• Perempuan Punya Cerita


    “Ibu Peri & Negeri Liliput”
    Wanita dan Peradaban

    “Pada jaman dahulu kala terdapat sebuah kerajaan yang di negeri tersebut penduduknya adalah liliput. Selain para liliput, ada seorang ibu peri yang bernama ibu Seledri. Kehidupan mereka sangatlah damai, sampai pada suatu hari ada segerombolan alien jahat datang dan menyerang negeri tersebut. Melihat keadaan itu, ibu peri Seledri tidak bisa tinggal diam. Ia berusaha membantu mereka dengan sekuat tenaga untuk menyerang alien itu…“
    Sebuah cerita dongeng yang dibawakan oleh master of ceremony membuka acara ini dengan penuh rasa penasaran bagi para peserta. Jum’at, 15 Maret 2013 lalu menjadi hari yang bersejarah bagi Departemen Keputrian LDK Al Hurriyyah. Dihari itulah departemen ini meluncurkan sebuah acara kemuslimahan yang bernama Perempuan Punya Cerita. Tema perdana yang dibawakan minggu ini adalah Ibu Peri & Negeri Liliput *hmmm ada apa dibalik tema ini??* Bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Fakultas Ekonomi Managemen IPB (Formasi) acara ini berjalan lancar dengan sajian yang luar biasa.
    Tepat pada pukul 11.30 acara dimulai. Dua orang MC, alfi dan ulfi, membawa jalannya acara dengan seru dan pastinya banyak menghibur. Mereka memulai acara ini dengan membaca basmallah kemudian tilawah jama’i membaca surat Al Fatihah dan dilanjutkan dengan surat Al Ikhlas sebanyak tiga kali. Dengan membaca kedua surat tersebut diharapkan hati menjadi damai begitu juga dengan suasana siang hari yang panas pastinya memberikan kesejukan dan keteduhan. Setelah itu datanglah seorang pembicara yang sudah ditunggu-tunggu yaitu Mba Hani Fauziyah, muslimah hebat yang telah menyelesaikan studinya di Mesir. Dipandu oleh moderator, Usi FEM 47, beliau mengupas tuntas segala peran muslimah yang sepertinya dilupakan oleh wanita muslim saat ini.
    Peran muslimah secara umum yaitu sebagai anak bagi orang tuanya, sebagai istri bagi suaminya, ibu bagi anak-anaknya, dan yang paling luas adalah sebagai saudara bagi masyarakat. Saat ini sudah banyak muslimah yang tidak lagi membatasi minat dan bakatnya dengan berjilbab. Hal ini dibuktikan oleh seorang atlet lari memenangkan kejuaraan olimpiade lalu yang seorang wanita muslimah berjilbab. Selain itu para pengusaha juga musilmah berjilbab. Jadi jilbab bukanlah pembatas bagi seorang muslimah untuk mengeksplor kemampuan dibidangnya masing-masing.
    Belajar dari kisah pemimpin para wanita di surga, yaitu Fatimah ra. seorang anak yang sangat berbakti pada orang tuanya. Membersihkan tubuh Rosulullah SAW saat beliau dilempari kotoran oleh para musuhnya, menghormati dan santun pada ibundanya Aisyah ra. yang bahkan usianya jauh lebih muda darinya. Selain itu, seseorang yang tidak asing lagi kita dengar yaitu ibu Ainun yang sangat perhatian pada suaminya. Seorang wanita lulusan kedokteran pun lebih memilih untuk menemani suaminya ketimbang menjadi seorang dokter. Dimana pun ia berada selalu mendukung keputusan yang diambilnya, beliau dengan setia bersama sang suami hingga akhir hayatnya.
    Sebagai ibu bagi anak-anaknya ditunjukkan oleh peran dari (almh) ibu Yoyoh Yusro. Memiliki 13 orang anak yang semuanya hafidz qur’an, seorang anggota DPR, politisi yang aktif dalam membela Hak Asasi Manusia di level Internasional. Sosok muslimah luar biasa terdapat pada dirinya. Tidak hanya ibu bagi anak-anaknya namun beliau juga saudara bagi masyarakat.
    Tau kah kalian bahwa orang kafir menghancurkan umat islam itu tepat pada jantungnya. Jantung para umat terdapat pada seorang wanita. Mereka menjadikan wanita sebagai target utama dalam penyerangannya. Menjadikan trend kehidupan para orang kafir sebagai contoh bagi wanita muslim. Jika kita lihat saat ini banyak sekali wanita yang bersolek saat keluar rumah mungkin ini salah satu trik mereka menghancurkan jantung umat. Membuka auratnya, menghias penampilannya dan segalanya yang membuat mereka mengikuti mode kebarat-baratan. Seperti itulah virus-virus yang diberikan kaum kafir untuk menghancurkan umat islam.
    Nah apa kaitannya dengan tema kita ini?? Ibu peri adalah seorang wanita luar biasa. Ia berani menyerang alien jahat yang ingin menghancurkn negerinya. Begitu juga dengan kita sebagai seorang wanita muslimah yang memiliki peran penting dalam kehidupan di dunia ini. Sebuah serangan alien jahat berupa trend dan mode orang-orang kafir saat ini membuat kita lebih waspada dalam menyingkapinya. Jangan sampai kita mengikuti apa yang disajikan untuk merebut kecantikan seorang muslimah dengan gaya seperti itu. Karena peran kita menentukan bagaimana kondisi negeri kita ini. Semua peran tersebut pastinya akan merepotkan, tapi jika diimbangi dengan ibadah serta ketaatan pada Allah maka insyaAllah pasti akan diberi kemudahan dan hasilnya memuaskan. Boleh mengikuti perkembangana zaman, namun kita juga harus pintar-pintar menyeleksi apa yang baik dan apa yang buruk. Karena kita muslimah yang luar biasa yang diciptakan oleh Allah untuk membangun kesejahteraan umat. Dimulai dari diri sendiri, keluarga, sahabat dan untuk masyarakat.

Leave a Reply