• Protes Kebijakan Kontroversial; Puskomnas FSDLK Lempar Kondom ke Kemenkes

    oleh : EPrans
    4 December 2013 at 09:05

    Seperti menjadi sebuah keniscayaan, bahwa segala bentuk kejahatan akan senantiasa hadir di tengah masyarakat dalam bentuk yang semakin berkembang seiring dengan berlalunya zaman. Pelakunya bisa dari kalangan rakyat biasa atau bahkan pemerintah melalui kebijakannya yang menuai kontroversi. Seperti halnya dengan diinisiasinya Pekan Kondom Nasional oleh Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi beserta orang-orang terkait.

     

    Rencananya, agenda Pekan Kondom Nasional akan berlangsung selama tanggal 1-7 Desember 2013 dengan agenda inti sosialisasi seks aman untuk menekan persebaran virus HIV/AIDS. Salah satu agenda di dalamnya adalah bagi-bagi kondom secara gratis kepada masyarakat di tempat nongkrong, lokalisasi, dan kampus. Akan ada bus kondom yang akan berkunjung melakukan sosialisasi ini sambil bagi-bagi kondom gratis.

     

    Sudah banyak pihak, baik individu, LSM, atau instansi, yang menyatakan bahwa agenda ini dinilai tidak efektif jika tujuannya adalah mengurangi persebaran virus HIV/AIDS. Inisiasi bagi-bagi kondom secara gratis sebetulnya adalah bentuk lain dari proses halalisasi zina yang berkedok sosialisasi seks aman. Kondom yang dibagikan secara gratis seolah isyarat bahwa siapapun boleh berhubungan seks asalkan menggunakan kondom agar tidak terjangkit virus HIV/AIDS. Padahal, Prof. DR. Dr. Dadang Hawari (Guru Besar FKUI) menyatakan bahwa dusta jika kondom dapat mencegah HIV/AIDS. Sebab kondom memiliki pori-pori sebesar 1/60 mikron untuk mencegah sperma. Sedangkan perbandingan antara sperma dengan virus HIV adalah 1/450 kali lipat. Jadi, walaupun menggunakan kondom, virus HIV tetap bisa masuk walaupun sudah memakai kondom.

     

    Mengingat agenda Pekan Kondom Nasional ini sangat berpotensi merusak moral bangsa dan sarat dengan kepentingan-kepentingan komersil, maka para aktivis dakwah kampus yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) wilayah Jadebek menolak keras agenda tersebut dan akan menyampaikannya lewat aksi hari ini, Rabu, 4 Desember 2013 dari pukul 11.00-16.00.

     

    Diperkirakan sebanyak 500 mahasiswa yang berasal dari  Jakarta, Depok, Bekasi, ditambah Bogor, akan berkumpul di Kampus Perbanas untuk kemudian long march hingga ke Kementrian Kesehatan RI di Kuningan. Bahkan, walaupun bus kondom tidak jadi beroperasi, aksi akan tetap dilakukan sebagai bentuk ungkapan kekecewaan atas kebijakan yang merusak moral tersebut. Selain itu, akan ada simbolisasi penolakan Pekan Kondom Nasional dengan melempar kondom ke arah kantor Kemenkes. Dengan harapan Kemenkes sadar bahwa bukan kondom solusi untuk menekan persebaran HIV/AIDS, melainkan dengan pendidikan dan pelarangan keras segala macam aktifitas seks bebas.

     

    “Besok, segenap mahasiswa FSLDK Indonesia wilayah Jakarta-Depok-Bekasi akan aksi di depan Kemenkes. Bu Nafsiah, ini bahasa kami. Bahasa mahasiswa yg tak rela kebijakan pemerintah dijadikan alat pemicu dekadensi moral bangsa.” Tegas Khairil Azhar, Ketua Komisi B Puskomnas FSLDK, dalam akun pribadi facebook-nya kemarin (3/12).

Leave a Reply