• Mengenali Sosok Pemimpin yang Dirindukan Masyarakat

    Oleh: Wulan Aprilyani_Sekretaris Media Online LDK Al Hurriyyah 2012

    “Pemimpin, lahir bukan dari kondisi yang nyaman, namun ia berusaha keluar dari zona nyamannya, mengalami masa-masa pembinaan diri dan proses pembelajaran yang panjang, dihampiri berbagai cobaan hingga akhirnya ia menjadi sosok yang matang dalam berfikir dan bijaksana dalam memimpin”

    Kepemimpinan sebenarnya bukanlah sesuatu yang menyenangkan, tetapi merupakan tanggung jawab sekaligus amanah yang amat berat dan harus diemban sebaik-baiknya. Hakikatnya setiap manusia adalah seorang pemimpin dan setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Hadits berikut:

    را ع و كلكم مسئو ل عن ر عيته كلكم…

    Artinya: Setiap kalian adalah pemimpin, dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya (H. R. Bukhori)

    Definisi pemimpin menurut para ahli sangat beragam, namun beberapa aktivitas yang tak lepas dari seorang pemimpin adalah:

    1. Sebagai pengatur, agar apa yang menjadi visi dan misinya tercapai
    2. Penanggungjawab dan pembuat kebijakan-kebijakan
    3. Pemersatu dan memotivasi bawahannya dalam melaksanakan aktivitas
    4. Pelopor dalam menjalankan aktivitas manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan serta pengelolaan sumberdaya yang ada
    5. Sebagai pelopor dalam memajukan organisasi yang dipimpinnya

    Dalam pandangan Islam, kepemimpinan tidak jauh berbeda dengan model kepemimpinan pada umumnya, karena prinsip-prinsip dan sistem-sistem yang digunakan terdapat beberapa kesamaan. Kepemimpinan dalam Islam pertama kali dicontohkan oleh Rasulullah SAW, kepemimpinan Rasulullah tidak bisa dipisahkan dengan fungsi kehadirannya sebagai pemimpin spiritual dan masyarakat. Prinsip dasar kepemimpinan beliau adalah keteladanan. Dalam kepemimpinannya mengutamakan uswatun hasanah pemberian contoh kepada para sahabatnya yang dipimpin. Rasulullah memang mempunyai kepribadian yang sangat agung, hal ini seperti yang digambarkan dalam al-Qur’an:

    Artinya: “Dan Sesungguhnya engkau Muhammad benar-benar berada dalam akhlak yang agung”. (Q. S. Al-Qalam: 4)

    Dari ayat di atas menunjukkan bahwa Rasullullah mempunyai kelebihan yaitu akhlak yang mulia, sehingga dalam hal memimpin dan memberikan teladan memang tidak lagi diragukan. Kepemimpinan Rasullullah memang tidak dapat ditiru sepenuhnya, namun setidaknya sebagai umat Islam harus berusaha meneladani kepemimpinan-Nya.

    Berikut adalah karakteristik yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin, agar ia dapat melaksanakan tugasnya dengan baik adalah:

    1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
    2. Senantiasa berpegang teguh kepada kitabullah dan menjadikannya landasan dalam mengambil setiap keputusan
    3. Ikhlas karena Allah semata, selalu bertindak benar dan jujur kepada-Nya
    4. Peka terhadap pengawasan dan penjagaan Allah SWT
    5. Memiliki rasa tanggung jawab, bertindak jujur dan adil
    6. Sederhana dalam segala hal
    7. Berperangai penyantun, kasih saying, lemah lembut dan ramah terhadap sesama
    8. Bersungguh-sungguh dalam merencanakan program yang tepat, menentukan tujuan, tahapan, cara, sarana, persiapan-persiapan yang sesuai dengan kebutuhan
    9. Harus memiliki cita-cita dan semangat juang yang tinggi

    Kepemimpinan dalam pandangan Islam merupakan amanah dan tanggung jawab yang tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada anggota-anggota yang dipimpinnya, tetapi juga akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Jadi, pertanggungjawaban kepemimpinan dalam Islam tidak hanya bersifat horizontal-formal sesama manusia, tetapi bersifat vertikal-moral, yakni tanggung jawab kepada Allah SWT di akhirat.

    “Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janji mereka dan orang-orang yang memelihara sholatnya, mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi surga Firdaus, mereka kekal di dalamnya”. (Q.S. al-Mukminun 8-11)

    Dari penjelasan Al Qur’an surat al-Mukminun 8-11 dan kedua Hadits di atas dapat diambil suatu benang merah bahwa dalam ajaran Islam seorang pemimpin harus mempunyai sifat amanah, karena seorang pemimpin akan diserahi tanggung jawab, jika pemimpin tidak memiliki sifat amanah, tentu yang terjadi adalah penyalahgunaan jabatan dan wewenang untuk hal-hal yang tidak baik. Oleh karena itu, kepemimpinan tidaklah dilihat sebagai fasilitas untuk menguasai, tetapi justru dimaknai sebuah pengorbanan dan amanah yang harus diemban sebaik-baiknya. Selain bersifat amanah, seorang pemimpin harus mempunyai sifat yang adil. Hal tersebut ditegaskan oleh Allah dalam firmannya:

    Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat (Q. S. al- Nisa’: 58)

    Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan… (Q. S. al-Nahl: 90)

    Dari penjelasan di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah sebuah amanah yang harus diemban dengan sebaik-baiknya, dengan penuh tanggung jawab, profesional dan keikhlasan. Sebagai konsekuensinya pemimpin harus mempunyai sifat amanah, profesional dan juga memiliki sifat tanggung jawab. Kepemimpinan bukan kesewenang-wenangan untuk bertindak, tetapi kewenangan melayani untuk mengayomi dan berbuat seadil-adilnya. Kepemimpinan adalah keteladanan dan kepeloporan dalam bertindak yang seadil-adilnya. Kepemimpinan semacam ini hanya akan muncul jika dilandasi dengan semangat amanah, keikhlasan dan nilai-nilai keadilan yang tinggi.(ed:arn)

    (Dikutip dari berbagai sumber dengan beberapa penyesuaian)

Leave a Reply