• AMKS : Ayo Melek Kesesatan Syiah!

    MENGUAK TABIR KESESATAN SYI’AH

    Oleh: Tatu Kulsum

    Staff Departemen Kajian Strategis LDK Al Hurriyyah IPB

    (Pusat Komunikasi Nasional Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia)

     

    Satu ideologi yang sedang marak berkembang di Indonesia saat ini adalah ideologi Syi’ah. Syi’ah dari segi bahasa berarti pengikut, kelompok atau golongan. Syi’ah sendiri dari segi teminologi berarti suatu aliran yang meyakini bahwa ‘Ali bin Abi Thalib dan keturunannya adalah imam-imam atau para pemimpin agama dan umat setelah Nabi Muhammad. Pihak Syi’ah meyakini bahwa imam-imam tersebut adalah ma’sum (terjaga dalam dosa). Gerakan Syi’ah sudah menggurita dan menyebar ke sendi kehidupan sebagian umat Islam. Telah banyak yang terjebak ke dalam Syi’ah tanpa mengetahui sebenar-benarnya akar ideologi gerakan ini. Menyebarnya paham Syi’ah di tengah-tengah umat Islam harus diwaspadai karena akan semakin menjauhkan umat dari  kemurnian aqidah.

    AWAL MULA MUNCULNYA SYI’AH

    Pada dasarnya, agama yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya Muhammad adalah satu, yaitu Islam yang murni, yang bersumber kepada Kitabullah (Al-Qur’an) dan as-Sunnah. Sejak Rasulullah memulai dakwah dan di masa awal-awal kurun sahabat, kaum muslimin bersatu di atas Islam yang murni tersebut. Tidak ada sedikit pun perselisihan, apalagi perpecahan hingga rosulullah wafat.

    Salah satu fiqroh sempalan yang embrionya mulai bersemi di masa-masa akhir Khalifah ‘Utsman bin Affan adalah fiqroh Syi’ah. Pencetus fiqroh ini adalah Abdullah bin Saba’, seorang Yahudi Yaman yang hijrah ke Bashrah kemudian menampakkan ke-Islamannya (pura-pura masuk Islam) lalu menyebarkan pemikiran-pemikiran sesatnya ditengah-tengah kaum muslimin. Hasutan Ibnu Saba’ ini menjadi penyebab terbunuhnya Khalifah ‘Utsman bin ‘Affan. Kemudian fiqroh ini semakin mengkristal pada masa kekhalifahan ‘Ali bin Abi Thalib. Para pengikut fiqroh sesat ini disebut Saba’iyah. Mereka sangat mengkultuskan ‘Ali bin Abi Thalib hingga pada derajat menuhankannya.

    Salah satu prinsip utama dari fiqroh sesat ini ialah imamah (suksesi kepemimpinan umat). Mereka mengklaim –tanpa dalil sedikit pun- bahwa masalah imamah ini telah ditetapkan berdasarkan nash dan wasiat dari Nabi. Dan yang ditunjuk oleh Nabi sebagai imam setelahnya adalah ‘Ali dan keturunannya. Mereka menolak keabsahan tiga khalifah sebelumnya. Masalah ini merupakan hal yang paling mendasar dalam aqidah Syi’ah bahkan menjadi salah satu dari rukun keimanan mereka. Oleh karena itu, fiqroh ini disebut juga dengan Imamiyah. Sejarah mencatat, tidak ada satu pun dari kalangan sahabat yang ikut mendukung paham sesat ini. Bahkan ‘Ali sendiri dan seluruh Ahlul bait berlepas dari paham yang ekstrim ini. Disisi lain, kemunculan fiqroh-fiqroh sesat atau Islam yang palsu itu juga sesungguhnya telah dikabarkan sebelumnya oleh Rasulullah. Beliau bersabda,

    Dan umat ini akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga fiqroh (golongan). Semua golongan tersebut akan masuk neraka kecuali satu golongan saja (yang selamat)”. Para sahabat bertanya, “Siapakah golongan yang selamat itu wahai Rasulullah?”Maka beliau menjawab, “ Yaitu siapa saja yang mengikuti jejakku dan jejak para sahabatku.”  (HR.Tirmidzi no.2853 dari Hakim no.408 dengan sanad hasan)

