• Sebuah Catatan Penuh Makna…

    Bismillahirrahmaanirrahim…

    ‘perjalanan panjang terkadang membuat kita bosan dan lelah. Sebuah fitrah manusia bahwasannya manusia selalu menghendaki dinamisasi!’
    .
    sore itu, aku melihat 3 anak kecil sedang bermain petak umpet diantara keramaian bus yang diparkir di terminal. Dengan riangnya mereka berlarian kesana-kemari mencari tempat persembunyian yang aman. Tidak terlihat kelelahan, mereka bermain dan berlarian sampai bus itu satu persatu diberangkatkan supirnya. Hanya seulas senyum dan tawa riang yang mereka berikan kepada orang tua mereka yang sejak tadi memperhatikan tingkah anaknya.
    Pun dengan para orang tua, dan calon-calon penumpang bus lainnya (kecuali saya sepertinya,..) terlihat ceria dan bahagia. Mengobrol santai dengan calon penumpang lainnya, menghilangkan kejenuhan, rileks, sebelum menempuh perjalanan bus setengah-harian (takes over 13 hours). Ekspresi kebahagiaan terpancarkan dari senyuman-senyuman para penumpang itu, karena mereka tau, di akhir perjalanan nanti, mereka akan disambut oleh keluarga yang mereka cintai, yang telah menunggu di tempat yang jauh,..
    .
    seperti kita,.
    .
    tempat tujuan kita begitu jelas digambarkan oleh Rasulullah, sebuah tempat yang butuh perjalanan seumur hidup untuk mencapainya. Tempat dimana utara, selatan, timur dan baratnya adalah kebahagiaan, yang dikhususkan hanya untuk orang-orang bertakwa,.
    tidak pernah tergambarkan oleh mata, terbersit dalam hati dan terlintas dalam pikiran kita,
    maka rasakanlah perjalanan panjang kita,
    nikmatilah setiap tikungan, tanjakan bahkan turunan tajam itu dengan perasaan bahagia, karena kita tahu, bahwa tanjakan, turunan dan tikungan tajam itu yang akan membawa kita sampai ke tempat tujuan kita,..
    naik kendaraan yang layak lewat jalur yang benar, dengan perasaan bahagia bersama keluarga tercinta,..
    .
    sebuah keluarga,..
    .
    pernahkah kau membayangkan?
    di ujung perjalanan itu, tepat di depan pintu tempat yang kita tuju,
    di sana sudah berdiri Rasulullah membentangkan kedua tangannya lebar-lebar, lalu berkata:
    “Ah, keluargaku,…akhirnya engkau telah sampai ke sini,…
    perjalananmu pasti sangat melelahkan,…maukah kau beristirahat sejenak denganku sekarang?
    mari kita masuk bersama-sama,…”

    #perjalanan Alam sepertiga malam pertama, pantura#

    By Banna

Leave a Reply