• Kemuliaan Menjadi Penghafal Al-Qur`an

    22012012007-001y  Sudahkah kita dapat membalas kebaikan jasa orangtua kita yang melahirkan dan merawat kita hingga besar? Bahkan ketika kita sedang sakit terbujur lemah, mereka sungguh sabar menunggu kita membuka mata dan dapat ceria kembali. Dalam artikel ini, akan disampaikan, bahwa ada beberapa kado terindah yang dapat kita berikan kepada orangtua kita dengan menjadi Penghafal Al-Qur`an.

     

    Berikut ini adalah beberapa motivasi bagi kita untuk menjadi Ahli Qur’an :

     

    Memberikan Busana yang Tiada Tandingannya Kepada Orangtua

    Orang yang paling beruntung ketika ada seorang anak yang menghafal Al-Qur’an adalah orangtuanya. Sungguh baginda Nabi Muhammad SAW bersabda :

     

    “Akan datang Al-Qur`an pada Hari Kiamat seperti seorang lelaki yang pucat-pasi, dia berkata kepada teman (penghafal)nya, “Apakah kamu mengenalku? Saya adalah penjaga malammu, pendahaga siangmu. Dan sesungguhnya setiap pedagang itu di belakang dagangannya, sedang hari ini saya di belakang setiap pedagang.” Maka diberilah dia kerajaan di kanannya. Keabadian di kirinya, dan diletakan di atas kepalanya mahkota keagungan, serta diberilah kedua orangtuanya busana yang tidak sebanding dengan dunia dan seisinya. Lalu keduanya berkata. “Wahai Tuhan, dari mana ini?”, maka dikatakan, “Itu disebabkan kalian mengajarkan Al-Qur`an kepada anak kalian. “Dan dikatakan pada Hari Kiamat kepada teman (penghafal) Al-Qur`an, “Bacalah! Dan naiklah ke beberapa tingkatan! Serta tartilah! Sebagaimana engkau membaca tartil di dunia, sesungguhnya tempatmu di sisi akhir ayat yang bersamamu.”

     

    Subhanallah. Sungguh Maha Besar Allah! Alangkah mulianya jika kita bisa menjadi Ahli Qur’an. Kita bisa memberikan kemuliaan yang tak terduga bagi kedua orangtua kita disaat mereka tidak menyangkanya.

     

    Menjadi Syafaat di Hari Kiamat

                Di hari kiamat kelak, Al-Qur`an akan memberi syafaat kepada pembacanya. Yaitu di hari seseorang lari dari saudara, ibu, bapak, kekasih, temannya, dan siapa saja. Nabi Muhammad SAW bersabda :

     

    “Puasa dan Al-Qur`an akan menolong seorang hamba. Puasa berkata, “Ya Tuhan-ku, sesungguhnya saya mencegahnya untuk makan dan minum di siang hari, maka ijinkan saya untuk menolongnya. Dan Al-Qur’an berkata, “Tuhan-ku, sesungguhnya saya mencegahnya untuk tidur di keheningan malam, maka ijinkan saya untuk menolongnya.” Maka keduanya menolong (hamba itu).”

     

    Bersama Rombongan para Malaikat yang Mulia

    Ketia seseorang menghafal Al-Qur`an dan menguat hafalannya, maka dia bersama Safaroh yang mulia lagi baik. Safaroh adalah rombongan malaikat pilihan Allah yang dipercaya membawa mushaf suci. Bahkan, bagi orang yang terbata-bata, menghafal dan membacanya juga tidak terhalangi mendapat pahala, baginya dua pahala. Rasulullah SAW bersabda :

     

    “Orang yang mahir Al-Qur`an bersama malaikat Safaroh yang mulia lagi baik, adapun pembaca Al-Qur’an yang terputus-putus dan terasa berat, baginya dua pahala.”

     

    Al-Qur’an adalah Penyembuh

                Maha Suci Allah. Al-Qur’an dapat digunakan juga sebagai penyembuh penyakit jika kita memiliki rasa keyakinan dan ikhlas karena Allah.

     

    “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur`an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zaim selain kerugian.” (Al-Israa` : 82)

     

    “Nabi Muhammad SAW meruqyah dirinya sendiri tatkala mau tidur dengan membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas lalu beliau tiupkan pada kedua telapak tangannya, kemudian usapkan ke seluruh tubuh terjangkau oleh kedua tangannya. (HR. Al-Bukhari).”