    POKOK-POKOK PENYIMPANGAN SYI’AH SECARA UMUM

    1. Pada Rukun Iman

    Syi’ah hanya memiliki 5 rukun iman-tanpa menyebut keimanan kepada para Malaikat, Rasul, Qadha dan Qadar- yaitu :

    1. Tauhid (Keesaan Allah)
    2. Al-‘Adl (Keadilan Allah)
    3. Nubuwwah (Kenabian)
    4. Imamah (Kepemimpinan Imam)
    5. Ma’ad (Hari kebangkitan dan pembalasan)
    6. Rukun Islam Syi’ah tidak mencantumkan Syahadatain, yaitu: Shalat, Zakat, Puasa, Haji, Wilayah (loyalitas kepada imam)
    7. Syi’ah meyakini bahwa al-Qur’an sekarang ini telah dirubah, ditambah atau dikurangi dari yang seharusnya
    8. Syi’ah meyakini bahwa para sahabat sepeninggal Nabi, mereka murtad kecuali beberapa orang saja seperti: al-Miqdad bin al-Aswad, Abu Dzar al-Ghifary, dan Salman al-farisy.
    9. Syi’ah menggunakan senjata taqiyyah yaitu berbohong, dengan cara menampakkan sesuatu yang berbeda dengan yang sebenarnya, untuk mengelabui
    10. Syi’ah percaya kepada ar-Raj’ah yaitu kembalinya roh-roh ke jasadnya masing-masing di dunia sebelum kiamat di kala  Imam Ghaib mereka keluar dari persembunyiannya dan menghidupkan Ali dan anak-anaknya untuk balas dendam kepada lawan-lawannya
    11. Syi’ah percaya kepada al-Bada’ yakni tampak bagi Allah dalam hal keimanan Ismail (yang telah dinobatkan keimannnya oleh ayahnya Ja’far ash-Shadiq, kemudian meninggal di saat ayahnya masih hidup) yang tadinya tidak tampak. Jadi begi mereka, Allah boleh khilaf, tetapi imam mereka tetap ma’shum (terjaga)
    12. Syi’ah membolehkan nikah mut’ah ( nikah kontrak) dengan jangka waktu tertentu. Padahal itu telah diharamkan oleh Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib sendiri.

    SYI’AH BUKAN ISLAM

                Dari pemaparan di atas kiranya menjadi jelas bagi kita bahwa fiqroh Syi’ah berada diluar Islam. Meskipun mereka bersikukuh mengaku Islam, akan tetapi prinsip-prinsip mereka sangat bertentangan dengan aqidah Islam yang benar. Sebenarnya, yang sekarang dianut oleh kaum Syi’ah bukanlah agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah, akan tetapi Islam yang telah disimpangkan oleh ‘Abdullah bin Saba’. Dia adalah seorang pendeta Yahudi yang penuh dengan kedengkian terhadap Islam lalu berpura-pura masuk Islam dan menunjukkan tanassuk (ketaatan terhadap agama) dalam rangka memukul Islam dari dalam.

    SIKAP DAN RESPON MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) TENTANG FAHAM SYI’AH

                Majelis Ulama Indonesia (MUI) adalah wadah musyawarah para ulama, zu’ama, dan cendikiawan Muslim yang berfungsi untuk mengayomi dan menjaga umat. Menanggapi problematika yang sedang marak ini, MUI menegaskan bahwa terdapat keyakinan Syi’ah imamah yang menyimpang dari prinsip Islam. Bahkan, penegasan tentang kesesatan Syi’ah difatwakan oleh MUI Jatim, no: Kep-01/SKF-MUI/JTM/1/2012, tgl 21 Januari 2012, dengan jelas dan terang sebagaimana berikut:

    “ Mengukuhkan dan menetapkan sejumlah keputusan MUI daerah yang menyertakan bahwa ajaran Syi’ah (khususnya Imamiah,Itsna Asyariah, Mazhab Ahlul Bait, dan semisalnya) serta ajaran-ajaran yang mempunyai kesamaan dengan faham Syi’ah Imamiyah, Itsna Asyariah adalah SESAT DAN MENYESATKAN.”

Leave a Reply