• Pelantikan Al Hurriyyah : Melangkah dalam Satu Al Huriyyah dengan Cara Masing-Masing

    Farriq tu’rof…-berbedalah maka akan dikenal-. Pepatah Arab tersebut dapat menggambarkan pelaksanaan pelantikan pengurus Al-Hurriyyah tahun ini yang memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, baik dari segi tempat, suasana maupun struktur. Minggu, 12 Februari 2012 bertepatan dengan 19 Rabi’ul Awwal 1433 H tak seperti biasanya, pelantikan Al-Hurriyyah yang terdiri dari beberapa elemen penyusun ISC Al-Hurriyyah, LPQ Al-Hurriyyah, Birena, dan LDK Al-Hurriyyah dilaksanakan di auditorium Sylva Pertamina disambut dengan birunya langit tanpa kehadiran awan gelap pagi itu.

    Ceremony sakral itu pun dimulai dengan lantunan surat cinta Illahi oleh Akh Syaddam dan sari tilawahnya Akh Syubhan sungguh menentramkan hati, selanjutnya acara berjalan dengan ritme indah yang dipandu oleh MC backstage mulai dari sambutan ketua panitia pelantikan Al-Hurriyyah (Akh Ego), tausiyah ketua DKM Al-Hurriyyah (Ust. E. Syamsudin), ikrar pengurus Al-Hurriyyah, orasi masing-masing ketua, ISC Alhurriyyah (Akh Zaiful), LPQ Al-Hurriyyah (Akh Aziz), Birena (Akh Agy), dan LDK Al-Hurriyyah (Akh Iril), mars Al-Hurriyyah pun dikumandangkan oleh seluruh pengurus Al-Hurriyyah ditambah dengan bingkai kehidupan yang berhasil meng-up grade level semangat penghuni audit tersebut.

    Ketegangan, kehidmatan, dan berkobarnya semangat berdakwah sungguh terasa melihat aura-aura yang meliputi audit tersebut. Beberapa pengurus menitikkan air mata ketika mengucapkan ikrar yang dipandu oleh Ust. Syam, mengingat jalan yang akan ditempuh oleh setiap pengurus memang sangan panjang dengan masing-masing rintangan yang kan dihadapi. Namun, hal tersebut akan terasa mudah bila dilalui dengan keikhlasan dan berada dalam lingkungan yang nyaman dengan ukhuwah yang merekah.

    Tepat pukul 12.01 WIB pelantikan pengurus Al-hurriyyah ditutup dengan do’a, dilanjutkan dengan berpose bersama dalam bingkai ukhuwah dengan lambang kebanggaan yang mencerminkan Al-hurriyyah yang utuh.

    “Masjid adalah laboratorium dakwah Islam sebagai modal dakwah luar kampus, maka manfaatkanlah dengan niat ikhlas menggapai ridho Allah karena karena pencapaian dakwah tidak akan berhasil kecuali diemban oleh orang-orang yang sabar, memiliki harapan besar, dan senantiasa melatih diri untuk berjama’ah ” (Ust. E. Syamsudin)

    “Perubahan adalah keniscayaan, namun dari tangan siapa perubahan itu lahir“(Kairil Azhar).

    Amanah telah digenggam di tangan, pantang bagi pengurus Al-Hurriyyah untuk mundur karena dengan keyakinan, keikhlasan, dan semangat beramal semua akan tercapai dan terasa ringan untuk satu Al-Hurriyyah.

Leave a Reply