• Memaknai Maulid Nabi Muhammad SAW

    Nabi Muhammad SAW lahir di kota Mekkah, tepatnya pada hari senin tanggal 12 Rabiul Àwwal atau 20 April 576 Masehi. Di tahun ini juga dikenal dengan sebutan Tahun Gajah, karena ada peristiwa penyerangan Ka`bah oleh Abrahah dengan pasukan gajahnya, namun tidak berhasil karena Allah swt mengirimkan pasukan Burung Ababil yang membawa batu dari neraka untuk melempari pasukan gajah tersebut. Nabi Muhammad saw adalah putra dari orang Quraisy yang bernama Abdullah dan Siti Aminah. Abdullah merupakan anak dari Abdul Muthalib dan keduanya merupakan keturunan suci yang berujung pada Nabi Ismail as dan ayahnya Nabi Ibrahim as. Mereka merupakan keturunan dari bapaknya para nabi dan memang sudah ditakdirkan agar mereka tidak menyimpang di tengah-tengah kejahiliyahan bangsa Arab pada waktu itu. Ayah Nabi Muhammad, Abdullah meninggal saat Nabi Muhammad berumur 2 bulan di kandungan Siti Aminah. Beliau meninggal dan dimakamkan di Abwa dalam umur yang masih muda yaitu 20 tahun ketika sedang berdagang ke luar kota. Meninggalnya Abdullah tersebut membuat Siti Aminah sedih dan sempat tidak mau makan selama beberapa hari. Abdullah merupakan ssuami yang sangat disayangi Aminah. Ditengah kegoncangan hatinya akibat meniggalnya sang suami, Aminah berulang kali bermimpi bertemu dengan seorang wanita yang ternyata adalah Siti Maryam, ibu dari Nabi Isa as yang meminta untuk menjaga baik-baik bayi dalam kandungannya, karena kelak bayi tersebut akan tumbuh manjadi orang yang paling mulia sejagad raya ini.

    Pada saat peristiwa kelahiran Nabi Muhammad saw terjadi beberapa kejadian yang luar biasa, diantaranya padamnya api keabadian di Kerajaan Persia, hancurnya batu-batu sesembahan di sana, dan juga terpancarnya nur atau cahaya yang pancarannya sampai ke Istana Busra di Syria. Cahaya itu seolah-olah seperti mata panah dan pelangi yang dapat terlihat dari kota-kota yang jauh, bahkan ada yang berpendapat bahwa cahaya itu memancar ke seluruh dunia. Pada waktu kelahiran juga, sebuah Tasik sava yang dianggap suci tenggelam di dalam tanah. Kemudian setelah kelahiran Nabi Muhammad saw juga sering terjadi peristiwa yang menakjubkan lainnya, seperti sering terjadinya tembakan bintang yang menandakan pengetahuan setan dan iblis sudah tamat.

    Muhammad kecil kemudian disusui oleh Thuwaiba selama beberapa hari. Thuawaiba adalah budak suruhan Abu Lahab. Tak lama kemudian datang seorang wanita dari Banu Saàd, yaitu Halimah bin Abi Dhuàib yang akan menyusukan Muhammad kecil. Budaya menyusukan bayi merupakan kebiasan bagi bangsawan-bangsawan Arab. Awalnya Halimah tidak mau menyusui Muhammad kecil, karena Muhammad seorang yatim. Namun akhirnya ia mau membawanya ke daerah pedalaman yaitu kediamannya dengan harapan ia dan keluarganya akan mendapat berkah dari Tuhan. Sejak diambilnya Muhammad menjadi anak susuannya, kambing-kambing Halimah semakin bertambah sejalan dengan tanaman-tanaman di sekitar rumah Halimah yang tumbuh dengan subur. Setelah dua tahun disusukan oleh Halimah, akhirnya Muhammad dipertemukan kembali dengan ibunya yaitu Siti Aminah. Namun tidak begitu lama, beliau dibawa kembali ke rumah Halimah sampai menginjak umur 5 tahun.

