• Mudik-ku Berpahala

    1Bismillah

    Alhamdulillah ujian selesai juga, ya , semoga mendapat hasil yang mencukupi kebutuhan kita. Habis ujian biasanya ada sebuah budaya,ya budaya itu adalah budaya mudik atau pulang ke kampung halaman. Bagi kawan-kawan yang pada saat ini sedang merencanakan mudik atau sedang dalam perjalanan mudik, ni silakan baca dulu apa adab-adab safar (http://asysyariah.com/adab-adab-safar/), supaya selama perjalanan mendapatkan pahala yang berlimpah, insyaAllah. Nah bagi kawan-kawan yang sudah sampai rumah orangtua, ini ni sesuai tema, mudikku berpahala. Ya pada artikel ini akan dipaparkan apa saja sih yang bisa kita lakukan di rumah orangtua. Ya tidak usah banyak-banyak, hanya 4 jenis amal shalih saja kok, yang penting walau sedikit namun kualitas nomor wahid.

    Ya kawan, amalan pertama yang bisa kita lakukan adalah berbakti kepada orangtua. Orangtua merupakan gudang emas bagi kawan-kawan lho. Kata temanku terkadang kita lupa dengan gudang emas di dekat kita, ya yaitu berbakti kepada orangtua. Berbakti kepada orangtua merupakan amal shalih yang sangat besar pahalanya, yang lebih besar pahalanya daripada jihad, haji dan juga hijrah di jalan Allah. Berbakti kepada orangtua berdasarkan hadits riwayat Bukhari merupakan amalan yang utama nomor dua setelah shalat pada waktunya. Intinya berbakti kepada orangtua sangat besar pahalanya di sisi Allah. Ketika orangtua ridha maka Allah ridha sehingga insyaAllah dengan ridhanya orangtua kepada kita urusan urusan kita menjadi mudah dan masuk Surga pun akan dimudahkan oleh Allah. Berbakti kepada orangtua di rumah, caranya bagaimana?  Ya banyaklah, intinya berbakti itu adalah memberikan yang terbaik kepada orangtua dan mencegah gangguan dari pada keduanya. Memberikan yang terbaik semampu kita, misalnya orangtua suka minum kopi, ya dibuatkan kopi seenak mungkin sesuai selera orangtua, dan mencegah gangguan dari pada keduanya misalnya tidak membuat hatinya sakit seperti mengucapkan apa yang menyulitkan dan memberatkannya.Termasuk juga dalam berbakti kepada keduanya adalah mengikuti perintahnya yang bersifat mubah (boleh) seperti membelikan cabai di warung, membelikan kerupuk di mall atau apa pun. Namun apabila perintahnya bertentangan dengan syariat maka janganlah diikuti, tolaklah dengan ucapan yang baik lagi tidak menyinggung.

    Amalan kedua adalah menuntut ilmu agama dan juga ilmu-ilmu lainnya yang bisa bermanfaat bagi banyak makhluk terutama manusia. Menutut ilmu agama terutama dua ilmu yang amat teramat wajib yaitu ilmu mengenai akidah dan ilmu mengenai tata cara ibadah amatlah penting. Pelajarilah ilmu mengenai rukun iman dan rukun Islam. Renungilah ilmu-ilmu akidah sehingga akidah kita lurus sebagaimana yang diajarkan Allah dan rasulNya, pelajarilah ilmu-ilmu mengenai tata cara beribadah supaya ibadah kita sesuai dengan tuntunan bukan asal-asalan. Menuntut ilmu agama memiliki banyak keutamaan dinataranya sebagaimana yang disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dawud bahwa Barangsiapa meniti jalan untuk menuntut ilmu niscaya Allah memudahkan jalan ke surge untuknya.   Dengan menuntut ilmu kita menjadi semakin mudah menuju Surga karena dengan ilmu agama sebenarnya kita telah membuka dua modal utama masuk Surga yaitu iman dan amal shalih. Tanpa ilmu agama ibadah akan kacau, tanpa ilmu agama sama saja dengan menjebloskan diri dalam jurang kegelapan, ingatlah ibadah tanpa didasari keimanan, keikhlasan dan mengikuti tuntunan maka akan ibarat debu berterbangan belaka.

