• Leader in Quran

    “…Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa. Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.(Q.S 2:247)”

    Pemimpin kata yang sering kita dengar, dan selalu dirasakan hadirnya. Tapi lihat saja berapa banyak orang yang akan segera memberikan pemikiran-pemikiran negatifnya pada kata ini, masih banyak orang yang apatis tehadap kepemimpinan atau bahkan mereka telah banyak menelan kekecewaan atas kedustaan para pemimpin tak bertanggung jawab. Coba lihat realitasnya bahwa begitu banyak pemimpin-pemipin, bahkan pemimpin bangsa-bangsa ini yang semakin tidak bertanggung jawab atas kepemimpinannya, ironi memang kehidupan ini. Jadi tidak bisa disalahkan mutlak juga orang-orang yang apatis kepada pemimpin-pemimpin dan banyak diluar sana mereka hanya terdiam dan termenung tanpa memikirkan bagaimana nasib bangsa ini, yang mereka harapkan adalah seorang ratu adil yang sepertinya mereka sendiri tidak yakin ituakan hadir membawa perubahan.
    Menjadi seorang pemimpin mempunyai sarat-sarat yang harus terpenuhi, jadi tidak sembarang orang bisa menjadi pemimpin yang baik. Seperti halnya dinukil dalam surah al-baqaroh ayat 247 bahwasanya ada 3 syarat penting menjadi seorang pemimpin, yaitu : keridaan Allah, ilmu yang luas, dan tubuh yang perkasa. Tiga syarat ini menjadi hal yang mutlak untuk dipenuhi oleh seorang pemimpin, karena ketiga syarat itu saling terkait dan mendukung dalam setiap kinerja pemimpin. Dan sudah terbukti juga bahwasanya pemimpin yang cacat dalam satu syarat saja berefek pada kinerjannya, berapa banyak sudah pemimpin yang mempunyai spiritual jelek hanya bekerja dengan nafsu, dan tak jarang yang dipimpinnya akan bobrok dengan kemaksiatan, berapa banyak pemimpin yang ilmunya sedikit akhirnya tidak bisa memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada, dan sudah berapa banyak pemimpin yang cacat jasmaninya tidak bisa membela yang dipimpinnya dan bahkan menjadi bahan tipu daya orang-orang tidak bertanggung jawab.
    Keridaan dari Allah maksudnya adalah tingkat spiritualitas pemimpin haruslah luarbiasa, hal ini berpengaruh juga pada mental pimpinan dalam mengelola suatu kelompok, dan dari sini jugalah muncul kekuatan dan ketenangan yang Allah kirimkan pada setiap pemimpin. Ilmu yang luas sangatlah dibutuhkan dalam memimpin, seorang pemimpin harus tahu dengan benar ilmu kepemimpinan, teritorial yang dia hadapi, dan sumber daya manusia yang ia miliki serta visi yang tajam kedepan sehingga bisa memaksimalkan potensi-potensi tersebut. Jasmani seorang pemimpin haruslah kuat, Allahpun lebih menyukai muslim yang kuat daripada yang lemah, pemimpin yang lemah akan mengurangi semangat prajuritnya, dan pemimpin yang sakit-sakit tidak mungkin bisa memimpin dengan maksimal, sehingga bisa jadi masa jabatannya tidak kan banyak peningkatan. Tiga hal tersebut merupakan gambaran umum pemimpin, jika dijabarkan rasannya banyak sekali kriteria-kriteria pemimpin ideal, sepeti kharisma, keberanian, kemampuan mempengaruhi, membuat strategi, moral yang tinggi, mampu menjadi mediator, motivator dan juga selera humor.
    Pemimpin yang ideal bukanlah khayalan semata ataupun dongeng belaka, pemimpin yang luar biasa terlahir dari jiwa yang tercelup dan bertambah dengan semangat yang membara. Sebagaimana dicontohkan Rasulluah sebagai Pemimpin yang luar biasa, para khalifah seperti umar bin abdul aziz yang membuat negerinya kaya, atau seperti sultan muhammad al-fateh yang merupakan sebaik-baik pemimpin pada zamannya, sehingga mengubah daratan menjadi lautan dan menaklukan konstantinopel. Pemimpin bukanlah orang yang terbiasa menjual dirinya, dia ada dan memberikan warna indah dimanapun dia berada, jadi bukanlah khayalan mendambakan seorang pemimpin ideal yang akan mengubah bangsa ini. Dan tidak cukup dengan hanya menunggu ratu adil untuk perubahan, karena ia tidak akan pernah datang, karena ratu adil yang kita nanti-nanti itu adalah kita, pemimpin ideal itu adalah kita, dan kita pulalah yang akan memberikan perubahan bagi setiap noda-noda sejarah kepemimpinan.

    “Selamat berkarya para pemimpin peradaban, para pejuang kebenaran, para hati-hati yang menebarkan cahaya kebaikan, selamat menginspirasi berjuta-juta manusia, menginspirasi bejuta-juta peradaban karena kita adalah inspirasi muda” (Faisal Rahman)

Leave a Reply