     

    Kata ruqyah berasal dari bahasa Arab raqa, raqyan, ruqiyyan wa ruqyatan yang berarti bacaan. (Ahmad Warson Munawwir. 1984. Kamus Al-Munawwir, Arab-Indonesia. Surabaya: Pustaka Progresif. 562.).Adapun makna ruqyah secara etimologi syariat adalah doa dan bacaan-bacaan yang mengandung permintaan tolong dan perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mencegah atau mengangkat bala/penyakit. (Asy-Syaikh Shalih bin ‘Abdul ‘Aziz Alus-Syaikh. Ar-Ruqyah wa Ahkamuha hal. 4)Tentunya ruqyah yang paling utama adalah doa dan bacaan yang bersumber dari Al-Qur`an dan As-Sunnah. (Ibid, hal. 5)

    Ruqyah adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disyari’atkan untuk dilakukan bagi setiap muslim pertama kali saat dirinya merasa sakit, baik sakit fisik maupun karena gangguan jin.

    Ketika sakit karena gangguan jin, maka yang harus kita yakini bahwa setan itu adalah musuh kita dan tipu dayanya sesungguhnya sangatlah lemah. (www.therapy-centerku.com)

     

    Penghafal Al-Qur`an Tidak Akan Tersentuh Api Neraka

    Nabi SAW bersabda :

     

    “Seandainya Al-Qur`an diletakan dalam kulit, kemudian dilemparkan ke neraka, maka tidak akan terbakar.”

     

                Maha Suci Allah, keselamatan apakah yang lebih besar dari hal ini? Dari Abi Umamah, bahwa beliau berkata, “Bacalah Al-Qur`an, dan jangan tertipu dengan mushaf-mushaf yang ditempelkan, sesungguhnya Allah tidak akan menyiksa hati yang dipenuhi Al-Qur`an.”           

     

    Menyelamatkan Kita dari Segala Fitnah

    Al-Qur`an adalah penyebab terhindarnya dari segala fitnah. Nabi SAW bersabda :

     

    “Seseorang yang menghafal sepuluh ayat dari surat Al-Kahfi, maka akan dijaga dari Fitnah Dajjal.”

     

                Jika hanya menghafal dari 10 ayat surat Al-Kahfi saja bisa terhindar dari fitnah Dajjal, alangkah lebih mulianya jika kita dapat menghafal Al-Qur`an seluruhnya? Subhanallah

     

    Sungguh mulianya bagi para penghafal Al-Qur’an. Masih banyak keuntungan lainnya dari menghafal Al-Qur`an. Adakah terbesit dalam hati kita untuk menjadi Ahli Qur`an? Jika kita lihat akhir-akhir ini, fenomena bencana di berbagai daerah Indonesia sudah mulai terjadi. Banjir Jakarta, Banjir Bandang Manado, Tsunami Aceh, Gempa Jogja, Longsor Bogor, dan berbagai bencana lainya. Bahkan banyak orang-orang sholeh yang sudah dipanggil oleh Allah SWT. Mungkinkah ini pertanda akhir zaman? Oleh karena itu, kami mengajak kepada para pembaca yang budiman untuk meningkatkan interaksi kita kepada Al-Qur`an. Menjadi penghafal Al-Qur`an. Mengisi waktu-waktu kosong kita dengan hal yang bermanfaat. Mengulang-ulangi hafalan kita di sudut-sudut rumah atau masjid setiap harinya. Muroja`ah hafalan Al-Qur`an kita di banyak waktu. Dan kemudian, insya Allah akan mendapat banyak kemuliaan sebagai Ahli Al-Qur’an. Memakaikan mahkota dan busana terindah untuk orangtua kita. [Abu Ubaidah-Media Online LDK Al-Hurriyah]
    sumber :

    –          Buku “Kisahku dalam Menghafal Al-Qur`an”. Penulis : Muna Said Ulaiwah. Penerbit : Pustaka Kautsar

    –          www.therapy-centerku.com

     

    www.alhurriyyah.lk.ipb.ac.id

     

Leave a Reply