• Muslim or Western ?


                 Perkembangan zaman semakin banyak mempengaruhi perilaku masyarakat di dunia. Salah satunya adalah perilaku masyarakat dalam menanggapi setiap gaya hidup yang kebarat-baratan. Masyarakat globalisasi kebanyakan mengadopsi gaya hidup western atau kebarat-baratan yang telah berkembang dari berbagai media komunikasi seperti televisi dan internet. Pada umumnya, masyarakat kebanyakan meniru cara berpakaian, budaya keseharian, gaya bahasa, dan pola pikir.

    Cara berpakaian, budaya keseharian, gaya bahasa, dan pola pikir, sebenarnya bukanlah suatu hal yang negative jika diaplikasikan dengan benar. Contohnya cara berpakaian. Dalam gaya hidup western, mereka berpakaian sesuai dengan keadaan musim yang berbeda-beda. Pada saat musim dingin atau salju, mereka akan mengenakan pakaian yang sangat tebal agar mereka tidak kedinginan. Sedangkan pada saat musim panas, tentunya mereka akan mengenakan pakaian sebaliknya. Tentu hal tersebut sangat bertolak belakang dengan keadaan Negara kita yang beriklim tropis dan mayoritas beragama Islam.

    Indonesia adalah salah satu Negara yang mempunyai penduduk mayoritas Islam. Kondisi geografis dan cuaca di Indonesia tidaklah sama dengan Negara lain di dunia karna Indonesia adalah Negara yang dilalui garis khatulistiwa sehingga musim yang ada di Indonesia hanya ada dua yaitu musim hujan dan musim kemarau. Hal ini tentu tidak terlalu menyulitkan masyarakat untuk menyesuaikan pakaian seperti yang dilakukan oleh orang-orang di luar negeri. Karna suhu di Negara kita tidak akan sedingin di Kutub Utara dan Selatan atau tidak pula sepanas di gurun-gurun Afrika. Maka dari itu tidaklah sewajarnya jika masyarakat kita mengadopsi trend pakaian western.

    Sebagai seorang muslim dan muslimah, setiap ada satu permasalahan kita harus mengembalikannya kepada Al-Quran dan Sunnah. Sama halnya dalam menanggapi fenomena masyarakat yang menjadikan gaya hidup sehari-hari dari budaya luar negeri. Tidak lah sepantasnya bagi kita selaku umat muslim yang memegang teguh dan meyakini adanya Allah swt dan Rasulullah saw menjadikan budaya luar negeri serta artis-artis sebagai panutan dan gaya hidup. Alangkah tidak baiknya budaya luar yang tidak baik jika kita contoh dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semua itu tentu harus disaring terlebih dahulu agar tetap sesuai syariat agama Islam.

    Fenomena gaya hidup western ini tidak hanya hidup dan telah diadopsi oleh masyarakat perkotaan saja namun masyarakat yang tinggal di pedesaan pun tidak kalah ketinggalan. Rok mini, hotpans, tangtop, dsb, sudah menjadi pemandangan lumrah yang dapat kita temui di kota-kota besar dan sebagian di pedesaan. Sungguh ironis negeri ini, mayoritas muslim tetapi kenapa tidak bisa menjadikan Al-Quran dan Sunnah sebagai pedoman, sandaran, dan gaya hidup.

    Yang lebih ironis lagi, trend gaya hidup western juga telah merambah dunia muslimah yaitu hijab atau jilbab. Dengan iming-iming “Modis tapi Syar’I”, para muslimah tergiur untuk mengubah dan meniru perkembangan hijab modis yang dikatakan syar’I padahal itu tidak syar’i. Dalam suatu kisah disebutkan :

    Suatu hari Hafsah binti Abdurrahman bin Abu Bakar mengunjungi Aisyah ra dengan mengenakan kerudung tipis. Maka Aisyah melepas dan merobek kerudung itu, lalu menggantinya dengan kerudung yang tebal.

     (HR. Malik dan Baihaqi)

                Inilah yang dilaukukan Sayyidah Aisyah ra terhadap wanita pada zamannya yang tidak menggunakan kerudung atau jilbab sebagaimana mestinya. Bagaimana jika Beliau masih hidup dan mengetahui keadaan wanita pengikut Rasulullah saw semakin buruk akhlaknya dari zaman ke zaman? Na’udzubillahhimindzalik.. semoga kita terlindung dari api nerakan Jahannam.

    Dengan kondisi zaman sekarang, menjadi modis dan mengikuti perkembangan zaman sah-sah saja. Namun di balik itu tentu kita harus lebih memperhatikan hukum dan syariat yang telah mengatur tata cara berhijab dengan benar. Allah swt berfirman :

    “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri orang mukmin : Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

    (QS. Al-Ahzab : 59)

                Segala sesuatu yang telah ditetapkan Allah pasti akan membawa manfaat bukan mudharat. Semuanya pasti mengandung hikmah bagi manusia ciptaannya. Wanita adalah golongan yang paling banyak menghuni neraka seperti yang telah diriwayatkan Rasulullah saw karna wanita kebanyakan menuruti setiap hawa nafsunya. Selain itu, kegemaran wanita dalam ghibah atau bergosip turut andil dalam penyebab wanita menjadi penghuni neraka. Dan satu hal yang lagi, aurat wanita adalah penggoda terbesar bagi kaum pria. Oleh sebab itu, Allah swt telah memerintahkan kaum hawa untuk menutupi auratnya yaitu seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan.

    Jilbab bukanlah suatu perkara mudah untuk memakainya. Memang membutuhkan niatan yang sungguh serta hidayah dari Yang Maha Kuasa. Namun hal tersebut tentu tidak membuat kita menjadi semakin mencari alasan untuk menunda berjilbab. Sebab, siapa yang tahu apakah esok kita akan masih bernyawa atau tidak di muka bumi ini? Sedangkan kita masih saja membangkang dan tidak segera melaksanakan perintah-Nya. Dalam berjilbab, tentu tidak sembarang jilbab yang dipakai. Semuanya ada syarat dan ketentuan yang berlaku. Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita temui kesalahan-kesalahan dalam berjilbab, seperti :

    1. Terlalu pendek
    2. Jilbab transparan
    3. Memakai baju ketat dan seksi
    4. Tidak menutupi dada
    5. Pakaian yang dipakai kurang panjang
    6. Lengan baju pendek
    7. Memakai rok yang berbelah
    8. Kain pakaian yang dipakai tipis
    9. Memakai wewangian

    Kesembilan kesalahan tersebut adalah kesalahan dalam berjilbab secara syar’I (Fitri & Khasanah, 2011). Sekarang timbul pertanyaan, dari kesembilan kesalahan tersebut apakah kita telah melakukan salah satu diantaranya? Kalau iya, mari kita berbenah wahai musimah. Menjadi cantik tidak harus menyalahi aturan agama. Cantik itu relative dan tidak abadi. Hanya kecantikan hati lah yang akan abadi menemanimu di dunia maupun di akhirat. Semoga bermanfaat J

    Pilih yang mana?

Leave a Reply