    Selain mempelajari ilmu agama kita juga tetap mempelajari ilmu-ilmu lainnya yang berkaitan dengan pengembangan “softskill” kita. Pelajarilah ilmu-ilmu yang merupakan hobi kita dengan diniatkan supaya bisa bermanfaat bagi banyak orang dan makhluk lainnya. Semisal saja kita hobi mendesain web, pelajari ilmu itu lalu gunakanlah untuk membuat website dakwah yang bisa bermanfaat bagi tersebarnya dakwah Islam, atau yang hobi bertani maka pelajarilah ilmu-ilmu perbanyakan tanaman supaya bisa menanam tanaman dengan jumlah yang banyak sehingga bermanfaat bagi banyak manusia dan juga satwa. Bayangkan apabila softskill yang kita miliki dan kita kembangkan bisa mengubah dunia menjadi lebih baik, maka insyaAllah akan semakin banyak pahala yang kita raih.

    Amalan ketiga yaitu perbanyaklah membaca Quran dan dzikir-dzikir lainnya. Mumpung di rumah perbanyaklah melakukan amalan ini. Memang baiknya membaca alQuran itu di Masjid, namun tidak salah juga membaca alQuran di rumah. Rumah tanpa dzikir maka akan seperti kuburan, terasa sunyi dan tidak nyaman untuk ditempati. Dan juga siapa tahu dengan rajinya kita membaca alQuran di rumah memotivasi sanak keluarga untuk membaca alQuran dan insyaAllah secara tidak langsung kita mendapatkan pahala berdakwah yang terus mengalir dan tak ada putus-putusnya.

    Selain membaca alQuran bisa juga membaca kalimat-kalimat Dzikir. Ya mumpung di rumah banyak waktu luang, usahakan di setiap waktu diiringi dengan kalimat-kalimat dzikir. Ingatlah bahwa Allah Subhanahu wa Taala selalu bersama kita ketika bibir kita berucap kalimat dzikir. Rasakanlah dzikir sembari mengucapkan, begitulah sumber ketenangan dan kedamaian. Dzikirlah karena dzikir adalah jalan menuju mengenal Allah. Ketika diri kita sudah dekat dengan Allah terasa bahwa hidup ini ringan, hidup ini indah dan mudah. Ketika jauh dariNya maka hidup adalah kesempitan yang mencekam. Untuk sedikit tambahan kami berikan link kalimat-kalimat dzikir beserta keutamaanya (http://rolashe.blogspot.com/2013/07/meraih-keutamaan-dzikir.html ).

    Dan amalan yang terakhir adalah memperbanyak melakukan shalat sunnah di rumah. Nabi kita Muhammad shallallaahu alaihi wassalam bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Nasa’I dan Ibnu Khuzaimah bahwa Wahai manusia shalatlah di rumahmu karena shalat paling utama dari seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat fardhu. Maksud hadits ini adalah bahwa apabila kita mengerjakan shalat sunnah di rumah adalah lebih baik. Sebagaimana yang juga termaktub pada hadits lainnya bahwa shalat sunnah di rumah pahalanya 25 kali lipat lebih besar. Maka itu apabila kita shalat dhuha dua rakaat saja di rumah maka di sisi Allah insyaAllah pahalanya ibarat shalat dhuha 50 rakaat.

    Kawanku, sebenarnya masih banyak lagi amal-amal shalih yang bisa kita lakukan selagi mudik ke rumah orangtua, namun di sini kami hanya menyampaikan beberapa saja. Sekian saja artikel pada kali ini, amalkanlah dan sebarkanlah, semoga bermanfaat.

     

    Sumber Bacaan  :

    AlBakistani, Zakaria Ghulam Qadir. 2007. Ensiklopedi Shahih Fadhail A’mal. Surabaya : Pustaka Yassir.

    Jawas, Yazid bin Abdul Qadir.2003.Berbakti kepada Kedua Orangtua.Jakarta : Darul Qolam.

    http://dkmibadurrahman.lk.ipb.ac.id/2014/01/18/mudikku-berpahala/

Leave a Reply