalam membawa perjalanan bangsa menuju visi dan misi sebagaimana disebutkan dalam konstitusi. “ Kelayakan menjadi pemimpin bukan semata pintar, melainkan juga tegas, istikamah, dan sangat sadar bahwa kepemimpinan yang diemban merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dipertanggungjawabkan kelak di yaumil akhir (hari kiamat),” katanya. MUI menilai  Pemilu 2014 yang akan datang menjadi momentum  paling penting untuk memilih pemimpin yang kuat, yang mampu memimpin perlawanan terhadap penindasan serta hegemoni ekonomi, politik, dan budaya.

    Inilah romantika demokrasi, preview nya adalah Mesir, Hosni Mubarak memenangkan pemilu yang hanya diikuti tidak lebih dari 30% pemilih potensial karena calon-calon legislatif dari oposisi seperti kelompok Ikhwanul Muslimin habis ditangkapi dan dipenjarakan, selain itu para pendukung kelompok ini juga dipersulit bahkan dilarang ikut mencoblos di banyak TPS negeri itu. Al-hasil Hosni Mubarak tetap jadi presiden seluruh Mesir walau cuma beberapa persen dimenangkan.

    Itulah demokrasi dan kita dituntut harus tetap cerdik menyikapi sistem demokrasi ini, kalau dulu Ust. Anis Matta membuat buku Menikmati Demokrasi mungkin sekarang sudah saatnya kita membuat Modul Bagaimana Menjadi Matador Demokrasi yang Sukses. Kembali ke pokok permasalahan, pilihan Gol-Put sebagai perlawanan saat ini menunjukkan masih rendahnya PQ (Political Quotient) umat ini. Dan dalam Islam dijelaskan bahwa setiap sikap (pilihan) akan dimintai pertanggungjawaban termasuk memilih untuk merelakan kepemimpinan umat ke tangan para durjana.

    Jadi alih-alih melakukan perlawanan, mereka yang Gol-Put malah harus mengikuti apapun kebijakan dari orang-orang yang mereka biarkan untuk menang dalam pemilu walaupun yang mereka biarkan menang itu adalah orang setingkat Fir’aun, raja Namruz  atau pemimpin keji dan anti Islam lainnya sekalipun. Mungkin kita bisa tertawa dan bisa menangis saat membaca opini para pendukung Gol-Put dari sebuah blog. Si penulis mengatakan bahwa semakin banyak orang yang Gol-Put maka Indonesia akan segera hancur, lalu saat itulah Khilafah Islamiyah akan didirikan. Dari situ saja kita bisa menebak-nebak seberapa baik dan canggih PQ  dari saudara-saudara kita.

    Apakah Gol-Put akan menghasilkan perbaikan? Dalam perspektif terbatas, bisa saja itu terjadi tapi pada kondisi Indonesia sekarang ini, sudah seharusnya berfikir berkali-kali. Karena boleh jadi Gol-Put malah menguntungkan partai-partai curang. Mengapa demikian? Karena  dengan Gol-Put bisa: Mengurangi biaya pembelian suara. Kelompok yang Gol-Put bisa jadi menguntungkan parpol yang terbiasa tebar uang dan hadiah. Daerah-daerah yang dipetakan kurang prospektif dari segi potensi atau tidak lebih menguntungkan dalam jangka panjang, tidak akan terlalu serius diurus karena keterbatasan dana. Bisa jadi ada, namun tidak terlalu signifikan. Biarlah daerah yang kurang potensial tersebut dininabobokan dengan pasukan Gol-Put saja, agar tidak banyak memberi pengaruh pada perolehan suara.

    Allah SWT Berfirman:

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu). Al-Qur’an An-Nisa 144

    Fokus pada daerah-daerah strategis dan potensial. Karena alasan budget juga, parpol cenderung memfokuskan pada daerah-daerah kaya potensi. Masyarakat daerah tersebut yang masih menengah ke bawah akan menjadi sasaran money politics. Sedangkan yang menengah ke atas didekati dengan rekruting menjadi caleg atau iming-iming proyek di masa kemenangannya.  Intinya jangan sampai ada Gol-Put dan pilihan partai lain di daerah tersebut karena fokus anggaran partai sudah ditetapkan. Oleh karena itu secara umum, parpol yang memiliki budget raksasa adalah mereka yang paling berpotensi memenangkan perang gaya ini.

    Berfikir  lebih jauh, akan ada juga keuntungan untuk partai atau kelompok dengan agenda de islamisasi atau Islam phobia. Dengan besarnya Gol-Put terutama dari muslim Indonesia maka dapat:

    1. Mengurangi keterwakilan muslim dalam pengambilan kebijakan
    2. Mengurangi peran-peran muslim dalam kehidupan berbangsa secara umum
    3. Mempreteli satu demi satu regulasi bernafaskan syariah
    4. Memudahkan jalan untuk mengembalikan Pancasila sebagai asas tunggal
    5. Memudahkan jalan melemparkan Islam dari ranah publik

    Dalam sebuah ungkapan disebutkan “Hati yang bersih akan memuluskan jalan keluar dari sebuah masalah. Allah swt. menganugerahkan hati sebagai salah satu alat selain kepala yang sering hang ini.” Allahu a’lam

Leave a Reply