• SEORANG NENEK MENCURI SINGKONG KARENA KELAPARAN, HAKIM MENANGIS SAAT MENJATUHKAN VONIS !!

    425093_199671343468142_291949339_nDi ruang sidang pengadilan, Hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong.  Nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar, namun manajer PT ******* tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bagi warga lainnya.
    Hakim Marzuki menghela nafas, dia memutus di luar tuntutan jaksa PU, ‘maafkan saya’, katanya sambil memandang nenek itu,’saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda tidak mampu bayar maka anda hrs masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU’. Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sementara Hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya serta berkata kepada  hadirin.

    .”Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir di ruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap di kota ini, yang membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya, saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”Sampai palu diketuk dan Hakim Marzuki meninggalkan ruang sidang, nenek itu pun pergi dengan mengantongi uang 3,5jt rupiah, termasuk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT **** **** yang tersipu malu karena telah menuntutnya. Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yang bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media tuk jadi contoh kepada aparat penegak hukum lain untuk bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh hakim Marzuki. ** Semoga bisa menjadi pelajaran untuk kita semua Insyaallah. (YJS 07)
    Hikmah :
    Walaupun belum ada sumber jelas mengenai kebenaran berita ini, namun sangat menampar keras hati kita. Sudahkah kita peduli terhadap orang-orang di sekitar kita?
    Semoga dengan hikmah berita di atas, dapat mengasah rasa kepekaan hati kita dalam kepedulian dan bersikap adil terhadap siapapun. Wallahu’alam

Leave a Reply