• Akhir tahun : Muhasabah dan evaluasi diri. Bukan ber-euforia!

     

    1483998_452562988200504_1502230205_o Al-hurriyyah.lk.ipb.ac.id – Malam ini kemilau langit di kampus IPB penuh dengan taburan bintang dan pernak-pernik akhir tahun lainnya. Kembang api mewarnai langit dengan kemilaunya tanda bahwa masyarakat di daerah Bogor sedang bersuka cita menyambut tahun baru 2014. Fenomena ini ditambah dengan ramainya para muda-mudi yang asyik berkompoi dengan pasangan masing-masing di atas motor. Selayaknya sepasang suami istri, mereka asik bercengkerama seolah dunia sudah milik berdua.

    Sahabat Alhurriyyah,
    Ingatkah antum/a dengan momen akhir tahun hijriyah yang baru kita rayakan bulan lalu? Sungguh sederhana bukan? Tidak ada perayaan semeriah pergantian acara akhir tahun masehi. Semua orang tidak ada yang bersuka cita sekalipun itu seorang muslim. Mungkin ada sebagian yang bersuka cita namun lebih banyak yang tidak menyadari hal itu. Bahkan lebih buruknya tidak banyak yang mengetahui tahun baru Islam jatuh pada tanggal berapa.

    Sebenarnya, Islam tidak pernah mengajarkan untuk bersuka cita dalam menyambut perayaan tahun baru. Tidak pernah diajarkan dalam ajaran Rasulullah SAW bagaimana cara merayakan tahun baru masehi. Namun budaya yang ada sekarang merupakan budaya baru yang banyak meniru gaya kebarat-baratan dan anehnya masyarakat Indonesia sangat bangga merayakan itu. Naudzubillah.

    Apabila sahabat sekalian menyadari bahwa lebih banyak mudharat dibandingkan manfaat dari perayaan tahun baru masehi ini. Lihatlah di jalan-jalan sana, banyak sekali muda-mudi yang bukan mahramnya bersuka cita merayakan tahun baru. Berpegangan tangan, berpelukan dan bahkan melakukan hal lainnya yang bukan menjadi hak mereka yang belum mahram. Yang paling disedihkan sekarang ini adalah kebanyakan diantara mereka adalah seorang muslim.

    lantas apakah yang salah dengan kepribadian muslim saat ini? Pantaskah mereka disebut seorang muslim?

    Sebenarnya siapapun yang telah mengucapkan syahadat, Rasulullah SAW mengatakan bahwa mereka adalah seorang muslim. Bahkan dilarang membunuhnya sekalipun dia telah berbuat dosa. Lantas bagaimana menyadarkan mereka?

    Allah SWT adalah Zat yang berkuasa dalam membolak-balikkan hati. Wahai sahabat, kau boleh bangga dan bersuka cita ketika sekarang masih ada umurmu untuk bersenang-senang dan menikmati nikmat Allah yang Dia berikan padamu tapi tak kau syukuri. Seharusnya momen akhir tahun masehi ini kau jadikan momen muhasabah diri dan evaluasi seberapa banyak dosa yang telah dilakukan selama atau tahun kemarin, bukan malah menambah dosa!

    Wahai sahabat,

    kita hanya bisa saling mengingatkan dalam kebaikan satu sama lain. Saya yakin teman-teman sekalian mampu membedakan yang baik dan yang buruk. Ingatlah betapa munafiknya orang yang mengetahui yang baik tetapi ia malah melanggarnya. Allah sangat membenci orang munafik. Jangan jadikan Islam hanya sebagai tameng keburukan pribadimu. Ingatlah kawan bahwa hidup di dunia hanyalah sementara dan akhirat adalah negeri yang kekal.

    wallahhu’alam bis showaf

    -redaksi media online LDK Al-Hurriyyah IPB-

Leave a Reply