    Ketika beliau berumur 4 tahun datanglah 2 orang malaikat, yaitu Jibril dan Mika`il untuk membelah dada Muhammad. Mereka mengeluarkan segumpal darah (syaitan) dan membersihkannya dengan salju. Namun ada juga yang berpendapat bahwa gumpalan darah itu dicuci di bejana emas yang berisi air zam-zam lalu diletakkan ke tempat semula. Pada peristiwa itu tidak ada yang mengetahui selain anak Halimah yang kemudian menceritakan hal itu kepada Halimah. Namun ketika Halimah memeriksa dada Muhammad, seperti tidak terjadi apa-apa.

    Itulah beberapa peristiwa luar biasa yang mengiringi kelahiran Nabi Muhammad saw, dari sebelum lahir sampai beliau lahir. Jelas beliau selalu di jaga oleh Allah swt dari segala bentuk keburukan dan tercela lainnya dan dialah khatamul anbiya atau penutup para nabi sehingga banyak kemulian-kemulian yang selalu mengiringi langkahnya. Bahkan ada cerita bahwa beliau ketika masih kecil selalu ada awan yang menutupi kepalanya dari sengatan matahari. Kemudian ketika remaja, ia ingin merasakan kehidupan seperti teman sebayanya, untuk berkumpul di malam hari, berjudi dan sebagainya, namun oleh Allah swt akhirnya Muhammad muda diberi rasa kantuk, sehingga ia sampai ketiduran dan tidak jadi pergi. Masih banyak lagi keutaman-keutaman yang menandakan bahwa beliau ini mulia di hadapan Allah swt, dan membuktikan bahwa dialah Rasul terakhir itu.

    Itulah sejarah singkat tentang kelahiran Nabi Muhammad saw yang sebenarnya banyak hal-hal penting yang dapat diambil. Diantaranya adalah bahwa Nabi Muhammad saw memang sudah dipersiapkan oleh Allah swt menjadi seorang rasul, dilihat dari garis keturunannya yang masih suci dan terhindar dari menyekutukan Allah swt. Lalu banyak kejadian yang luar biasa yang mengiringi kelahiran beliau yang memperkuat keyakinan kita bahwa beliaulah rasul terakhir , seperti yang tercantum dalam Taurat dan Injil dan masih banyak lagi.

    Namun yang kemudian jadi pertanyaan adalah seberapa banyak kita mengaktualisasikan diri kita terhadap peristiwa tahunan seperti Maulid Nabi Muhammad saw ini. Selama ini kita hanya terpaku pada budaya dan ritual pada peringatan Nabi Muhammad saw, namun setelah itu kita lupa tentang siapa dan apa yang harus kita contoh dari sosok seorang Nabi Muhammad saw.  Banyak sifat dari Nabi Muhammad saw yang perlu kita pelajari, contohnya ketika Nabi Muhammad saw masih muda ia diberi gelar Al Amin, karena kejujurannya. Inilah sifat yang harus dicontoh pemuda muslim seluruh dunia agar terciptanya generasi pemuda yang Rabbani agar kasus-kasus seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme tidak pernah melanda negeri ini . Bahkan banyak ungkapan mengatakan bahwa mencari orang jujur itu seperti mencari jarum dalam jerami. Ini menandakan begitu bobroknya kualitas para pemangku bangsa yang dalam hal ini masih jauh dengan level nabi Muhammad saw.  Penulis sengaja hanya menceritakan kisah Nabi Muhammad saw  sampai beliau berumur 5 tahun, karena penulis ingin mengajak pembaca untuk mencari lebih banyak lagi informasi mengenai kisah-kisah Nabi Muhammad saw dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw ini sebagai parameter sejauh mana kita telah mengikuti kiprahnya, berislam secara kaffah dan menjadi generasi penerus yang bisa membawa nama Islam ke puncak tertinggi, tentunya bukan hanya dengan kuantitas yang banyak, namun juga dengan kualitas yang baik. Wallahu ‘Alam Bi Sawwab

     

    Achmad Nurudin

    Kadep Kajian Strategis LDK Al Hurriyyah IPB

Leave a Reply